BRT Trans Jateng. (Twitter.com-@perhubunganjtg)

Transportasi Jateng yang kini dilengkapi BRT Trans Jateng ternyata kurang match dengan Trans Semarang yang sebelumnya sudah ada.

Solopos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui Bus Rapid Transit Trans Jateng yang pengoperasiannya di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jateng masih kurang match dengan Trans Semarang yang telah dioperasikan sebelumnya oleh Pemerintah Kota Semarang.

"Mestinya, tidak ada ketersinggungan antara keduanya [Trans Jateng dan Trans Semarang]. Hanya butuh waktu bagaimana dibuat lebih match," katanya di sela-sela meninjau penertiban truk berlebihan muatan di Kota Semarang, Senin (10/7/2017).

Menurut dia, kepentingan BRT Trans Jateng dan Trans Semarang sebenarnya sama, yakni melayani kebutuhan transportasi masyarakat Jateng, khususnya Semarang karena juga melalui rute di wilayah Kota Atlas.

Pemprov Jateng baru saja meluncurkan BRT Trans Jateng Koridor I yang melayani rute Stasiun Tawang Semarang-Terminal Bawen, Kabupaten Semarang yang mengemban misi sebagai angkutan aglomerasi. Operasional BRT Trans Jateng di koridor I itu memiliki rute yang berimpitan dengan BRT Trans Semarang yang sudah melayani rute Terminal Terboyo-Sisemut, Kabupaten Semarang di Koridor II yang sudah beroperasi sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya sejak diluncurkan pada Jumat (7/7/2017) lalu, banyak terjadi persoalan akibat kurang terkoordinasinya personel Trans Jateng, terutama yang berpindah ke Trans Semarang maupun sebaliknya. "Tadi pagi, kebetulan saya sudah ketemu dengan Pak Gubernur [Ganjar Pranowo] dan menyampaikan itu. Beliau bilang, oke Pak dan solusinya seperti apa? Perlu ada kesepahaman," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan semestinya penumpang TransJateng bisa pindah ke TransSemarang dan sebaliknya cukup dengan satu tiket, tidak seperti sekarang yang masih ditarik tiket tersendiri.

Demikian pula mengenai rute yang berhimpitan, yakni dengan Koridor II BRT Trans Semarang yang lebih dulu beroperasi, lanjut dia, nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi dari kedua belah pihak. Yang jelas, kata dia, butuh komunikasi yang baik untuk menyelesaikan persoalan itu yang akan dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Jateng dan Kota Semarang sekaligus menyusun nota kesepahaman (MoU).

"Tidak lama lagi. Paling sekitar satu bulan lagi sudah ada MoU. Jadi, orang yang naik TransJateng sudah model satu tiket dengan Trans Semarang, dan sebaliknya," pungkas Hendi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten