TRAGEDI PEMBUNUHAN ANGELINE : Ini Alasan Pengakuan Agus Berubah-Ubah
Aksi RIP Angeline dari Sanggar Teater Anak Kemasan Gelar di Solo, Senin (15/6/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)

Tragedi pembunuhan Angeline masih diselidiki polisi.

Solopos.com, DENPASAR -- Pengakuan Agus, tersangka pembunuhan Angeline berubah-ubah. Menurut keluarga Agus, bukan tanpa alasan Agus melakukan hal itu.

Agus telah dipertemukan dengan kakak dan ibu kandungnya, Hiwa Hamandoro dan Kadongkang Madik, Selasa (23/6/2015).

Hiwa sempat bertanya kepada Agus, mengapa keterangannya selalu beubah-ubah. Agus mengaku diancam oleh Margriet Christina Megawe (Margaret) yang merupakan ibu angkat Angeline.

Jika membocorkan rahasia tersebut, maka Agus akan dibunuh. "Dia bercerita kepada saya kalau dia ditekan. Untuk tutup mulut dia dijanjikan uang Rp200 juta," jelasnya, di Denpasar, Kamis (25/6/2015) sebagaimana dikutip Okezone.

Hiwa menjelaskan, ketika Agus sudah dibayar Rp200 juta dia disuruh pulang kampung dan tidak boleh ke Bali lagi. "Dia belum dibayar, tapi sudah diusir oleh majikanya ini," paparnya.

Agus juga bercerita bahwa dia tidak membunuh Angeline. Dia hanya disuruh menguburkan korban.

"Agus mengatakan kepada kami, pembunuh Angeline adalah Margriet dan dia hanya disuruh menguburkan korban. Adik saya tidak mungkin berkata bohong kepada saya dan ibu," jelasnya.

Bercak Darah

Pada bagian lain, polisi mengambil banyak darah yang ditemukan di beberapa titik di rumah Margriet Megawe di Jalan Sedap Malam 25 Denpasar.

"Banyak titik-titik darah yang kita ambil, ada darah manusia dan bukan manusia "jelas Kabid. Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto di Mapolda.

Sejak pertama pengambilan darah pada 10 Juni hingga beberapa terakhir ini, nantinya akan digabungkan menjadi bahan untuk melengkapi berkas penyidikan. "Kita nanti akan mintakan hasilnya dari Puslabfor," imbuhnya.

Banyak barang bukti berupa jejak bercak darah dan sidik jari di rumah Margriet untuk dilakukan pemeriksaan dengan uji laboratorium forensik. Semua yang diambil berada di dalam rumah di dapur atau di luar semua telah diambil sebagai barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan.

Bercak darah yang diambil ada yang berasal dari kamar tersangka Agus dan kamar lainnya di rumah Margriet.Semua pengambilan darah oleh tim identifikasi yang selanjutnya diserahkan pemeriksaan oleh Labfor. Semua dibuatkan berita acara, nomor hingga kodenya.

Disinggung soal bercak darah yang disebut-sebut di kamar Margriet dengan kode perempuan, Hery enggan menanggapinya karena cukup banyak yang harus diperiksa lebih detil lagi.

Sedangkan, pengambilan sampel darah terakhir dilakukan terhadap dua anak Margriet yakni Yvonne dan Carolina untuk diperiksa yang nantinya dicocokkan dengan bercak darah di lokasi kejadian.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom