SOLOPOS.COM - Traktor bantuan Presiden Joko Widodo untuk Ponorogo, Jumat (6/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)

Traktor Jokowi menjadi kontroversi gara-gara penarikan di berbagai tempat. Pemkab Wonogiri menjamin hal itu tak akan terjadi.

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertan TPH) Wonogiri memastikan tidak ada penarikan bantuan traktor yang diberikan Presiden Jokowi. Sebanyak 37 traktor bantuan Jokowi itu belum dibagikan ke petani dan masih disimpan di kantor.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Kepala Dispertan dan TPH Wonogiri, Safuan, mengatakan bantuan 37 traktor dari Menteri Pertanian yang secara simbolis dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi kepada petani di Wonogiri sejauh ini belum dibagikan. Belum dibagikannya bantuan itu bukan karena traktor akan ditarik kembali oleh pemerintah.

“Kami pastikan penarikan bantuan mesin traktor yang terjadi di sejumlah daerah seperti Cirebon dan Ponorogo tidak terjadi di Wonogiri,” ujar Safuan ketika dihubungi Solopos.com, Sabtu (21/3/2015).

Dia mengatakan belum diberikannya bantuan itu ke pada petani disebabkan karena pihaknya masih melakukan tahapan verifikasi calon petani calon lokasi (CPCL). Proses CPCL tentunya tidak mudah dan memnutuhkan waktu cukup lama. “Kami harus datang mengecek langsung penerima bantuan traktor. Kami tidak ingin bantuan ini salah sasaran sehingga perlu dilakukan verifikasi terlebih dahulu kepada calon penerima bantuan,” kata dia.

Dia menjelaskan proses verifikasi ditargetkan selesai bulan ini. Setelah proses verifikasi selesai 37 penerima bantuan traktor itu langsung dipertegas dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Wonogiri. Setelah itu bantuan baru bisa diberikan. “Kami manargetkan awal April bantuan 37 traktor bersumber dari dana APBN itu sudah diterima petani,” paparnya.

Dia mengatakan total petani yang menerima bantuan ini sebanyak 120 unit. Dimana pembagian bantuan itu sudah dimulai sejak tahun lalu. Sementara itu, kelompok tani yang ada di Wonogiri dari hasil pendataan Dispertan TPH sebanyak 2.412 kelompok tani.

“Tahun ini ada sebanyak lima kecamatan yang akan menerima bantuan ini. Lima kecamatan itu yakni Kecamatan Giriwoyo, Sidoharjo, Jatisrono, Purwantoro, dan Kismantoro. Sementara itu, salah seorang petani asal Kismantoro, Mulyadi, mengaku khawatir apa yang terjadi di Ponorogo dan Cirebon terjadi di Wonogiri.

“Molornya pemberian traktor yang terjadi di Wonogiri jangan-jangan akibat bantuan bermasalah sehingga ditarik kembali. Kami berharap kejadian itu tidak terjadi karena petani sangat membutuhkan bantuan itu untuk mendukung program swasembada pangan,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya