Tragis! Bayi 1 Tahun Ditemukan Merangkak di Dekat Mayat 5 Anggota Keluarganya

Kisah tragis kali ini tentang seorang bayi berusia satu tahun ditemukan merangkak di dekat mayat anggota keluarganya di pinggir jalanan Fiji.

Tragis! Bayi 1 Tahun Ditemukan Merangkak di Dekat Mayat 5 Anggota Keluarganya

SOLOPOS.COM - Ilustrasi bayi (Freepik)

Solopos.com, SUVA — Seorang bayi berusia satu tahun ditemukan merangkak sendirian di pinggir jalanan Fiji oleh warga setempat. Bayi itu ditemukan tidak jauh dari lokasi anggota keluarganya yang telah meninggal dunia. Dia diperkirakan sudah berada di lokasi tersebut selama 36 jam.

Dilansir CNN, Sabtu (31/8/2019), insiden itu terjadi di wilayah pegunungan Nausori Highland, Fiji. Wilayah tersebut merupakan daerah terpencil di Semenanjung Pasifik Selatan. Berdasarkan hasil penyelidikan, keluarga bayi itu terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak. Mereka ditemukan tergelatak tak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/8/2019).

Sampai saat ini, polisi masih mencari penyebab kematian anggota keluarga bayi itu. Dugaan sementara, mereka meninggal dunia karena mengonsumsi zat beracun. Namun, tidak dijelaskan detail zat apa yang dimaksud.

Dikutip dari BBC, bayi berusia setahun itu ditemukan oleh warga setempat bernama Kelera Toloi, 25. Dia menemukan bayi itu dalam keadaan menangis sambil terus merangkak di pinggir jalan. Bayi yang disebut bernama Samaira Kumar itu kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

“Saya menggendong dan langsung mengganti popojknya yang basah. Saya juga memberinya dua botol susu. Dia terlihat sangat lapar,” kata Kolera Toloi.

Awalnya, Kolera Toloi mengira bayi itu dibuang oleh keluarganya. Namun, dia kemudian menelusuri tempat ditemukannya si bayi untuk mendapatkan petunjuk.

“Awalnya aku berpikir orang mana yang tega melakukan hal semacam ini. Untung dia tidak berjalan terlalu jauh dari tebing. Aku melihat mayat bergeletakan. Bagi seorang ibu, ini merupakan pemandangan yang mengerikan,” terang Kolera Toloi.

Adapun kelima orang yang tewas massal itu diidentifikasi sebagai Nirmal Kumar, 63, bekerja sebagai tukang kayu. Kemudian istrinya, Usha Devi, 54, putrinya Nileshni Kajal, 34, dan dua anak perempuan Kajal yang bernama, Sana, 11, dan Samara,8.

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.