Tutup Iklan

Transaksi Makin Praktis dengan Dompet Digital

Inovasi-inovasi teknologi pun terus bermunculan menawarkan banyak trobosan baru yang pastinya berdampak positif terhadap kualitas layanan masyarakat.

Transaksi Makin Praktis dengan Dompet Digital

SOLOPOS.COM - Sobri Hidayat Finkky dan Fatiah Cahyaningsih dari SMAN 2 Karanganyar

Melihat pertumbuhan inovasi yang sangat cepat memudahkan kita dalam menjalani aktivitas yang serba digital ini. Banyak kemudahan yang bisa kita rasakan seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Inovasi-inovasi teknologi pun terus bermunculan menawarkan banyak trobosan baru yang pastinya berdampak positif terhadap kualitas layanan masyarakat.

Salah satu inovasi teknologi yang sangat memudahkan masyarakat dalam bertransaksi adalah Dompet Digital (E-Wallet). Dompet digital (e-wallet) adalah layanan aplikasi yang memberi kemudahan kepada para penggunanya untuk melakukan pembayaran. Tidak perlu lagi membawa dompet yang tebal kemana-mana, cukup membawa handphone saja kita sudah bisa melakukan transaksi jual beli secara elektronik dengan cepat dan juga aman.

Penggunaan dompet digital sendiri sangat mudah. Kita bisa melakukan berbagai transaksi tanpa perlu membawa uang tunai. Hanya dengan mengisi saldo yang ada dalam akun e-wallet, kita sudah bisa melakukan semua pembelian baik secara online maupun offline.

Kemudahan dan kenyamanan yang telah dirasakan konsumen dari penggunaan dompet digital membuatnya semakin digandrungi oleh masyarakat. Penggunaan yang praktis ditambah lagi dengan banyaknya promo-promo menarik membuat masyarakat perlahan beralih ke dompet digital.

Dompet digital di Indonesia sendiri cukup beragam. Inovasi-inovasi baru yang terus bermunculan membuat jumlah dompet digital terus meningkat. Saat ini dompet digital yang sudah ada di Indonesia antaralain; GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan masih banyak lagi.

GoPay, OVO,DANA, dan LinkAja merupakan keempat brand e-wallet yang paling banyak dikenal oleh kalangan muda. Keempat brand dompet digital ini terus digunakan secara konsisten sampai saat ini, bahkan terus mengalami kenaikan. Sebagian besar pengguna e-wallet pun mengatakan akan tetap melakukan transaksi dengan dompet digital walaupun tanpa adanya promo yang ditawarkan. Mari kita ulas sedikit keempat brand e-wallet tersebut.

Salah satu dompet digital yang paling banyak digunakan pertama kali oleh pengguna e-wallet adalah Gopay, kemudian disusul OVO, Dana, dan LinkAja. GoPay merupakan salah satu layanan yang masih menjadi bagian dari Gojek. Dengan GoPay kita bisa membeli paket data, membayar tagihan listrik, kredit, ataupun BPJS. Kita pun juga bisa membayar belanjaan kita di e-commerce dengan GoPay.

Yang kedua ada OVO. Tidak jauh beda dengan GoPay, OVO juga menawarkan layanan pembayaran secara online. Sayangnya kita tidak bisa membayar tagihan seperti BPJS, listrik dan lainnya dengan OVO.

Namun, kelebihan yang ditawarkan OVO sendiri adalah ia memiliki OVO Points yang membuat kegiatan bertransaksi jadi lebih menyenangkan. Setiap transaksi yang kita lakukan, kita akan mendapatkan point yang nantinya bisa ditukar dengan layanan yang ada di OVO.

Yang ketiga ada DANA. Seperti halnya OVO dan GoPay, DANA merupakan uang elektronik berbasis layanan pembayaran secara digital dengan menggunakan aplikasi. Dan yang membanggakan, DANA merupakan karya anak bangsa. Fasilitas yang ditawarkan DANA pun tidak jauh beda dengan GoPay. Dengan DANA kita bisa membayar tagihan bulanan, membeli kuota internet, voucher game, bahkan kita bisa dapat beragam promo dan cashback dengan ini.

Yang terakhir ada LinkAja.Pastinya tidak jauh beda dengan ketiga brand e-wallet yang sudah kita bahas sebelumnya. LinkAja juga menawarkan layanan pembayaran secara online. Yang menarik dari LinkAja, ia menawarkan berbagai promo menarik hingga mencapai lima puluh persen, serta promo berhadiah paket data secara gratis.

Tidak hanya itu, sebenarnya masih ada banyak lagi ragam brand e-wallet. Banyaknya brand-brand e-wallet yang ada dengan layanan menarik yang ditawarkan membuat kita tertarik untuk memiliki semuanya. Tapi bukankah akan ribet jika kita harus menggunakan kode QR yang berbeda-beda disetiap aplikasinya? Sekarang kita tak perlu lagi memiliki banyak aplikasi e-wallet yang berbeda. Kini hadir lagi inovasi baru di dunia perekonomian digital yang pastinya akan semakin mempermudah transaksi kita.

Sekarang, Bank Indonesia telah merancang dan menetapkan standarisasi yang berlaku untuk semua sistem pembayaran berbasis kode QR yang ada di Indonesia. Inovasi baru tersebut adalah Quick Response code Indonesia Standar atau biasa disebut QRIS.

QRIS bukan suatu aplikasi atau instrument pembayaran. QRIS adalah semacam pembayaran yang menggunakan scan QR namun tetap memakai dompet digital seperti mobile banking atau uang elektronik berbasis server. QRIS memudahkan kita bertransaksi dan keamanannya pun lebih terjamin karena sudah terstandarisasi oleh Bank Indonesia. QRIS diadakan untuk lebih memudahkan kita melakukan pembayaran digital melalui satu pintu saja. Satu QRIS bisa digunakan untuk semua aplikasi pembayaran digital. Dengan sistem QRIS, pembayaran non tunai di berbagai aplikasi e-wallet bisa dilakukan cukup dengan scan satu QR code saja.

Melihat evolusi perekonomian digital ini telah menjadi bukti kemajuan di dunia digital yang semakin pesat. Globalisasi dan ekonomi digital tidak akan pernah dilepaskan oleh pengaruh besar teknologi. Dunia teknologi yang terus berkembang membuat tingkat persaingan di dunia digital pun meningkat.

Berita Terkait

Berita Terkini

Gegara Utang Rp50.000, Pria Mabuk Ngamuk Sayat 4 Orang Pakai Pisau di Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Gara-gara perkara utang Rp50.000, Agus Sulistyo alias Ngonggang, 30, warga Dukuh Grogol, RT 01/RW 03, Desa Nglorog, Sragen, mengamuk hingga melukai empat orang sekaligus dengan sabetan pisau.

Pemanfaatan Pelayanan Digitalisasi Ekonomi Terhadap UMKM 4.0

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM juga bisa diartikan sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha ukuran kecil.

Bayar Tanpa Cash Bisa Cegah Penularan Virus Corona

Tren metode pembayaran saat ini terus berkembang, salah satunya dengan menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Bahkan WHO mengimbau masyarakat bertransaksi secara non tunai untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pakai QRIS Lebih Praktis

Kemajuan teknologi telah menyapa berbagai aspek termasuk perekonomian digital. Bank Indonesia selaku pelaksana kebijakan moneter di Indonesia meluncurkan sistem pembayaran menggunakan QRIS sejak tanggal 17 Agustus 2019.

Transaksi Makin Praktis dengan Dompet Digital

Melihat pertumbuhan inovasi yang sangat cepat memudahkan kita dalam menjalani aktivitas yang serba digital ini. Banyak kemudahan yang bisa kita rasakan seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Inovasi-inovasi teknologi pun terus bermunculan menawarkan banyak trobosan baru yang pastinya berdampak positif terhadap kualitas layanan masyarakat.

Digitalisasi Keuangan dan Ekonomi, Indonesia Makin Bergengsi

Era digital yang dibersamai dengan hadirnya pandemi Covid-19 meningkatkan penggunaan keuangan dan ekonomi digital. Seperti yang dikatakan oleh Senior Data Scientist Lembaga Riset Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Sharing Vision, Dimitri Mahayana bahwa selama pandemi, terjadi booming pemakaian m-banking dan e-money, yaitu naik 50%.

Simplifikasi Keuangan Model Lawas Menuju Financial Technology, Peluang atau Ancaman?

Revolusi industri 4.0 membawa perubahan signifikan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pada era ini, terjadi pergeseran trend inovasi ke arah teknologi digital. Dalam aspek sosial, teknologi sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat agar bisa berkomunikasi satu sama lain. Begitu pula pada aspek ekonomi. Perkembangan financial technology atau yang biasa dikenal dengan fintech semakin menyatu dengan masyarakat dan menghapus sekat-sekat diferensiasi sosial. Namun, semakin dikenalnya financial technology dikhawatirkan akan menyebabkan disrupsi dalam kehidupan masyarakat.

Ternyata QRIS Masih Belum Diketahui Milenial, Simak Faktanya!

Perubahan di segala bidang kehidupan pasti terjadi seiring berjalannya waktu. Kita sedang hidup di zaman milenial, era dimana transformasi, digitalisasi, dan simplifikasi merupakan kunci utamanya. Tak beda halnya dengan sistem perekonomian di Indonesia yang terus mengalami pembaruan. Seperti penggunaan uang fisik dalam kehidupan sehari-hari yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat, kini semakin berkurang karena hadirnya uang giral. Kemajuan teknologi yang pesat melahirkan berbagai inovasi yang dulu hanya menjadi angan-angan semata. Sekarang kita tidak perlu khawatir jika keluar rumah tanpa membawa dompet dan uang, cukup membawa smartphone dan semua masalah pembayaran dapat terselesaikan.

Digitalisasi, Solusi UMKM Hadapi Pandemi

Tak bisa dipungkiri, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu penggerak utama perekonomian. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai 99,9% (data Kementerian Koperasi dan UKM RI) dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia.

Meningkatnya Produktivitas Teknologi Dompet Digital

Di era milenial ini, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya teknologi digital, semua pekerjaan sekarang banyak yang sudah mengandalkan teknologi digital. Contohnya pekerjaan dibidang perekonomian, pendidikan, politik, dan lain sebagainya. Kali ini kita akan membahas mengenai teknologi digital dalam bidang perekonomian. Salah satu contohnya seperti dompet digital .

Evolusi Barter Hingga QRIS

Zaman terus berkembang dari waktu ke waktu. Sama halnya dengan teknologi yang terus berevolusi, sehingga mendorong suatu kemajuan ekonomi.

Ekonomi Anti Sial dengan Literasi Finansial Digital

Apa isi timeline media sosial Anda saat ini? Apakah dipenuhi dengan influencer kaya raya yang suka bagi-bagi atau menghamburkan uang? Apa dampak dari Anda menonton konten-konten yang menghamburkan uang? Apakah berpengaruh terhadap cara kamu mengatur keuanganmu? Mari kita bahas!

Ekonomi dan Keuangan Digital Menuju Indonesia Maju

Mengenal Bank Indonesia Pasti kamu pernah mendengarnya, entah itu dari media digital maupun dari media langsung seperti koran. Sebenarnya apa sih Bank Indonesia, apa saja tugas mereka, mari kita simak bersama.

Transformasi Pasar Tradisional Menjadi Pasar Online

Tahukah anda faktor yang menyebankan terjadinya trasformasi pasar tradisional menjadi pasar online? apa dampak yang di timbulkan? Serta bagaimana cara mengatasinya? Kita tidak bisa memungkiri bahwa perkembangan terknologi yang semakin pesat membawa banyak perubahan di dalam kehidupan manusia, tak terkecuali di sektor perdagangan.

Keuangan dan Ekonomi Digital Menuju Indonesia Maju

Pada era globalisasi banyak sekali perkembangan yang telah terjadi, salah satunya adalah perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi berdampak pada beberapa aspek, salah satunya pada aspek transaksi dan jual beli. Pada artikel ini, penulis akan membahas mengenai keuangan dan ekonomi digital menuju Indonesia maju.

Financial Planning Bagi Generasi Milenial di Era New Normal

“Perencanaan keuangan yang benar, seperti membuat anggaran, menabung untuk dana darurat, berinvestasi, menyiapkan biaya untuk masa pensiun dapat membantu Anda hidup lebih sejahtera, meskipun ada badai keuangan.” – Ben Bernanke

Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

Hai sobat milenial! Dimanapun anda berada. Banyak dari kita kaum milenial yang sekarang serba online, misalnya seperti belanja, transportasi, serta sekolah pun dilakukan secara online. Perkembangan ini memaksa kita untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan media digital, misalnya pada sistem pembayaran.

BI Bergeliat Memajukan Indonesia di Era Ekonomi Digital

Revolusi internet mendorong kemajuan teknologi digitalisasi mampu merenovasi wajah negeri. Perubahan teknologi analog ke teknologi digital merombak cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang serba canggih. Ruang dan waktu semakin terkompresi dan semakin memuncak bersamaan tragedi pandemi. Transisi menyurihkan segala bidang, tidak lepas dari hal tersebut adalah digitalisasi ekonomi yang hadir begitu cepat dapat memangsa yang lambat dan bukan yang besar memangsa yang kecil.

Optimalisasi Go Digital dalam Program UMKM Onboarding di Masa Pandemi

Seperti yang kita ketahui, di masa pandemi ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia mulai menurun. Bahkan saat pemberian pembekalan kepada alumni PPRA 60 dan 61 Lembaga Ketahanan Nasional, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi ini memang sulit untuk dicapai. Hal ini juga dapat dirasakan tidak hanya oleh pemerintah, namun semua masyarakat Indonesia juga merasakannya. Bahkan bisa dikata jika Indonesia sempat mengalami krisis perekonomian pada masa pandemi ini.

Potensi Indonesia dalam menghadapi Ekonomi dan Keuangan Digital

Tahun 1991 seorang bernama Tim Berners-lee memperkenalkan istilah world wide web dan mulai saat itulah internet mendunia, banyak orang yang melakukan kegiatan dengan menggunakan internet. Internet sendiri merupakan suatu jaringan komunikasi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan satu alat atau media elektronik dengan media elektronik lain walaupun jarak jauh. Perkembangan zaman menuntut kita untuk melakukan revolusi digital. Internet mengambil alih hampir seluruh aktivitas manusia yang awalnya dilakukan secara face to face. Masuknya teknologi dalam kehidupan manusia memberikan banyak dampak dalam beberapa bidang.

Kemudahan dalam Genggaman BRIlink di Pelosok Jenawi

Indonesia saat ini sedang melaju dalam menerapkan revolusi industri 4.0. Kehadiran industri 4.0 menjadi bukti bahwa perkembangan industri teknologi menjadi kebutuhan primer dalam kemajuan suatu negara. Teknologi dapat mendorong perekonomian suatu Negara dari tradisional ke arah ekonomi digital modern.

Implementasi QRIS dalam Menghadapi Ekonomi dan Keuangan Digital Menuju Indonesia Maju

Konsep industri di era digital atau biasa dikenal dengan era revolusi industri 4.0 membuat ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang pesat. Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan konsep tersebut. Berganti tahun, kini muncul pula konsep baru yang disebut Society 5.0 yang mana tidak jauh-jauh dari unsur teknologi konsep ini pun digagas untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan membentuk sinergi antara manusia dan teknologi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan.

Gojek Transportasi Terbaik

Kita semua pasti gak asing lagi kan dengan kata “Gojek”? Ya Gojek adalah sebuah perusahaan transportasi online yang beroperasi diseluruh kawasan Indonesia. Kalian tau gak siapa pemilik perusahaan Gojek? Tidak lain dan tidak bukan pemilik perusahaan adalah Nadiem Makariem yang pasti nama tersebut tak asing lagi kan dengan nama beliau. Namanya mulai akrab dengan kita sejak beliau menjadi Mendikbud Indonesia pada kabinet Indonesia maju dimasa presiden Joko Widodo dan KH.Makruf Amin sebagai Wapres Indonesia.

Peradaban Ekonomi Digital Revolusi 4.0

Hay Sahabat Baca semuanya, tahu kah kalian bahwa revolusi teknologi sudah memasuki 4.0, dimana sebelumnya kita sudah melewati revolusi ketiga (3.0) yakni revolusi teknologi. Saat itu waktu dan ruang sudah tak lagi berjarak. Di revolusi industri 3.0 telah mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Namun juga dibalik itu masih ada kekurangan yaitu industri lebih memilih mesin dan robot daripada manusia. Era 3.0 menghadirkan teknologi mesin menciptakan kendaraan, membuat waktu dan jarak semakin dekat sehingga mengusung sisi kekinian (real time) loh Sahabat Baca.

Daya Tarik QRIS di Masa Pandemi

Kemajuan teknologi dapat memengaruhi sektor perekonomian yaitu dengan sistem pembayaran yang lebih efisien. Kecanggihan teknologi ekonomi digital memberikan QR Code sebagai alat pembayaran, sehingga masyarakat dapat bertransaksi tanpa membawa uang tapi cukup dengan menggunakan ponsel.

Kemajuan Ekonomi Digital dari Sisi E-Commerce (Di Era Pandemi Covid-19)

Pandemi covid seperti saat ini, merupakan salah satu hal yang membuat masyarakat Indonesia merasa khawatir akan ekonomi yang mereka hadapi khususnya bagi pelaku usaha. Pelaku usaha yang sudah tidak kaget akan penurunan omzet penjualan, tidak akan mengeluh dengan kejadian yang dihadapi saat ini. Dengan adanya persaingan di dunia jual beli, maka perlu adanya penggunaan teknologi  yang saat ini semakin maju. Teknologi komunikasi tidak hanya digunakan untuk browsing, membuat status di media sosial, youtube. Namun juga dapat dimanfaatkan untuk mereka yang memiliki usaha dagang dengan menerapkan ekonomi digital. Ekonomi digital di Indonesia sudah menjadi semakin maju dan menjadi berkembang. Dengan adanya ekonomi digital, masyarakat dengan mudah untuk melakukan jual beli di market place, web, instagram, shoppe, lazada maupun di bukalapak.

