Tragis! Bonceng 2 Balita, Pengendara Motor di Semarang Meninggal Tertimpa Pohon

Seorang pengendara sepeda motor di Semarang meninggal dunia saat memboncengkan dua anak balita akibat tertimpa pohon jati yang tumbang.

 Sepeda motor milik korban yang tertimpa pohon jati saat melintas di Jalan Palir Kaliancar, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (7/10/2022) sore. (Solopos.com-Dok. Sukarelawan Semarang)

SOLOPOS.COM - Sepeda motor milik korban yang tertimpa pohon jati saat melintas di Jalan Palir Kaliancar, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (7/10/2022) sore. (Solopos.com-Dok. Sukarelawan Semarang)

Solopos.com, SEMARANG — Nasib tragis menimpa seorang pengendara motor di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), yang tertimpa pohon tumbang hingga meninggal dunia, Jumat (7/10/2022) sore. Korban bernama Avieq Avendi, 31, warga Kampung Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, itu tertimpa pohon jati yang tumbang saat melintas di Jalan Palir Kaliancar, Kecamatan Ngaliyan.

Komandan Lapangan Basarnas Semarang, Nurman, mengatakan peristiwa pohon tumbang yang menimpa pengendara motor itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban tengah membawa dua anaknya yang masih balita atau bayi berusia di bawah lima tahun.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Korban luka parah di kepala. Meninggal di lokasi kejadian,” kata Nurman kepada wartawan, Jumat (7/9/2022).

Nurman mengatakan kejadian itu berawal saat korban melintas di Jalan Palir Kaliancir, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125. Korban mengendarai sepeda motor dari arah Pasar Mangkang menuju Kaliancar.

Ketika melintas itu, korban tiba-tiba tertimpa pohon jati yang tumbang di lokasi kejadian.

Baca juga: Waspada, Sudah 207 Pohon Tumbang di Sragen Akibat Angin Kencang

Nurman menambahkan saat peristiwa itu korban baru saja menjemput dua anaknya yang dititipkan di rumah orang tua. Kedua anak korban itu berusia empat tahun berjenis kelamin perempuan dan anak laki-laki berusia menjelang tiga tahun.

Saat kejadian itu, cuaca sebenarnya cukup bagus. Bahkan tidak ada angin maupun hujan yang bisa menjadi penyebab pohon jati itu tumbang.

“Entah kenapa pohon bisa tumbang. Saat kejadian tak ada angin atau hujan,” jelas Nurman.

Baca juga: Korban Pengeroyokan di Dekat MAJT Semarang Meninggal, 7 Orang Diringkus

Akibat tertimpa pohon itu, korban pun mengalami luka parah di bagian kepala hingga meninggal di lokasi kejadian. Sementara anak perempuannya mengalami luka-luka dan sempat dibawa ke RS Permata Medika untuk mendapatkan perawatan.

“Sedangkan anak laki-laki dibawa ke Kantor Basarnas, karena belum ada keluarga yang datang [menjemput],” jelasnya.

Kejadian pohon tumbang itu tidak hanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Akibat pohon tumbang, arus lalu lintas di Jalan Palir Kaliancir juga sempat tersendat. Meski demikian, petugas Basarnas bersama warga sekitar telah mengevakuasi pohon jati yang tumbang itu sehingga jalan tersebut bisa kembali dilalui.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      PLN Salatiga Sosialisasikan Listrik Premium, Listrik Tanpa Padam

      PLN menghadirkan layanan listrik premium, dimana jalur kelistrikan pihaknya menyiapkan secara dobel.

      Kampung Melayu Bersolek, Siap Jadi Ikon Wisata Baru di Semarang

      Kampung Melayu saat ini tengah dalam tahap revitalisasi dan siap menjadi ikon baru wisata di Kota Semarang.

      Ini Kronologi Nelayan Rawa Pening Meninggal Tenggelam

      Saat perahu terguling, korban sempat berteriak minta tolong, tetapi karena jarak terdekat dari nelayan lain di luar jangkauan.

      Sedih! Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Pati Bertambah

      Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), bertambah menjadi dua orang pada Kamis (1/12/2022).

      Diduga Korsleting, 3 Kios di Pasar Buah Mlati Kopeng Hangus Terbakar

      Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika H A, membenarkan akan kejadian kebakaran kios buah tersebut, dan pihaknya menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

      Gegara Baling-Baling Perahu Nyangkut Tali, Nelayan Rawa Pening Meninggal Dunia

      Saat di tengah rawa, tiba-tiba baling-baling perahu tersangkut bekas tali pancang beranjang. Perahu terbalik di kedalaman kurang lebih 6 meter

      Pj Wali Kota: Layanan Kesehatan RSUD Salatiga Harus Maksimal dan Lebih Ramah

      Pada Desember ini RSUD Salatiga akan menggelar survei akreditasi agar bisa mempertahankan akreditasi paripurna.

      Intiyas Utami, Serba Pertama dari Guru Besar hingga Rektor Perempuan di UKSW

      Rektor UKSW Intiyas Utami merupakan guru besar perempuan pertama UKSW pemegang sertifikat internasional Qualified Auditor Internal dan Certified Management Accountant.

      Banjir Bandang Akibatkan 1 Orang Meninggal dan 146 Warga di Pati Dievakuasi

      Banjir bandang yang melanda dua desa pada dua kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 146 orang dievakuasi.

      Cabul! Pria di Tegal Rudapaksa Bocah Perempuan saat Tidur

      Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), tega melakukan perbuatan rudapaksa terhadap bocah perempuan berusia 13 tahun yang tengah tidur.

      Seharian Hujan Lebat, 3 Kecamatan di Pati Tergenang Banjir Bandang

      Sejumlah desa di tiga kecamatan pada Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) diterjang banjir bandang pada Rabu (30/11/2022).

      Resmi! Intiyas Utami Jabat Rektor UKSW 2022-2027

      Prof Intiyas Utami resmi menjabat sebagai Rektor UKSW Salatiga untuk periode 2022-2027.

      Foto Sosok Dheo Daffa, Pembunuh Keluarga di Magelang Beredar di Medsos

      Foto sosok pelaku pembunuhan keluarga di Magelang, Dheo Daffa, beredar dan viral di media sosial atau medsos.

      Ternyata! DD Magelang Beri Dawet Campur Racun ke Orang Lain Selain Keluarga

      DD atau Dheo Daffa Syahdilla, anak yang bunuh keluarga dengan racun ternyata juga memberikan racun dicampur minuman dawet ke orang lain.

      Dampak Perang Rusia, Ekspor Udang Cilacap ke Eropa Drop

      Krisis Eropa akibat perang Rusia turut dirasakan petambak udang di Cilacap di mana permintaan ekspor menurun.