TRAGEDI PEMBUNUHAN ANGELINE : Penyidik Butuh 1 Bukti Tambahan Jerat Tersangka Lain
Inspektur Jenderal Ronny Sompie (JIBI/Antara/Reno Esnir)

Tragedi pembunuhan Angeline membuat pihak penyidik harus bekerja lebih keras untuk menguak kebenaran.

Solopos.com, DENPASAR — Dalam kasus pembunuhan Angeline ini, banyak pihak menduga pembunuhan bocah cilik usia delapan tahun tersebut tidak hanya dilakukan satu orang. Terkait dengan itu, pihak penyidik mengaku butuh bukti kuat untuk menjerat tersangka lain.

Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F. Sompie mengungkapkan ada kemungkinan jajarannya menetapkan tersangka lain pembunuhan Angeline selain Agus. Kepolisian perlu mengumpulkan dua alat bukti. Hingga saat ini, Ronny menyatakan pihaknya perlu satu bukti lain. [Baca: Alasan Hotman Paris Mau Jadi Tersangka Agus]

"Selangkah lagi penyidik mendapatkan satu lagi alat bukti untuk menetapkan tersangka lain yang terlibat dalam pembunuhan Angeline," ucap Ronny, Selasa (23/6/2015), sebagaimana dilansir Liputan6, Rabu (24/6/2015). [Baca: Kapolri Sebut Kemungkinan Margriet Jadi Tersangka]

Sementara itu, tersangka pembunuhan Angeline, Agus Tae, mendapat bantuan pendampingan dari pengacara kondang Hotman Paris. Bergabungnya Hotman Paris dengan Haposan Sihombing membela Agus diklaim didasari atas hati nurani mereka. Hotman mengaku ia tidak memungut biaya apa pun atas pembelaannya kepada Agus.

"Kami tidak dibayar. Kami bergerak untuk kebenaran dan sesuai dengan hati nurani," ujarnya Haposan Sihombing, sebagaimana dilansir Detik, Rabu (24/6/2015).

Haposan Sihomping yang ditunjuk Polresta Denpasar menjadi pengacara Agus menyatakan ia sempat menawari Hotman Paris turut menjadi pengacara Agus karena Hotman merasa ada yang ganjil dalam kasus pembunuhan Angeline atau Engeline.

"Hotman Paris bergabung karena menganggap ada yang ganjil dalam kasus ini. Seharusnya ada penetapan tersangka lain," tambahnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom