Transaksi Jual-Beli Tanah di Sukoharjo Meroket di Tengah Pandemi

Jual beli tanah di Sukoharjo, Jawa Tengah, terpantau meningkat selama pandemi Covid-19.

 Ilustrasi tanah. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tanah. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO – Transaksi jual-beli tanah di Sukoharjo meroket di tengah badai pandemi Covid-19. Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi penyumbang terbesar PAD Sukoharjo senilai Rp41 miliar.

Properti dinilai masih menjadi primadona investasi karena memiliki nilai aset yang terus meningkat tanpa banyak mengalami fluktuasi dan risiko yang relatif cukup rendah selama masa pandemi Covid-19.

Masyarakat yang bermodal besar melirik investasi tanah di daerah strategis terutama wilayah satelit atau penyangga Kota Solo seperti di wilayah Kecamatan Kartasura, Baki, Grogol, dan Mojolaban.

Baca juga: 13 Ruas Jalan Sukoharjo Masih Ditutup hingga 9 Agustus, Mana Saja?

Hal ini mendorong peningkatan realisasi BPHTB yang melonjak tajam pada semester I 2021. Realisasi BPHTB hingga awal Agustus mencapai Rp41 miliar. Catatan positif ini turut mengerek realisasi PAD Sukoharjo hingga Rp74 miliar atau naik 21,57 persen.

“Realisasi PAD Sukoharjo justru meningkat selama pandemi pada semester I 2021. Penyumbang terbesar yakni pajak daerah termasuk BPHTB,” kata Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo, Richard Tri Handoko, saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya, Rabu (4/8/2021).

Realisasi pajak daerah mencapai Rp24 miliar atau sekitar 14,97 persen. Selama ini, Pemkab Sukoharjo mengandalkan pajak daerah untuk mendongkrak penerimaan PAD Sukoharjo. Selain BPHTB, pajak daerah lain yang diandalkan pemerintah yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Hingga awal Agustus, realisasi PPJ mencapai Rp47 miliar dan PBB senilai Rp14 miliar.

“Hanya pendapatan transfer dari pemerintah pusat ke daerah dipangkas untuk menyokong penanganan pandemi Covid-19 termasuk program vaksinasi,” ujar dia.

Baca juga: Protes PPKM Diperpanjang Dinar Candy Bakal Pakai Bikini, Serius?

Richard bakal mengevaluasi realisasi PAD Sukoharjo setiap bulan sebagai pijakan dalam menyusun tata kelola keuangan daerah pada APBD-Perubahan 2021. Apalagi, masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang hingga 9 Agustus 2021.

Pertimbangan lain, lanjut Richard, kondisi industri dan pelaku usaha kolaps lantaran minimnya pemasukan akibat pandemi Covid-19. Mereka kesulitan menjalankan roda bisnisnya lantaran pemasukan setiap bulan tak sebanding dengan biaya operasional.

“Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kembali menggeliat secara perlahan-lahan setelah pembatasan aktivitas usaha selama pemberlakuan PPKM,” papar dia.

Baca juga: Baru Dibeli, Mobil Damkar Sragen Langsung Beraksi Padamkan Kebakaran Lahan Tebu Seluas 1 Ha

Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa, menyatakan Pemkab terus menggenjot penerimaan PAD Sukoharjo dari berbagai sumber termasuk pajak daerah. Optimalisasi penerimaan pajak daerah untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah.

Agus tak menampik penerapan PPKM dan program vaksinasi membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun, Pemkab telah melakukan refocusing anggaran sebesar delapan persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp67 miliar untuk membiayai percepatan pengendalian pandemi Covid-19.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Mi Seblak Ada di Tambongwetan Klaten, Rasa Kencurnya Menggugah Selera

Mi seblak bikinan Teh Nita dinilai sangat kuat dengan citarasa ala Jawa Barat (Jabar), yakni kuat dengan resep kencurnya.

Boyolali Genjot Vaksinasi Pelajar, Berharap PTM Digelar Penuh

Cakupan vaksinasi di Kabupaten Boyolali berdasarkan data kartu tanda penduduk (KTP) mencapai 80,14 persen.

DLH Boyolali Dorong Penanganan Sampah Rampung di RT

RT bisa mengelola sampah melalui bank sampah atau membikin galian kecil yang biasa disebut jugangan untuk menampung sampah organik.

9.000 PKL dan Warung di Wonogiri Dapat Bantuan Rp10,8 Miliar

Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri menjamin penyaluran bantuan senilai Rp1,2 juta/penerima itu tepat sasaran.

Dana Insentif Pemkot Solo Anjlok, dari Rp78 Miliar Jadi Rp21 Miliar

Dana insentif daerah (DID) yang diterima Pemkot Solo sebagai bentuk penghargaan atas raihan opini WTP tahun ini malah anjlok drastis.

Anggota Tikus Pithi Se-Jawa Dilatih Jurnalistik oleh Solopos Institute

Puluhan anggota Tikus Pithi Hanata Baris dari sejumlah wilayah di Jawa mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Solopos Institute di Solo.

Kebakaran di Klandungan Sragen Menimpa Dapur Rumah Warga

Kebakaran yang terjadi di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal Sragen, menimpa dapur warga yang berdekatan dengan lokasi penyimpanan jerami. Kerugian ditaksir Rp10 juta.

SGS 2021 Jadi Harapan Pusat Perbelanjaan Solo untuk Dongkrak Transaksi

Pengelola pusat perbelanjaan di Kota Solo sangat berharap para event Solo Great Sale atau SGS 2021 bisa mendongkrak jumlah kunjungan dan transaksi di mal.

Peralihan Musim, BMKG Jateng: Waspadai Puting Beliung di Soloraya!

BMKG Jateng mengimbau warga wilayah Soloraya termasuk Sukoharjo untuk mewaspadai potensi bencana angin kencang saat peralihan musim kemarau penghujan.

Picu Kerumunan, Padang Rumput Tegalharjo Wonogiri Ditutup

Padang rumput luas di wilayah Desa Tegalharjo ini ramai dikunjungi warga setelah viral di media sosial Instagram.

Hujan Abu Tipis di Selo Boyolali, Aktivitas Warga Tetap Normal

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Selasa malam pukul 19.41 dan 19.48 WIB.

11 Siswanya Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Kepala SMPN 8 Solo

Klaster penularan Covid-19 di sekolah yang menggelar PTM di Solo meluas ke jenjang SMP, yakni SMPN 8 dan SMPN 4 dengan total 12 siswa positif.

Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Dalam setahun, omzet yang diperoleh Suwono, 70, bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

Awas Nabrak Lur! Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Depan TSTJ Solo

Warga berharap tiang listrik di tengah jalan depan objek TSTJ, Jebres, Solo, bisa digeser ke tepi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Wagub Jateng Dorong Adanya Wisata Halal di Tawangmangu, Ini Maksudnya

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, mendorong wisata halal di Tawangmangu untuk membidik wisatawan dari negara muslim.