Tutup Iklan
TRANSPORTASI SOLO : Dishub Siapkan SP untuk Sopir Feeder Tak Patuh SOP
Angkutan pengumpan Batik Solo Trans (BST) terparkir di Kantor Dishub Kota Solo, Selasa (10/1/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Transportasi Solo, Dinas Perhubungan bakal memberikan surat peringatan kepassa sopir feeder yang tak patuh SOP.

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo segera melayangkan surat peringatan (SP) I kepada sopir angkutan pengumpan (feeder) yang tidak mematuhi standard operating procedure (SOP) pelayanan angkutan pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST) tersebut.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengatakan Dishub setiap hari mengerahkan petugas untuk memantau pengoperasioan feeder oleh koperasi angkuta Trans Roda Sejati (TRS) dan Bersama Satu Tujuan (BST). Dia menyebut petugas di lapangan bukan hanya mengarahkan sopir feeder untuk patuh SOP, melainkan juga mengevaluasi perkembangan mereka.

Petugas menilai keseriusan para sopir dalam mengoperasikan mobil ber-AC tersebut. "Petugas dari UPTD Transportasi setiap hari ke lapangan memanfat operasional feeder. Petugas melihat sejauh mana para sopir feeder mematuhi SOP yang telah dibuat," kata Hari saat berbincang dengan Solopos.com di Kantor Dishub, Kamis (4/5/2017).

Hari mengatakan dalam waktu dekat Dishub bakal melayangkan SP I kepada sopir yang dinilai tidak mematuhi SOP feeder meski telah diingatkan dan diarahkan petugas. Dia belum bisa menyebut berapa sopir yang bakal memperoleh SP I tersebut.

Hari menegaskan sopir yang memperoleh SP 1 tandanya semakin berpeluang untuk memperoleh sanksi berupa pencabutan izin mengoperasikan feeder. Feeder akan dialihkan kepada sopir lain yang sanggup mematuhi SOP yang dibikin Dishub.

"Ada tiga kali SP yang akan dilayangkan kepada sopir feeder jika terus menerus melanggar SOP.

Jika mereka tidak ada perbaikan sikap, feeder akan dicabut dan dialihkan kepada sopir lain. SP I akan kami terbitkan dalam waktu dekat. Nanti setelah enam bulan diresmikan, operasional feeder akan kami evaluasi secara menyeluruh," jelas Hari.

Hari menuturkan pelanggaran SOP yang masih kerap dilakukan sopir feeder, antara lain membuka pintu mobil dan tidak ngetem. Dia meminta para sopir feeder berjalan 6 rit per hari dengan jarak antarkendaraan 15 menit.

Hari menilai penyediaan layanan transportasi umum yang nyaman akan menguntungkan juga bagi para pengemudi maupun pengusaha angkuta. Dia yakin akan ada lebih banyak masyarakat yang menumpang angkutan tersebut jika pengemudi memberikan layanan optimal.

"Kami minta para pengemudi feeder dan angkuta untuk tidak lagi ngetem sembarangan atau melaju ugal-ugalan di jalan berebut penumpang. Pemkot akan mengupayakan pemberian subsisdi atau peningkatan kesejahteraan bagi penumpang jika mampu konsisten melayani penumpang dengan baik sesuai SOP," jelas Hari.

Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad, mengatakan Dishub pada 2017 ini bakal menyediakan 30 feeder baru. Pengadaan 30 feeder baru masih memasuki tahap persiapan lelang. Dia memprediksi pada Agustus manti 30 feeder tersebut sudah bisa mulai dioperasikan untuk melayani penumpang di Kota Bengawan.

Taufiq menjelaskan 30 feeder akan dikerahkan untuk melayani penumpang di koridor 11 dan 13 yang sekarang sudah diisi 41 feeder. "Koridor 13 kan baru tersedia 20 feeder. Sedangkan koridor 11 baru 21 feeder. Jumlah feeder masih kurang. Idealnya berdasarkan panjang trayek, rata rata satu koridor perlu diisi 30 feeder. Setelah koridor 11 dan 13 cukup, kami tinggal memenuhi kebutuhan armada baru untuk koridor lain," kata Taufiq.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho