Triyono (di kasur) menerima kunjungan Komunitas Netizen Karanganyar di rumahnya Dusun Bangsren RT 001/RW 006, Desa Alastuwo, Kebakkramat, Karanganyar, Minggu (8/9/2019). (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Triyono, warga Dusun Bangsren RT 001/RW 006, Desa Alastuwo, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, mengalami kecelakaan kerja yang membuat daging telapak kaki kanannya habis akibat terkena mesin.

Kaki kanan Triyono hingga kini dibalut perban setelah tergilas mesin penggiling bahan baku batu bata, Senin (5/8/2019) lalu. 

Triyono mengalami kecelakaan saat membantu tetangga menyelep tanah untuk bahan baku batu bata. Saat itu mesin dalam kondisi rusak sehingga ia naik di atas mesin untuk memasukkan tanah dengan cara menginjak tanpa alas kaki.

Nahas, telapak kaki kanan Triyono terpotong pisau mesin hingga daging satu lembar utuh terpisah dengan kakinya. Ia dilarikan ke RS Karima Utama Surakarta untuk mendapatkan pertolongan pertama lalu dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo.

Triyono menjalani operasi pertama dan lima hari rawat inap. Tim medis mengamputasi tiga jari kaki kanan Triyono. Sampai tahap tersebut ia menghabiskan sekitar Rp17 juta dan keluarga meminta menunda cangkok daging karena membutuhkan biaya lebih banyak sementara belum tersedia dana.

“Saya punya BPJS mandiri tetapi tidak dapat digunakan saat perawatan pertama karena saya termasuk kecelakaan kerja. Keluarga meminta saya untuk menunda operasi. Saya punya tabungan dua juta, jual motor, dan pinjam saudara,” ujarnya, Minggu (8/9/2019).

Kini pria itu merasakan panas pada kaki. Perban tebal yang membalut kaki Triyono lembap karena sudah waktunya diganti. Setiap dua hari sekali perawat mengganti perban kaki Triyono.

Ketika perawat datang mengganti perban ia tidak berani melihat luka pada kakinya. Istri Triyono, Nugalih Pratiwi, mendampingi Triyono setiap perawat mengganti perban.

“Istri saya berani melihat proses mengganti perban. Saya selalu berpesan untuk memfoto luka saya dan akan saya lihat ketika saya sudah sembuh. Tapi berselang satu hari dia hapus fotonya, mungkin dia enggak kuat,” kata laki-laki 33 tahun tersebut.

Setiap Rabu Triyono kontrol ke RSUD dr. Moewardi Solo. Pada Senin (9/9/2019) dia diminta datang untuk menjalani perawatan dan melanjutkan operasi kedua dengan memindahkan daging pada paha ke telapak kaki kanannya.

“Saya yakin bisa sembuh tetapi butuh proses kesabaran. Dokter bilang proses pemilihan bisa mencapai setengah tahun. Saya sudah belajar sabar terkena musibah,” ujarnya.

Triyono mengatakan harus menjalani dua kali operasi lagi untuk proses penyembuhan. Dalam sekali operasi dibutuhkan dana Rp30 juta sampai Rp40 juta. Kali ini ia sudah mempersiapkan dana yang dibutuhkan untuk pengobatan dengan berbagai upaya serta bantuan dari berbagai elemen masyarakat.

Pada Minggu, Komunitas Netizen Karanganyar yang terdiri atas Info Wong Karanganyar, Cinta Karanganyar, Pejuang Sosial Community, Cah Rantau Karanganyar, Sedulur Karanganyar, Sedulur Bumi Lawu, memberikan bantuan moral dan donasi untuk menambah dana untuk biaya operasi Triyono.

“Ini langkah awal kami saja. Harapan kami lebih banyak komunitas yang ikut berperan membantu Triyono mengingat kondisi kesehatan dan ekonomi yang butuh bantuan,” kata koordinator kegiatan, Triyanto, 32.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten