Tren Kasus Demam Berdarah Dengue di Sragen Tiap Tahun Meningkat

Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sragen sejak 2020 terus meningkat. Untungnya angka kematian akibat DBD tak berjalan lurus dengan jumlah kasusnya.

 Ilustrasi padatnya ruang rawat inap pasien demam berdarah dengue (DBD). (JIBI/Solopos/Antara/Dedhez Anggara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi padatnya ruang rawat inap pasien demam berdarah dengue (DBD). (JIBI/Solopos/Antara/Dedhez Anggara)

Solopos.com, SRAGEN — Tren jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten sejak 2020 hingga pertengahan 2022 ini mengalami peningkatan. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen, Hargiyanto, mengatakan pada 2020 terdapat 64 kasus DBD di Sragen. Angkanya meningkat hampir 50% pada 2021 menjadi 94 kasus. “Kemudian per September 2022 meningkat menjadi 163 kasus,” terang Hargiyanto pada Solopos.com pada Rabu (28/9/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Walaupun jumlah kasus DBD meningkat, untungnya angka kematiannya menurun. Sepanjang tahun 2022 ini nihil kasus kematian akibat DBD. “Sedangkan pada 2020 lalu terdapat dua kasus kematian akibat DBD, dan 2021, terdapat satu kasus kematian,” ungkapnya.

Ia mengaku belum bisa memberikan data secara detail jumlah kasus DBD per kecamatan, namun secara umum kasus DBD merata pada setiap kecamatan.

“Kasus terbanyak terdapat di Kecamatan Karangmalang dan Kecamatan Sragen. Serta memang paling banyak menjangkit anak-anak. Hal tersebut karena masuk wilayah perkotaan dan dataran rendah, tidak seperti Kecamatan Sambirejo yang wilayahnya pengunungan,” terang Hargiyanto.

Baca Juga: DBD Merebak, Kader Jumantik Kecamatan Sukoharjo Datangi Rumah Warga

Cuaca yang tidak menentu, menurutnya, menjadi salah satu penyebab tingginya kasus DBD di Sragen. Cuaca ini yang menyebabkan nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dengan cepat.

“Untuk antisipasi yang bisa dilakukan oleh warga adalah program pemberantasan sarang nyamuk (PSN), yaitu dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memasang kelambu, dan memelihara ikan yang memakan jentik nyamuk,” tambahnya.

Ia  pun mengimbau  para kepala puskesmas tidak telat memberikan rujukan kepada pasien DBD yang parah.

Sementara fogging atau pengasapan tidak bisa sembarangan dilakukan. Ada syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan fogging, seperti adanya kasus meninggal atau positif DBD di wilayah tersebut. “Karena fogging itu pada dasarnya adalah racun jadi harus ada ketentuan opersionalnya,” kata Hargiyanto.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.