Tsunami Selat Sunda: Kisah Sedih Adit Kehilangan Orang Tua Sepulang Kejuaraan Sepak Bola
Polisi menghibur Adit yang kehilangan orang tuanya karena tsunami Selat Sunda. (Twitter-@Sutopo_PN)

Solopos.com, SOLO — Kisah tragis dialami bocah bernama Adit yang orang tuanya hilang diterjang tsunami Selat Sunda. Saat tsunami menerjang dan membuat kedua orang tuanya menghilang, Adit ternyata sedang berada di luar daerah tempat tinggalnya untuk mengikuti kejuaraan sepak bola di Lampung.

Kisah tragis itu dipublikasikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya, @Sutopo_PN, Jumat (28/12/2018). Sutopo mengunggah video kala Adit dihibur seorang polisi.

Berdasarkan video yang diunggah, polisi tersebut ingin Adit yang sudah kehilangan orang tua menganggapnya sebagai ayah. "Panggil papi aja ya. Papi kalau memang lagi enggak tugas nanti bisa temui Adit ya. Semangat dong, bisa kan semangat, apalagi bek, kuat ini kakinya," ujar polisi tersebut.

Sutopo mengonfirmasi orang tua Adit memang hilang lantaran diterjang tsunami Selat Sunda. "Ketika keluarganya tersapu tsunami, Adit sedang di luar kota ikut kompetisi sepak bola U-13 di Lampung. Cita-cita Adit ingin menjadi bintang sepak bola agar Indonesia selalu juara," ungkap pria 49 tahun tersebut.

Sontak kisah tragis terkait tsunami Selat Sunda itu memicu kesedihan bagi netizen. "Kedukaan paling mendalam adalah bukan saat menangis meraung, tapi justru ketika diam dengan tatapan kosong. Tatapan Adit sudah kosong. Enggak bisa bayangin ada di posisi dia," tulis pengguna akun Twitter @RonsImawan.

"Semangat kuat ya Adit, Tuhan menjaga Adit, banyak yang sayang Adit. Fokus sama cita-cita Adit, orang ya Adit pasti bangga," ungkap akun Twitter @eriestoctavist.

"Sampe nangis gini gua :(," imbuh pengguna akun Twitter @AllabusRoy.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom