Tutup Iklan
Timnas Italia (Reuters-Jennifer Lorenzini)

Solopos.com, UDINE — Roberto Mancini sempat menjadi sorotan setelah memberi ruang amat luas bagi pemain belia untuk berseragam Timnas Italia. Maklum, “revolusi” itu tak cukup berhasil di awal kepelatihannya setelah Giorgio Chiellini dkk. hanya mampu menang tiga kali dari sembilan laga.

Kemenangan itu pun diraih dari negara “medioker” seperti Arab Saudi, Polandia dan Amerika Serikat dengan selisih hanya satu gol. Namun bukan Mancini namanya jika tak kukuh dengan pendiriannya sendiri. Di laga ke-10-nya bersama Italia saat menjamu Finlandia, Mancini kukuh mempertahankan amunisi mudanya macam Nicolo Barella, Federico Bernardeschi, hingga Nicolo Zaniolo.

Sang pelatih bahkan berani memasang Moise Kean, pemuda 19 tahun asal Juventus, sebagai starter di laga debutnya bersama Italia di Kualifikasi Euro 2020 Grup J. Dia menyimpan striker yang lebih pengalaman seperti Fabio Quagliarella dan Stephan El Shaarawy di bangku cadangan.

Keputusan meremajakan skuat itu terbukti tak keliru. Penggawa muda Mancini tampak kian solid saat Italia membekuk Finlandia dengan skor 2-0 dalam Kualifikasi Euro 2020 Grup J di Dacia Arena, Minggu (24/3/2019) dini hari WIB. Kean dan Barella bahkan sukses menjadi kunci kemenangan tim lewat gol-golnya.

Di menit ketujuh, Barella membuka keunggulan tim seusai menyambar bola hasil tendangan Marco Verratti yang gagal disapu pertahanan Finlandia. Kean mengunci kemenangan Azzurri di menit ke-74 setelah menyelesaikan umpan terobosan Ciro Immobile. Dengan gol itu, Kean kini menjadi pemain termuda kedua yang mencetak gol untuk Timnas Italia.

“Ada banyak kualitas di pemain muda kami, jadi tidak sulit memahami itu [keputusannya memberi ruang bagi pemain muda di starter],” ujar Mancini seperti dilansir Four Four Two, Minggu.

Peremajaan skuat memang langkah berisiko yang harus diambil Mancini seusai kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia 2018. Kemenangan atas Finlandia sendiri merupakan kemenangan kandang pertama mereka sejak mengalahkan Israel pada Kualifikasi Piala Dunia 2018, September 2017. Ini juga merupakan start ideal bagi Italia untuk lolos otomatis ke Euro 2020 sekaligus melupakan kegagalan mereka tampil di Piala Dunia.

Nicolo Zaniolo menyebut Mancini mewujudkan impian masa kecilnya saat dipanggil untuk debut bersama Timnas saat melawan Finlandia. Meski hanya bermain lima menit setelah menggantikan Verratti, gelandang AS Roma itu mengaku antusias untuk memberi yang terbaik bagi Gli Azzurri.

“Sekarang saya harus bekerja keras setiap hari. Saya harus berkembang di semua area karena bertahan di sini [Timnas] bakal lebih berat,” ujar pemain 19 tahun itu dilansir Football Italia

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten