TRAGEDI KELUARGA : Tragis, Orang Ini Perkosa Anak Kandung Berkali-kali di Depan Istri

TRAGEDI KELUARGA : Tragis, Orang Ini Perkosa Anak Kandung Berkali-kali di Depan Istri

SOLOPOS.COM - ilustrasi

Tragedi keluarga di Samarinda ini sungguh memprihatinkan. Selain membunuh 4 anaknya, bapak ini juga memperkosa anak kandungnya.

Solopos.com, SAMARINDA- Tak hanya membunuh 4 anak kandungnya yang masih kecil, Sadriansyah alias Upik (42) memperkosa anak kandungnya yang masih berusia 15 tahun selama kurun waktu satu tahun. Perbuatan biadab itu bahkan dilakukan pelaku di depan istrinya yang merupakan ibu korban.

"Jadi ibunya melihat perkosaan itu ada sekitar 2 kali," kata Kapolsek Sungai Kujang Kompol Siswantoro saat berbincang dengan detikcom, Minggu (15/5/2015).

Dijelaskan Siswantoro, Sadriansyah memperkosa anaknya dalam kurun waktu 2014 secara berulang kali. Aksi bejatnya itu dilakukan di rumah kontrakan mereka.

Sadriansyah melakukan aksi biadab itu di kamar anaknya. Di mana kamar itu hanya diberi sekat kain dengan kamar pelaku dan istrinya. "Jadi ibu korban bisa melihat," imbuh Siswantoro.

Istri pelaku tak berani melawan karena mendapat ancaman dari Sadriansyah. RU juga sering mendapatkan siksaan fisik dari suaminya tersebut.

"Ibunya melihat sendiri (anak diperkosa), cuma takut melaporkan. Ia takut dibunuh apabila melaporkan. Pelaku selalu mengancam istri dan anaknya itu," jelas Siswantoro.

Saat diperiksa, lanjut Siswantoro, Sadriansyah mengaku memerkosa anaknya yang masih duduk di bangku SMP itu karena hasrat seksual. "Kata pelaku, daripada orang lain yang menikmati tubuh anaknya, lebih baik dia," imbuhnya menirukan ucapan Sadriyansah.

Sadriansyah saat ini ditahan di Mapolresta Samarinda. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dia dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.