Ilustrasi uang tunai rupiah. (Bisnis-Paulus Tandi Bone)

Solopos.com, SURABAYA -- Kebutuhan uang tunai di di Jawa Timur selama Ramadan dan Lebaran 2019 diprediksi mencapai Rp33,4 triliun, sebagai dampak peningkatan transaksi masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Yudi Harymukti di Surabaya, Senin (29/4/2019), mengatakan total prediksi kebutuhan itu meningkat 14,77 persen dibanding 2018. Khusus Surabaya, diperkirakan kebutuhannya mencapai Rp17,1 triliun.

Yudi meminta masyarakat Jawa Timur tak perlu khawatir dengan tingginya kebutuhan itu, sebab BI Jatim menjamin kecukupan uang selama periode Ramadan dan Lebaran 2019.

"Bank Indonesia juga siap melayani kebutuhan uang tunai tersebut, dan memenuhi penukaran kebutuhan uang pecahan kecil," katanya.

BI Jatim, kata dia, telah melakukan langkah antisipatif melalui koordinasi dengan perbankan dan pihak terkait dalam upaya penukaran uang pecahan kecil yang akan dilakukan masyarakat.

Langkah itu, dengan disiapkan sejumlah lokasi penukaran uang di outlet perbankan, serta ditempat umum seperti di lapangan Makodam Brawijaya V Surabaya dan layanan di 17 lokasi rest area pada 8 ruas jalan tol.

Masing-masing rest area jalan tol yang menyiapkan penukaran uang recehan adalah Surabaya-Gempol, Surabaya-Gresik, Surabaya-Mojokerto, Mojokerto-Jombang, Gempol-Pasuruan, Ngawi-Kertosono, Pandaan-Malang dan Pasuruan-Probolinggo.

Penyiapan penukaran di rest area, dilakukan BI Jatim bekerja sama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mulai tanggal 28 Mei sampai 4 Juni 2019, khusus setiap hari Selasa dan Kamis.

"Nilai maksimal yang dapat ditukarkan oleh satu orang adalah sebesar Rp3,7 juta yang terdiri dari pecahan Rp2.000 hingga Rp20.000," kata Yudi.

Sedangkan di Lapangan Makodam, BI Jatim telah bekerja sama dengan 12 bank di wilayah Surabaya membuka jasa penukaran pada tanggal 21 sampai 23 Mei serta 27 sampai 29 Mei dengan jumlah maksimal penukar setiap hari adalah 1300 orang.

"Kami juga telah bekerja sama dengan 68 perbankan untuk membuka layanan penukaran di lebih dari 341 outlet perbankan di wilayah Surabaya dan sekitarnya," kata Yudi.

Layanan penukaran serupa, juga berlangsung di kabupaten/kota seluruh wilayah Jawa Timur yang memasang spanduk layanan penukaran.

"Agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga, masyarakat diimbau untuk menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan oleh BI bersama dengan perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI, untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: