Tutup Iklan
Anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim menyisir Asrama Mahasiswa Papua di Jl Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Sebanyak 43 orang dibawa polisi terkait temuan pembuangan bendera di depan asrama. (Antara-Didik Suhartono)

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut kasus hukum yang tengah menimpa mantan caleg Gerindra, https://news.solopos.com/read/20190828/496/1015084/tri-susanti-korlap-pengepungan-asrama-mahasiswa-papua-surabaya-jadi-tersangka" target="_blank" rel="noopener">Tri Susanti, merupakan urusan pribadi. Tri Susanti menjadi tersangka dan diduga sebagai provokator dalam demo di depan Asrama Mahasiswa Papua Surabaya.

Andre mengatakan Gerindra tidak bakal memberikan bantuan hukum kepada Susanti. Partai tersebut akan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada penegak hukum untuk diproses.

"Enggak ada bantuan hukum. Itu kan urusan pribadi yang tidak ada kaitan dengan partai dan tidak ada urusan sama partai. Kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum," kata Andre kepada Suara.com, Kamis (29/8/2019).

Dia menegaskan bahwa Tri Susanti bukan merupakan kader Gerindra, melainkan hanya sebagai caleg saat Pemilu 2019. "Enggak, caleg doang," ujarnya.

Diketahui, Polda Jawa Timur menyebutkan politikus Partai Gerindra Tri Susanti alias Mak Susi sebagai provokator dalan demo di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Mak Susi pun ditetapkan jadi tersangka kasus penyebaran berita bohong dan penghasutan.

Penetapan tersangka tersebut merupakan buntut insiden yang terjadi di asrama mahasiswa https://news.solopos.com/read/20190829/496/1015212/setelah-internet-akses-telepon-dan-sms-di-papua-juga-dimatikan" target="_blank" rel="noopener">Papua di Surabaya beberapa waktu lalu. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan tersangka dianggap sebagai provokator dalam kegiatan pengibaran bendera di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, hingga menyebabkan terjadinya keributan.

Mantan caleg Partai Gerindra ini juga dianggap telah menyebarkan kabar bohong tentang adanya pengrusakan dan perobekan bendera merah putih di depan asrama mahasiswa Papua Jl Kalasan, Kota Surabaya. Padahal, bendera merah putih yang isunya dirobek itu, kondisinya masih utuh.

“Bendera tidak robek, tapi diberitakan robek, yang bersangkutan tidak melihat langsung sehingga ini hoaks memperkeruh suasana,” ujar Kapolda di Polda Jawa Timur, Kamis (29/8/2019).

Sejumlah barang bukti pun disita petugas kepolisian dari tangan tersangka. Barang-barang itu antara lain empat buah telepon genggam, sejumlah file video saat insiden terjadi, hingga tampilan komunikasi yang berisi ajakan menggelar aksi di asrama mahasiswa https://news.solopos.com/read/20190829/496/1015265/dipukul-mundur-massa-demonstran-di-jayapura-membubarkan-diri" target="_blank" rel="noopener">Papua di Surabaya.

“Bahkan baju yang dipakai pada saat kegiatan juga kita amankan,” kata Kapolda.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten