Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Rabu (28/8/2019). (Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso)

Solopos.com,  JAKARTA — Mantan caleg Partai Gerindra, Tri Susanti, menjadi tersangka dalam kasus kerusuhan di Asrama Mahasiswa " target="_blank" rel="noopener">Papua Surabaya karena menyebarkan provokasi melalui pesan instan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tidak percaya.

Fadli Zon mengatakan bahwa Tri Susanti yang akrab disapa dengan panggilan Mak Susi itu merupakan bekas caleg Gerindra. Dengan alasan itu, Fadli yakin tidak melakukan rasisme seperti yang disangkakan polisi.

“Dia kalau tidak salah membela Merah Putih yang dilecehkan. Dan di situ ada masyarakat 700 orang yang saya dengar sendiri dari Kapolda kalau mereka yang mengucap rasial harus diusut,” katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Fadli menjelaskan bahwa apabila aparat penegak hukum mengusut pelaku pengucap kata rasis di depan Asrama Mahasiswa " target="_blank" rel="noopener">Papua Surabaya, dia minta agar kasus tak berhenti pada Mak Susi. Baginya, apa yang dilakukan Mak Susi sudah benar karena membela bendera.

“Jadi semuanya hukum harus ditegakkan baik yang melemparkan, mematahkan. Yang diduga mematahkan bendera merah putih dan memasukkan itu ke got maupun mereka yang mengucapkan kata rasial. Itu tentu sangat menyakiti hati masyrakat bahwa itu harus diusut semuanya,” jelasnya.

Tri Susanti alias Mak Susi resmi ditahan penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur setelah dilakukan pemeriksaan selama 12 jam. Ini berawal dari insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua, Surabaya pada 16—17 Agustus lalu. Pemicunya adalah isu mahasiswa " target="_blank" rel="noopener">Papua melecehkan Merah Putih meski belum ada bukti mereka melakukannya.

Polisi kemudian menetapkan Mak Susi sebagai tersangka karena diduga ikut memprovokasi massa dengan ujaran rasis. 

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten