Seorang pedagang membuang sampah di TPS Pasar Tuban, Rabu (13/3/2019). TPS Pasar Tuban dibangun untuk pedagang pasar bukan warga luar pasar./Wahyu Prakoso

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Tuban di Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, menganggu aktivitas pasar. Sampah menumpuk lantaran tidak hanya pedagang namun juga warga luar pasar membuang sampah di tempat itu.

Salah satu pedagang yang enggan disebut namanya mengatakan akhir pekan lalu tumpukan sampah meluber hingga depan pintu pasar bagian timur. Tumpukan sampah menghalangi kendaraan pedagang bongkar-muat. Selain itu bau sampah mengganggu kegiatan pasar.

“Sering sampah meluber. Warga juga sering membuang sampah di TPS itu. Parahnya mereka kadang tidak mau membuang langsung ke tempatnya, sehingga sampah memenuhi jalan. Mobil dagangan tidak bisa menurunkan barang di depan pintu los, kami mengangkat barang agak jauh karena mobil hanya bisa parkir di jalan,” kata dia kepada Solopos.com saat ditemui di lapaknya, Rabu (14/3/2019).

Dia menjelaskan, bau busuk menyebar setiap kali petugas membersihkan TPS dan setiap kali hujan sehingga mengganggu pedagang dan pengunjung pasar.

Salah satu pengunjung pasar, Eko Maulana, 32, menjelaskan, setiap hari berkunjung ke pasar sebanyak dua kali. Dia mengaku, terganggu dengan bau sampah yang menyengat. “Saya biasa kulakukan ayam pukul 05.00 WIB, siangnya balik lagi untuk setoran. Saat saya datang yang pagi, tumpukan sampah belum diambil petugas. Bau sampah menyengat kalau hujan,” katanya kepada Solopos.com.

Eko berharap, pengelola pasar memberikan solusi terkait seringnya TPS yang meluber dan menambah tempat sampah di los pasar.

Salah satu pengelola pasar, Wahyono, menjelaskan, pihaknya sering menjumpai warga membuang sampah di TPS pasar. Namun, pihaknya belum berhasil meminta identitas pembuang sampah. “Pukul 18.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB pagar kami tutup. Kadang ada yang membuang dari luar pagar. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan,”katanya kepada Solopos.com.

Wahyono menjelaskan, dalam satu pasaran, sampah TPS diangkut truk dari Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop UKM) Karanganyar sebanyak empat kali.

Kepala Desa Tuban, Sriyono Widodo, mengatakan, tidak mengetahui warga mana yang membuang sampah di TPS tersebut disebabkan Pasar Tuban merupakan perbatasan dari tiga wilayah kabupaten. Dia mengetahui warga sekitar pasar sering mengeluhkan bau busuk dari TPS tersebut.

“Kami memiliki TPS di Banjarejo yang dikelola warga setempat, sudah berjalan bagus. Tahun ini kami akan bangun TPS di Tuban Lor, pekan lalu sudah ditinjau lokasinya oleh Pemkab Karanganyar,”katanya kepada Solopos.com.

Avatar
Editor:
Riyanta

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten