Tren WFH Meningkat, Omzet Perusahaan Parkir Anjok

Terdapat kendala pemulihan omzet dan volume parkir lantaran perilaku masyarakat yang sudah terbiasa bekerja dari rumah selama pandemi ini.

 Ilustrasi Gedung Parkir (Istimewa/wuling.id)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Gedung Parkir (Istimewa/wuling.id)

Solopos.com, JAKARTA — Perusahaan pengelolaan perparkiran GB Parking optimis tren pemulihan bisnis parkir bakal berlanjut hingga 2022.

GB Parking mencatat terdapat perbaikan dari sisi omzet dan volume layanan mencapai 10 persen pada 2021 secara tahunan atau year-on-year (yoy).

PromosiKantor Pos Gladak Pernah Sengaja Dibakar Atas Perintah Slamet Riyadi

Direktur Utama GB Parking Firdaus berharap perusahaannya dapat mencatatkan torehan omzet yang naik sampai 50 persen pada akhir tahun ini. Hanya, dia khawatir, kenaikan kurva pandemi pada awal tahun ini bakal menghambat laju pemulihan bisnis perparkiran ke depan.

“Mudah-mudahan isu Omicron ini tidak memengaruhi ya, sempat sih ada penurunan di beberapa mal kalau dilihat dari sisi volumenya saat di Jakarta naik kasusnya,” kata Firdaus melalui sambungan telepon, Rabu (26/1/2022) seperti dilansir Bisnis.

Baca Juga: Lahan Dipakai Area Parkir Masjid Agung, SLB Digusur

Di sisi lain, dia mengatakan, terdapat kendala pemulihan omzet dan volume parkir lantaran perilaku masyarakat yang sudah terbiasa bekerja dari rumah selama pandemi ini. Menurut dia, kebiasaan baru itu bakal berpengaruh pada realisasi pemulihan bisnis perparkiran ke depan.

“Minat orang untuk ke kantor sekarang sudah beralih ya, ada penurunan sekarang orang sudah nyaman dengan kerja dari rumah yang juga berdampak pada parkir,” kata dia.

Adapun GB Parking mencatatkan penurunan omzet dan volume konsumen mencapai 70 persen pada 2020 secara yoy. Posisi itu perlahan naik menjadi 10 persen pada 2021.

Di sisi lain, Indonesia Parking Association (IPA) mengatakan perusahaan pengelola parkir membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun lagi untuk dapat memulihkan kembali arus kas yang terkontraksi lebar akibat pandemi. Selain itu, kerjasama bisnis dengan pemilik lahan masih terbilang timpang untuk keberlanjutan usaha operator.

Baca Juga: Lanjutan Kasus Tarif Parkir Nuthuk di Jogja, Begini Nasib Juru Parkir

Ketua IPA Rio Octavian mengatakan sistem bagi hasil dengan pemilik lahan cenderung tidak menguntungkan bagi operator. Skema yang baku belakangan ini, pemilik lahan mendapat 90 persen jatah pendapatan parkir yang dihimpun dari konsumen. Sisanya, uang parkir itu menjadi hak operator.

“Operator parkir hanya terima 10 persen bahkan kurang yang umum 6 persen ada juga 2 persen untuk perusahaan parkir besar tidak masalah tapi ini akan mematikan perusahaan parkir rintisan,” kata dia.

Dengan demikian, dia meminta, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan untuk mengintervensi besaran bagi hasil antara pemilik lahan dan operator tersebut.

Selama ini, kata dia, besaran bagi hasil diserahkan pada mekanisme pasar yang belakangan merugikan perusahaan parkir kecil karena kalah bersaing.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Harga Gula Naik, Pengusaha Pastikan Segera Turun, Ini Pendorongnya

Pekan ini beberapa pabrik gula sudah giling, dalam tiga hari ke depan keluar gula

Masuki Musim Giling, DPR Minta Pemerintah Pastikan Stok Gula Aman

Pada awal Februari 2022, holding pabrik gula milik BUMN, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sudah mengimpor sebanyak 25.000 ton gula mentah.

Mantap, Pertamina: Harga BBM dan Elpiji Tidak Naik

Pertamina menegaskan tidak menaikkan harga BBM dan elpiji setelah ada persetujuan dari DPR terkait asumsi harga BBM di atas US$100 per barel.

Siap-Siap, Tarif Listrik Pelanggan di Atas 3.000 VA akan Naik

Kenaikan tarif pelanggan listrik di atas 3.000 VA bertujuan dapat menjaga keadilan dan berbagi beban.

IHSG Ditutup Menguat, Saham BMRI Diborong Asing

Saham BMRI diborong asing dan membuat IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis (19/5/2022)

BRI (BBRI) akan Tambahi Modal PT BSI (BRIS) Lewat Rights Issue

BRI berkomitmen mendukung aksi right issue yang dilakukan Bank Syariah Indonesia pada kuartal III/2022.

BEI Peringatkan Saham Sritex (SRIL) Berpotensi Delisting, Kok Bisa?

saham SRIL telah mengalami suspensi selama satu tahun sehingga menurut BEI berpotensi delisting.

Beli Furnitur IKEA Kini Dapat Asuransi, Cek Syaratnya

IKEA bekerja sama dengan PT PasarPolis Insurance Broker dan PT Asuransi Astra Buana dalam memberikan asuransi pada sejumlah furniture yang dijualnya.

Apresiasi 1,5 Juta Nakes, KPC PEN Salurkan Insentif Rp8,83 Triliun

Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) telah menyalurkan insentif untuk 1,5 juta nakes dengan total senilai Rp8,83 triliun.

Bank Indonesia Prediksi Penyaluran Kredit Kuartal II/2022 Tumbuh

Saldo Bersih Tertimbang (SBT) perkiraan penyaluran kredit baru triwulan II/2022 hasil survei periode April 2022 sebesar 79,0% dan membuat Bank Indonesia memproyeksi penyaluran kredit bank lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2022.

Dorong Transformasi, Dirut BRI Sunarso Jadi Business Person of the Year

Pada acara Fortune Indonesia Summit 2022 tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso dinobatkan sebagai Business Person of the Year.

Bayar Tol Tak Lagi Pakai E-Toll dan Diganti MLFF, Ini Jawaban BPJT

Penerapan layanan nirsentuh pembayaran tol bukan hanya wacana, tetapi segera direalisasikan pada akhir 2022.

Favehotel Solo Raih Travellers' Choice Awards 2022 dari Tripadvisor

Favehotel Solo (Manahan Solo dan Solo Baru) berhasil meraih penghargaan Travelers’ Choice Awards 2022 dari TripAdvisor sebuah platform perjalanan terbesar di dunia pada Jumat (13/5/2022).

Begini Harapan CT pada PT Alo Bank Tbk. (BBHI) Dapat Cuan Tahun Ini

Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengatakan perbankan selama ini tumbuh dari pinjaman yang disalurkan dan pendapatan di luar bisnis perbankan (fee based income). Pada tahap awal, Allo Bank belum akan fokus pada fee based income.

Pemerintah Yakin Defisit APBN 2022 4,3 Persen, Turun dari Asumsi Awal

Pemerintah meyakini defisit APBN 2022 mencapai 4,3% turun dibandingkan asumsi awal 4,85%