Transfer Neymar ke Barcelona Rumit, Ini Masalahnya

Saga transfer Neymar barangkali menjadi perburuan pemain paling rumit dalam jendela transfer musim panas ini. Ketika tenggat pembelian pemain tinggal hitungan hari, peluang kepindahan striker Paris Saint-Germain (PSG) itu menuju Barcelona justru kian memudar.

Transfer Neymar ke Barcelona Rumit, Ini Masalahnya

SOLOPOS.COM - Neymar (Reuters-Paulo Whitaker)

Solopos.com, BARCELONA — Saga transfer Neymar barangkali menjadi perburuan pemain paling rumit dalam jendela transfer musim panas ini. Ketika tenggat pembelian pemain tinggal hitungan hari, peluang kepindahan striker Paris Saint-Germain (PSG) itu menuju Barcelona justru kian memudar.

Usut punya usut, Ousmane Dembele menjadi batu sandungan bagi kepulangan Neymar ke Camp Nou. Dalam tawaran yang diajukan pada PSG, Barcelona siap membayar 100 juta euro (Rp1,5 triliun) plus Ousmane Dembele dan Nelson Semedo.

Kebetulan, kedua pemain tersebut memang diinginkan Les Parisiens untuk menjadi paket transfer bagi Neymar. Tim Catalan itu juga menawarkan opsi lain yakni duit 170 juta euro (Rp2,6 triliun) plus Dembele. Namun eks winger Borussia Dortmund itu justru menolak pindah.

Dembele bersikeras ingin melanjutkan karier di Blaugrana meski telah dibujuk para petinggi tim untuk meninggalkan Camp Nou. Padahal Direktur Barcelona, Javier Bordas, sebelumnya mengonfirmasi rencana Barca membawa pulang Neymar sudah kian dekat.

“Dia 100% bertahan. Tidak ada peluang baginya untuk pergi. Dia ingin meraih kemenangan di Barca,” ujar agen Dembele, Moussa Sissoko, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (29/8/2019).

Situasi ini disebut-sebut membuat PSG jengah. RMC Sport mengklaim tim raksasa Prancis itu baru saja mengubah pikiran dan menolak skema uang plus pemain untuk memboyong Neymar. Les Parisiens hanya mau melepas bintang Timnas Brasil itu di kisaran harga minimal 220 juta euro (Rp3,4 triliun), sama dengan nilai yang dikeluarkan PSG ketika memboyong sang pemain dari Barca.

Sikap jual mahal Les Parisiens diyakini tak lepas dari kondisi mereka yang tengah krisis striker. Dua ujung tombak mereka, Edinson Cavani dan Kylian Mbappe tumbang karena cedera sehingga PSG “hanya” punya striker kelas dua macam Eric Maxim Choupo-Moting dan Pablo Sarabia.

“Selalu penting bagi Neymar untuk bermain. Akankah kita lihat dia main melawan Metz di laga berikutnya? Itu bukan keputusan saya. Kalau itu tergantung saya, dia pasti sudah main hari ini,” tukas Pelatih PSG, Thomas Tuchel, dilansir AS, beberapa hari lalu.

Tawaran baru Barca senilai 150 juta euro plus Dembele dan Rakitic pun hanya dipandang sebelah mata PSG. Belakanga Blaugrana juga menawarkan Arthur Melo dan bek mudanya, Jean-Clair Todibo, yang disebut Marca sebagai langkah frustrasi tim asuhan Ernesto Valverde.

Les Parisiens sendiri tidak lagi yakin punya waktu cukup untuk mencapai kesepakatan tentang transfer Neymar. Bursa transfer Eropa bakal ditutup 2 September mendatang. 

Berita Terkait

Berita Terkini

BNI Kantor Cabang Surakarta Percepat Penyaluran Bansos di Sragen dan Karanganyar

Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Surakarta melakukan upaya percepatan penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar

Bocah SMP asal Kalasan Sleman Ditemukan Meninggal di Rumah dengan Bekas Luka

Remaja 16 tahun yang masih duduk di bangku SMP di Kalasan, Sleman, ditemukan meninggal dengan bekas luka senjata tajam. Diduga Jadi korban pembunuhan.

Kematian Pasien Corona di Soloraya Tinggi, BNPB: Butuh Perhatian Khusus

Kepala BNPB menyebut angka kematian pasien corona di Soloraya cukup tinggi hingga memerlukan perhatian khusus.

2 Atlet Panahan Indonesia Gugur di 64 Besar Olimpiade Tokyo 2020

Diananda Choirunisa dan Alviyanto Bagas Prastyadi tersingkir dari babak 64 besar.

50 PKL Sragen Dites Swab Antigen Dulu Sebelum Ambil Bantuan Sembako

Ada 1.622 PKL mengambil paket sembako di Pendapa Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen. Para petugas dari TNI dan Pemkab Sragen memeriksa setiap PKL yang hadir.

BPS Solo Survei Perilaku Masyarakat Masa Pandemi, Apa Dampaknya?

BPS Solo tengah merampungkan hasil Survei Perilaku Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 yang digelar secara serentak pada 13 - 20 Juli 2021 lalu.

Lagi, 6 Formasi Dokter Spesialis Nihil Pendaftar Pada Perekrutan CPNS di Ponorogo

Bukan kali ini saja formasi dokter spesialis dalam perekrutan CPNS di Ponorogo nihil pelamar.

Atlet Dayung Indonesia Tak Bisa Berbicara Banyak di Olimpiade Tokyo 2020

Melani Putri/Mutiara Rahma Putri gagal memperebutkan posisi 13-18 di Final C setelah tak mampu menembus posisi tiga besar.

Sudah 3 Bulan Berkas Kasus Satai Beracun Belum Juga P21, Ada Apa?

Penyidik Polres Bantul menyebut telah mengembalikan berkas perkara kasus satai beracun kepada Kejari setelah sebelumnya dinyatakan P19.

Mercedes-Benz EQS Bersistem Roda Kemudi 10 Derajat

Mercedes-Benz EQS akan hadir dengan sistem kemudi roda belakang yang dapat memutar hingga 10 derajat.

Jumlah Penumpang Turun 40 Persen, DAMRI Tetap Tegakkan Prokes

DAMRI mencatat  penurunan jumlah penumpang selama masa PPKM darurat maupun level 4 yang dimulai sejak 3-25 Juli 2021.

Buntut Kasus Oknum TNI AU Injak Kepala Tunarungu, Panglima TNI Marah Besar dan Copot 2 Komandan

Panglima TNI copot Danlanud dan Dansatpom Johanes Abraham Dimara, Merauke, terkait kasus dua prajurit TNI AU yang menginjak kepala warga tunarungu.