Belanja Online Meningkat, Masyarakat Antusias dalam Penggunaan Digital Keuangan melalui Smartphone

Kebutuhan masyarakat untuk membeli suatu barang tidak dapat terbendung ketika dalam keadaan darurat. Tahukah kalian bahwa aktivitas ekonomi seperti halnya jual-beli tidak serumit di masa lalu. Apabila di masa lalu konsumen memberi barang harus datang jauh ke toko yang menjual barang tersebut, maka hari ini kita tidak perlu susah payah untuk melakukan hal yang demikian.

QRIS: Pembayaran Digital Semakin Praktis, Solusi Efektif di Masa Pandemi

Di era yang serba digital saat ini, kita hampir tidak bisa lepas dari teknologi. Mulai dari penggunaan mesin-mesin untuk mempercepat pekerjaan, hingga yang paling dekat dengan kita, yaitu telepon genggam. Proses digitalisasi yang menyeluruh membuat semua aspek terdampak digitalisasi dan tentunya berhubungan dengan internet. Berbagai kalangan usia sudah tidak asing lagi dengan keberadaan internet yang juga makin berkembang dan populer. Keberadaan internet dapat membuat berbagai aktivitas menjadi lebih mudah dan efisien. Internet pun sudah menjangkau berbagai aspek kehidupan, misalnya untuk komunikasi dengan berbagai aplikasi chatting dan sosial media, hingga pendidikan juga sudah banyak menggunakan media internet atau daring.

Fintech, Tawaran Solutif Indonesia Maju

Di tengah pandemi COVID-19 ini, terjadi pembatasan aktivitas sosial masyarakat. Meskipun begitu, kehidupan ekonomi masyarakat harus tetap berjalan walau mengalami kelumpuhan. Banyak perusahaan yang terpaksa mengurangi jumlah produksi barang dan tenaga kerja karena menurunnya daya beli masyarakat akibat pendapatan yang juga menurun.

Eksistensi QRIS BI, Solusi Pembayaran di Masa Pandemi Covid-19

Dewasa ini perkembangan teknologi berkembang dengan pesat, sistem pembayaran dalam transaksi ekonomi mengalami perubahan. Perkembangan teknologi dalam pembayaran menggantikan peranan uang tunai (currency) sebagai alat pembayaran menjadi bentuk pembayaran digital yang lebih efektif dan efisien. Pembayaran non tunai pada umumnya dilakukan melalui alat pembayaran dengan cara transfer antar bank ataupun intra bank melalui jaringan internal bank sendiri. Pembayaran non tunai juga dapat dilakukan dengan menggunakan warket, dan Real Time Gross Setlement (RTGS). Pembayaran non tunai berbentuk warket sepertic ek, bilyet, giro, nota debet dan nota kredit.

Peran Financial Technology Menurut Konsep Ekonomi Islam

Pertumbuhan Financial Technology telah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, bersamaan dengan pertumbuhan generasi millenial yang telah beranjak dewasa, sehingga dinilai menjadi pasar yang amat potensial.

Aktualisasi Ekonomi Digital di Daerah Rural

Zaman semakin berkembang begitu pula sarana dan fasilitas bagi masyarakat. Nah, perkembangan sarana dan fasilitas tersebut antara lain sarana transportasi yang semakin memadai, alat elektronik yang memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi, juga sektor ekonomi yang mengalami digitalisasi.

Ekonomi Digital Untuk Indonesia Maju

Kegiatan mendapatkan dan memberikan barang adalah hal yang sangat dekat dengan kita. Hal tersebut tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan hidup serta memperoleh kenyamanan. Mulai dari kebutuhan primer hingga tersier, kebutuhan jasmani dan rohani, kebutuhan untuk saat ini hingga yang akan datang, sampai kehidupan individu dan kelompok.

Marketplace dan Online Shop, Serupa tapi Tak Sama

Dikutip dari laman CNN Indonesia, negara kita tercatat sebagai penyumbang 40% dari total ekonomi internet di Asia Tenggara yang mencapai US$100 Miliar. Hal ini didorong oleh perdagangan elektronik yang melaju semakin pesat secara signifikan.