Pagar dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Puskesmas Prambanan Klaten rusak ditabrak truk boks, Selasa (3/12/2019). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Klaten. Truk boks bermuatan air mineral dalam kemasan menabrak pagar Puskesmas Prambanan, Dukuh Tegalborong, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, Selasa (3/12/2019), sekitar pukul 02.00 WIB.

Selain merusak pagar serta taman, kejadian itu mengakibatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Puskemas Prambanan rusak.

Kronologi kejadian berawal saat truk boks Hyundai bernopol B 9153 BXR yang dikemudikan Dwi Budi Hendriyanto, 25, warga Depok, Sleman. DIY, melaju dari Jogja menuju Klaten. Diduga power steering truk rusak, sehingga sopir berniat menepikan kendaraan.

Namun, truk tersebut justru menaiki trotoar dan menabrak pagar puskesmas serta tiang telepon. Akibatnya, sebagian muatan truk berupa air mineral dalam kemasan jatuh serta posisi truk miring.

Peristiwa itu lantas dilaporkan ke Unitlaka Satlantas Polres Klaten pukul 04.00 WIB. Sekitar pukul 05.00 WIB, truk yang menutup salah satu pintu puskesmas mulai dievakuasi.

“Pukul 07.00 WIB proses evakuasi selesai. Posisi truk sudah diamankan di Unitlaka,” kata Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kanitlaka Polres Klaten, Ipda Panut Haryono, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa.

Sopir truk dipastikan tidak mengalami luka akibat kejadian itu.

Kecelakaan itu menghambat pelayanan puskesmas yang berada di tepi jalan raya Jogja-Solo itu. Pelayanan yang sebelumnya bisa dilakukan secara online untuk sementara dilakukan secara manual lantaran jaringan internet terputus setelah tiang telepon ditabrak truk.

Selain merusak pagar puskesmas, peristiwa itu membuat taman rusak. Selain itu, IPAL yang berdampingan dengan pagar yang ditabrak truk ikut rusak.

“IPAL sudah dicek oleh teknisi dan dipastikan tidak bisa berfungsi lagi. Ada sistem yang rusak dan tidak bisa dioperasikan akibat kejadian itu,” jelas Kepala Puskesmas Prambanan, Ahmad Budoli, saat ditemui di ruang kerjanya.

Soal nilai kerugian, Ahmad menjelaskan masih dalam proses penghitungan petugas puskesmas. Namun, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten