Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

 Warga melintas di antara tugu tapal batas Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Yogyakarta, Sabtu (21/5/2022). Tugu tersebut berada di antara Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah dengan Kalurahan Sambirejo, Kapenawon Ngawen, Gunungkidul, DIY. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Warga melintas di antara tugu tapal batas Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Yogyakarta, Sabtu (21/5/2022). Tugu tersebut berada di antara Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah dengan Kalurahan Sambirejo, Kapenawon Ngawen, Gunungkidul, DIY. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas milik Keraton Surakarta. Tugu tersebut berdekatan dengan tugu tapal batas milik Keraton Yogyakarta di Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, DIY.

Tugu yang berada di wilayah Desa Burikan, Kecamatan Cawas terdapat lambang Keraton Kasunanan Surakarta berupa pelat logam. Kondisinya kusam dan berkarat. Kondisi cat tembok tugu berwarna putih mulai luntur.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Pada salah satu sisi tembok, ada pelat logam bertuliskan 22 Redjeb Alip 1867 dengan bagian sisi tembok di sebaliknya ada tulisan beraksara Jawa.

Kondisi berbeda pada tugu yang berada di wilayah Gunungkidul yang masuk wilayah Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen. Lambang Keraton Kasunan Yogyakarta terlihat jelas berupa pelat logam dengan warna lambang emas dan merah dengan latar belakang berwarna hitam.

Kondisi cat tembok tugu berwarna putih terlihat lebih bersih dibandingkan tugu di seberangnya. Pada salah satu sisi tembok ada tulisan latin 29 Djoemadil Awal 1867 dengan bagian sisi tembok di sebaliknya terdapat tulisan beraksara Jawa.

Baca Juga: Ini Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta-Yogyakarta di Perbatasan Klaten

Tugu itu dikelilingi rantai besi. Pada samping tugu ada papan bertuliskan Benda Cagar Budaya Tugu Batas Wilayah Kraton Yogyakarta SK Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Desa Burikan, Surata, menjelaskan gapura tapal batas peninggalan nenek moyang. Sejak dia lahir pada 44 tahun lalu hingga kini, gapura tak mengalami perubahan bentuk. Gapura itu kini menjadi batas wilayah provinsi Jawa Tengah dan DIY.

“Sebenarnya kami ingin merawat itu. tetapi setelah kami konsultasi, ternyata itu sudah menjadi cagar budaya. Kami sebenarnya ingin membaut gapura itu lebih cantik dan tidak kumuh cat-catnya. Ya kami sebatas prihatin saja,” kata Surata, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Bupati Klaten Peroleh Gelar Baru dari Keraton Surakarta, Apa Itu?

Salah satu warga Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Noto Miharjo, 72, mengatakan salah satu pelat lambang keraton pernah dicuri oleh tangan jahil beberapa tahun lalu. Pelat yang diambil berlambang Keraton Kasunanan Surakarta.

Namun, pelat berlambang Keraton Surakarta tergeletak di dekat SD yang berjarak ratusan meter dari tugu. Oleh warga, pelat itu lantas dikembalikan ke tempat semula.

“Lambangnya pernah mau diambil orang. Karena tidak kuat, sampai di dekat sekolah diletakkan dan ditinggalkan. Tetapi istilah mudahnya masih ada dayanya sehingga yang mau ambil tidak kuat. Mungkin karena dianggap unik dan antik, diambil mau dijual. Tetapi orangnya tidak kuat,” kata Noto Miharjo.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

+ PLUS Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

Upaya perlindungan mangrove sebagai ekosistem blue carbon tidak hanya mampu mengurangi emisi dan peningkatan simpanan carbon benefit tetapi juga memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkini

Ganjar Disomasi Terkait PPDB, Rudy: Malah Terkenal

Rudy, panggilan akrabnya justru menilai somasi terhadap Ganjar sebagai sesuatu yang bagus karena akan membuat Ganjar kian terkenal. 

Megawati Pusing Capres PDIP? Ini Kata Pengamat

Megawati Soekarnoputri diprediksi pusing memilih antara mementingkan internal partai atau mengikuti keinginan publik dengan mencapreskan Ganjar Pranowo. 

Prabowo, Anies dan Ganjar Maju Capres, Wapres dari Kelompok Islam

Ketiga capres yang diprediksi bakal bertarung adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

Pengunjung Grojogan Sewu Tawangmangu Naik 2 Kali Lipat

Saat ini jumlah pengunjung Grojogan Sewu naik dua kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Penerbangan Langsung dari Luar Negeri ke Solo Dikebut

Kemenparekraf bakal mempercepat layanan penerbangan langsung luar negeri ke Kota Solo.

Diminta Gibran, Sandiaga Siapkan Direct Flight dari Luar Negeri ke Solo

Menparekraf, Sandiaga Uno, menjanjikan akan mempercepat layanan penerbangan langsung dari luar negeri ke Kota Solo atas permintaan Gibran

Gibran: Percuma Promosi Pariwisata Tak Ada Direct Flight Luar Negeri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ingin ada penerbangan langsung atau direct flight dari luar negeri ke Solo seperti dulu.

Di Depan Rudy, KIB Solo Dukung Ganjar Pranowo sebagai Capres

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Kota Solo siap mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024.

Ruwatan di Gunung Lawu, Pusat Pemujaan Suci Masyarakat Jawa Kuno

Gunung Lawu, sama seperti gunung lainnya di Pulau Jawa dipercaya sebagai pusat kekuatan sakral dan pemujaan yang menghubungkan masyarakat Jawa kuno dengan dewa atau leluhur yang dianggap memiliki kekuatan gaib, sehingga kerap digunakan sebagai lokasi ruwatan.

Kota Solo 2 Kali Gagal Dapat Pengakuan UNESCO, Gibran: Proposale Elek

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, buka-bukaan kenapa kotanya dua kali gagal dapat pengakuan UNESCO sebagai Kota Kreatif.

Solo Gagal Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Sandiaga Turun Tangan

Menparekraf Sandiaga Uno akan membantu Solo mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai kota kreatif.

Anak Tak Lolos PPDB, Ortu Minta Kelas Virtual Pasar Kliwon Ditambah

Warga Pasar Kliwon, Kota Solo, meminta kuota rombongan belajar (rombel) kelas virtual ditambah agar bisa menampung lebih banyak siswa asal kecamatan itu yang tak lolos PPDB SMAN 2022.

Calhaj Asal Solo Mulai Diberangkatkan ke Jeddah

Jemaah calon haji (calhaj) asal Kota Solo sudah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci. Calhaj asal Kota Solo dibagi menjadi dua kelompok terbang atau kloter, yaitu 41 dan 42.

Penjualan Meningkat, Peternak Sukoharjo Malah Curhat Kurang Modal

Di tengah meningkatnya penjualan ternak untuk kurban di Kabupaten Sukoharjo, peternak justru curhat butuh modal.

Jejak Garam Rumahan Paranggupito Wonogiri dan Keunikan Pantainya

Kecamatan Paranggupito menjadi satu-satunya wilayah di Wonogiri, Soloraya, dan Jawa Tengah yang memiliki keunikan pesisir Pantai Selatan Pulau Jawa, dimana pernah ditemukan jejak pembuatan garam rumahan.