Tulisan dari salah seorang peserta aksi #BengawanMelawan, Selasa (24/9/2019). (Nicolous Irawan/Solopos)

Solopos.com, SOLO - Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Soloraya mengikuti aksi longmarch dari Manahan menuju kantor DPRD Kota Solo melintasi Jl. Adisucipto, Solo, Selasa (24/9/2019). Aksi ini menjadi puncak dari tuntutan kepada pemerintah dan DPR agar menunda pengesahan RKUHP, penyelesaian masalah kebakaran hutan hingga protes pelemahan UU KPK.

Adapun protes yang mereka suarakan ialah terkait UU KPK yang sudah disetujui dan disahkan oleh DPR bersama pemerintah. Revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 itu dinilai membunuh KPK.

Selain itu, mereka juga menolak beberapa revisi UU yang memuat pasal kontroversial, seperti RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan dan RUU Pertanahan.

Beberapa pihak menamai aksi ini dengan nama Bengawan Melawan. Tagar #BengawanMelawan juga sudah berseliweran di sosmed. Mereka mendesak pemerintah membatalkan UU KPK dan meninjau kembali RUU kontroversial.

Jurnalis Solopos, Nicolous Irawan, Ferri Setiawan, dan Adib M. Asfar mengabadikan sejumlah tulisan-tulisan unik yang diusung peserta aksi. Berikut kompilasinya;

Cukup saya saja yang ambyar (istilah populer dari pendukung Didi Kempot yang arinya tercerai berai) KPK jangan

Plesetan dari lirik lagu Didi Kempot yang artinya "DPR apa salahku, kamu tega mengingkari janji".
DPR bangunlah, tidurmu terlalu miring.
Mendi jadi Sobat Ambyar (fans Didi Kempot) ketimbang KPK bubar.
Hidupmu seperti pohon pisang. Punya jantung, tapi tak punya hati.

Aku pengin pacaran tanpa ditangkap Polisi.

 

Cukup hatiku yang ambyar. Negaraku jangan.

Sebetulnya ingin Mabar (main bareng, istilah gamers) tapi bagaimana lagi, DPR-nya kurang cerdas kok. Ya, saya ke sini

 

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten