TRAGEDI PEMBUNUHAN ANGELINE : Saksi Sebut Angeline Dipukul 10 Kali hingga Dijambak
Aksi keprihatinan RIP Angeline di arena Car Free Day Kota Solo, Minggu (21/6/2015). (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos)

Tragedi pembunuhan Angeline masih dalam penyelidikan polisi Bali.

Solopos.com, DENPASAR — Hari ini, Senin (22/6/2015), sejumlah saksi untuk kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe, melakukan prarekonstruksi.

Prarekonstruksi tersbeut diselenggarakan di rumah Margriet, di Jl. Sedap Malam No. 26, Sanur, Denpasar, Bali. Hadir pula tiga saksi yang dihadirkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dalam prerekonstruksi tersebut,

Tiga saksi tersebut, yaitu Francky Maringka, Yuliet Christien, dan Loraine Soriton. Mereka didampingi Siti Sapurah dari P2TP2A. Mereka bertiga menjalani reka ulang kasus penelantaran anak dengan tersangka Margriet. Ada 11 adegan dalam prarekonstruksi kali ini.

"Francky pernah bekerja di rumah tersangka (Margriet) sebagai pembantu rumah tangga," ujar Ipung -sapaan Sapurah, sebagaimana dilansir Okezone, Senin (22/6/2015).

Berdasarkan reka adegan Francky yang mengaku pernah tinggal di rumah Margriet, ia pernah melihat Angeline dipukul sebanyak 10 kali oleh Margriet. Saat ini, Francky sendiri tinggal di Balikpapan.

Sementara itu, dilansir Detik, Senin, Francky juga mengaku ada penjambakan yang dilakukan Margriet kepada Angeline.

"Ada pemukulan dan penjambakan di saat saya tinggal di sana. Saya tahu dengan mata kepala saya sendiri," ujar Francky.

Francky mengaku pernah tinggal di rumah Margriet pada awal Maret 2015 ini. Menurutnya, mendiang Angeline mengalami penyiksaan hampir setiap hari.

"Jika salah sedikit saja pasti dipukul. Yang saya miris saat dijambak itu kepalanya sampai miring. Itu tadi pada adegan ketiga," jelas Francky.

Seusai melakukan prarekonstruksi, Francky Maringka, Yuliet Christien, dan Loraine Soriton langsung menuju Polda Bali. Mereka akan melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) sesuai dengan adegan prarekonstruksi tersebut.

Sebelumnya, Angeline dikabarkan oleh keluarga angkatnya hilang pada 16 Mei 2015. Lalu, pada Rabu (10/6/2015), jasad Angeline ditemukan membusuk di pekarangan belakang rumah Margriet. Kini, Margriet ditetapkan pihak berwajib sebagai tersangka dalam penelantaran anak, sementara Agus Tae, mantan pembantu Margriet, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Angeline.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom