Transaksi Solo Great Sale 2020 Tembus Rp808 Miliar, Ini Produk Paling Laris
Opening Ceremony Solo Great Sale (SGS) 2020 di kawasan Ngarsopuro, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (2/2/2020). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Solo Great Sale (SGS) 2020 ditutup pada 29 Februari dengan total nilai transaksi Rp808,363 miliar. Produk otomotif tercatat membukukan nilai transaksi paling tinggi.

Nilai total transaksi ini jauh melebihi target SGS 2020 senilai Rp700 miliar (115% dari target) dan naik 32% dari realisasi transaksi SGS 2019 yang mencapai Rp611 miliar.

Sekretaris SGS 2020, David R. Wijaya, setelah penutupan SGS 2020 di Balai Kota Solo, Sabtu (29/2/2020) malam WIB, mengatakan sektor otomotif menempati urutan tertinggi transaksi dalam SGS 2020 ini.

David menambahkan transaksi sektor otomotif mencapai Rp217,152 miliar. Setelah itu disusul sektor mal dan pusat perbelanjaan dengan nilai transaksi Rp148,89 miliar.

Sosok Bakul Sayur Karanganyar Wisuda Bawa Bronjong: Rajin Nabung dan Tahajud

Di urutan ketiga ada jasa keuangan yang mencatatkan transaksi Rp128,025 miliar. Di posisi keempat ada transportasi dan travel dengan nilai Rp107,178 miliar dan pasar tradisional Rp75,069 miliar.

Nilai transaksi di 44 pasar tradisional naik signifkan dibanding tahun lalu yang hanya Rp26,538 miliar. Hal ini dipengaruhi jumlah pedagang yang ikut serta sebagai tenant atau merchant.

Ada sebanyak 14.416 pedagang di 44 pasar tradisional yang ikut serta. Tahun lalu, hanya 2.000-an pedagang pasar tradisional yang ikut.

"Di sisi lain, ada tiga kategori yang dilombakan untuk kian menggeliatkan pasar tradisional di Kota Solo, yakni pasar e-retribusi, pengelolaan terbaik, dan pasar nontunai," imbuhnya.

Ekspedisi Mistis Sara Wijayanto Berburu Hantu di Kota Solo Ketemu Arwah Kelaparan

Kategori pasar transaksi nontunai, gelar juara diraih Pasar Singosaren, diikuti Pasar Cinderamata, dan Pasar Gede. Sedangkan pasar e-retribusi, juaranya Pasar Bangunharjo, diikuti Pasar Sibela, dan Pasar Klewer.

Kategori pengelolaan pasar disabet Pasar Depok, disusul Pasar Besi, dan Pasar Penumping.

Sebelumnya, Ketua Panitia SGS 2020, Farid Sunarto, mengatakan antusiasme peserta tahun ini luar bisa. Ada target 7.000 tenant yang ikut serta.

Tenant sebanyak itu terdiri dari berbagai sektor, mulai dari bidang perhotelan, pusat perbelanjaan, properti, otomotif, kuliner, BUMN, BUMD, hingga pasar tradisional.

Sukabumi Berpotensi Gempa M8,7 dan Tsunami 3 Meter, Ini Penjelasan BMKG

Tahun ini untuk kali pertama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo sebagai penyelenggara SGS meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama Solo Sale untuk mempermudah konsumen memasukkan data transaksi, mengecek poin, hingga melihat beragam promo dan diskon.

Aplikasi Solo Sale ini untuk customer atau konsumen, sementara untuk merchant atau tenant memakai Solo Sale Tenants.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho