Tuhan Tidak Tidur, Benarkah Azis Syamsuddin Tersangka?

Ketua KPK Firli Bahuri menunggu kedatangan Azis Syamsuddin pada Jumat (24/9/2021) besok.

 Azis Syamsuddin. (dpr.go.id)

SOLOPOS.COM - Azis Syamsuddin. (dpr.go.id)

Solopos.com, JAKARTA — “Bismillah, insyaallah Tuhan tidak tidur,” kata Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin singkat saat dimintai konfirmasi detikcom, 7 Januari 2020 silam.

Kala itu pemberitaan tentang keterkaitan Azis Syamsuddin dalam kasus dugaan suap di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung mulai gencar.

Azis dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Ia diduga berperan menaikkan dana alokasi khusus untuk Kabupaten Lampung Tengah kala menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Komisi 8 Persen

Sebagai imbalan untuk pengesahan DAK Lampung Tengah 2017 Azis disebut meminta komisi sebesar 8 persen. Selain ke MKD DPR ia juga dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Saat itulah ucapan “Tuhan tidak tidur” itu terlontar dari mulutnya.

Takdir Tuhan berlaku untuk semua hambanya, termasuk Azis Syamsuddin.

Informasi kuat dari internal KPK menyebut Azis telah ditetapkan sebagai tersangka. Politikus Partai Golkar itu dipanggil untuk diperiksa ke Gedung KPK, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: Kronologi Detail OTT Bupati Kolaka Timur yang Tersandung Suap Rp250 Juta 

Saat detikcom menanyakan hal ini, Ketua KPK Firli Bahuri menjawab singkat. “Pada saatnya akan kami sampaikan kepada publik,” ucap Firli, Kamis (23/9/2021).

Menunggu Azis

Firli menunggu kedatangan Azis Syamsuddin pada Jumat (24/9/2021) besok. Dia berharap junior eks Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) di Partai Golkar itu tidak mangkir.

“Ya, tentu penyidik menyampaikan panggilan karena kepentingan penyidikan sehingga terangnya suatu perkara. Kami berharap setiap orang yang dipanggil akan memenuhi panggilan sebagai wujud penghormatan atas tegak dan tertibnya hukum dan keadilan. Kita tidak boleh menunda keadilan karena menunda keadilan adalah ketidakadilan,” ujar jenderal polisi ini.

Kolega Azis di Partai Golkar mengaku belum melihat surat penetapan Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

Doa Terbaik

“Saya belum mengetahui secara pasti tentang status Pak AS. Karena sampai saat ini saya belum pernah melihat surat penetapannya,” kata Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Supriansa kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

“Yang pasti kami di Golkar selalu mendoakan yang terbaik buat Pak AS,” sambungnya.

Baca Juga: Tak Rukun, Bupati Bojonegoro Bagi-Bagi Bansos Disidak Wakilnya Sendiri 

Supriansa mengingatkan soal asas praduga tak bersalah menyangkut kasus Azis Syamsuddin. Golkar, kata Supriansa, menghormati proses hukum di KPK.

“Kami menghargai semua proses hukum yang ada di KPK terkait proses hukum AS. Mari kita mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya keputusan hukum yang tetap,” ujar anggota Komisi III DPR RI ini.

Lantas bagaimana posisi Wakil Ketua DPR yang masih diemban Azis Syamsuddin? Apakah Golkar bakal mengganti Azis Syamsuddin?

“Nanti kita lihat perkembangannya ya, karena ada mekanisme yang mengatur soal itu,” imbuhnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Dimutasi Setelah Picu Kontroversi, Aipda Ambarita: Satya Haprabu!

Aksi Ambarita menuai banyak kritik, salah satunya dari Kompolnas yang menyebut menggeledah tanpa surat perintah keliru.

Eaalaah...Admin Humas Polda Cecar Warganet di DM Instagram

Selain menegur, admin akun Humas Polda Kalteng juga meminta warganet tersebut untuk datang ke Kantor Humas Polda Kalteng.

Populasi Koala Berkurang, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Klamidia

Para ilmuwan di sebuah universitas Australia berharap dapat membantu agar populasi koala yang kian berkurang menjadi lebih sehat dengan vaksin klamidia untuk hewan berkantung.

Uji Nyali! Berkunjung ke Museum Santet Di Cirebon

Di dalam museum santet terdapat ratusan boneka yang digantung termasuk boneka menyerupai pocong yang dipasang di pinggir dan sudut-sudut.

KA Cepat Jakarta-Bandung Butuh 75 Tahun untuk Balik Modal!

https://www.solopos.com/target-uji-coba-kereta-cepat-jakarta-bandung-1146742?utm_source=terkini_desktop

Begal Payudara di Cipayung Tertangkap! Ini Motif Tindakannya

Dari hasil pengakuannya tersangka, tersangka mengatakan kalau dia ada rasa nafsu karena sering menonton film porno

Kangen, Ibunda Buronan Kasus MIT Minta Anak Pulang dan Menyerah

Di dalam video itu, sang ibu meminta anaknya untuk segera pulang dan menemuinya dan anggota keluarga lain.

Puluhan Pelajar Di Lombok Tengah Tepar, Ini Penyebabnya

Puluhan pelajar di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, harus mendapat perawatan di puskesmas setelah memakan gorengan.

Banjir Melanda Kota Samarinda, 9.444 Jiwa Di Lima Kelurahan Terdampak

Banjir melanda lima kelurahan di dua kecamatan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sebanyak 9.444 jiwa terdampak.

Sejarah Hari Ini : 21 Oktober 1944, Serangan Kamikaze Pertama

Beragam peristiwa terjadi pada 21 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari ini, salah satunya serangan kamikaze untuk kali pertama oleh pasukan Jepang.

Nekat! Pemuda Mabuk di Minahasa Panjat Tower Listrik

Aksi pemuda di Watudambo, Minahasa Utara, Sulawesi Utara sungguh nekat, dalam kondisi mabuk memanjat tower listrik

Sindikat Narkoba Dibongkar, 22 Kg Sabu Disita

Pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal dari penangkapan tersangka pertama pada 16 September 2021 di Kabupaten Deli Serdang, dengan barang bukti 0,13 gram sabu-sabu.

Keroyok Anggota TNI AU, Lima Orang di Medan Ditangkap

Pengeroyokan anggota TNI AU tersebut terjadi di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

PD Masuk Tiga Besar, Elektabilitas PDIP Terus Turun

Naiknya tingkat elektabilitas Partai Demokrat antara lain karena posisinya sebagai oposisi sehingga dapat memanfaatkan kekurangan kebijakan pemerintah,

Istri Diganggu, Martil Bicara

Antara tersangka dan korban ada terjadi perselisihan di mana korban sering mengganggu istri tersangka.

Polisi Memaksa Periksa HP di Jalan, Kompolnas: Tolak!

Kewenangan polisi dalam memeriksa identitas dan ranah privasi seseorang harus dilakukan sesuai prosedur.