Tragedi Kanjuruhan, Sosiolog UNS: Fanatisme Suporter Rusak Kelompoknya Sendiri

Sosiolog UNS menyebut tragedi Kanjuruhan tidak lepas dari adanya fanatisme suporter yang merusak kelompoknya sendiri.

 Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Drajat Tri Kartono (Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Drajat Tri Kartono (Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Tragedi Kanjuruhan yang menghilangkan nyawa ratusan orang di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, kini sedang menjadi sorotan baik dari dalam ataupun luar negeri.

Hilangnya ratusan nyawa menjadi tragedi terburuk sepakbola Indonesia sepanjang sejarah.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Drajat Tri Kartono, menyebut tragedi Kanjuruhan tidak lepas dari adanya fanatisme suporter yang merusak kelompoknya sendiri.

Dalam rilis yang diterima Solopos.com pada Rabu (5/10/2022), Drajat menyatakan kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan adalah bentuk kekecewaan suporter atas kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya sebagai tim tamu. Namun, kekecewaan mereka dilampiaskan kepada kelompoknya sendiri (manajemen klub).

“Jadi, kejadian yang di Malang itu memang ada beberapa dimensi. Bahwa kejadian itu menjadi kacau balau, ‘kan ada orang banyak,” kata Drajat.

Baca Juga: 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Terkecil Berusia 4 Tahun

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang semakin menjadi-jadi karena adanya “pihak” yang menghalang-halangi ekspresi kekecewaan suporter.

“Karena menghalangi ekspresi itu, kemudian jadilah kaya ngamuk ke semua arah. Bentrok dengan aparat juga, karena aparat harus berada di tengah-tengah juga. Karena tidak ada Bonek, jadi mereka menyerang ke dalam,” ujar Drajat.

Drajat juga menilai bahwa peristiwa tersebut merupakan bukti ketidaksepahaman antara manajemen klub dan suporter, hal ini memicu konflik di dalam dan menyulut emosi.

“Bahwa pengorganisasian identity dalam in group itu akan mudah menyerang ke dalam kalau ada perpecahan di dalam kelompok itu,” kata Drajat.

Berkaitan dengan kericuhan suporter di Stadion Kanjuruhan yang dipicu kekecewaan suporter karena klub yang dijagokan ditekuk Persebaya Surabaya, Drajat menilai kejadian ini berkaitan dengan fanatisme.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Malang: Suporter Desak Persis Solo Bersikap

Ia menjelaskan fanatisme adalah identifikasi diri yang memasukkan orang-orang ke in group feeling, ditandai dengan kesamaan perasaan, pandangan, dan simbol dalam kelompok yang sama.

“Nah, di dalam in group feeling dibangunlah koneksi yang membangun mereka adalah in group identity. Identitas kelompok kemudian disebarkan ke seluruh anggota dengan harapan mereka punya komitmen penyamaan simbol, persepsi, dan gerak sehingga menjadi satu kesatuan,” terangnya.

Dalam hal ini, Drajat menyampaikan bahwa fanatisme berpeluang semakin menjadi-jadi apabila dipengaruhi oleh kompetisi dengan kelompok lain. Jadi, muncul dorongan untuk melindungi dan memperjuangkan kelompoknya sendiri terhadap kelompok lain.

“Di situ muncullah sebuah komitmen penyatuan identitas yang kemudian harus dipertahankan. Ini diperkuat oleh keterkaitan antara kelompok itu dengan identitas-identitas lain, seperti identitas kedaerahan,” jelas Drajat.

Baca Juga: Kanjuruhan Jadi Perhatian Dunia, Muhammadiyah: Tim Pencari Fakta Harus Objektif

Drajat juga mengatakan fanatisme seringkali membawa kerugian karena memicu orang-orang untuk bersikap tidak toleran. Menurut Drajat, berkurangnya rasa toleransi karena fanatisme merupakan hal yang otomatis terjadi.

“Karena perasaannya ke dalam sehingga kalau ada yang dianggap menghalang-halangi kelompoknya atau merusak kelompoknya ya tindakan agresi. Kalau tidak terorganisir dan duduk dengan baik, munculah agresi dan kemudian terjadi pengabaian terhadap norma-norma masyarakat,” tutur Drajat.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Tok! Hanya Naik Rp10.299, UMK 2023 Boyolali Diusulkan Rp2,1 Juta

      Upah Minimum Kabupaten (UMK) Boyolali pada 2023 diusulkan sebesar Rp2.155.712,29.

      Percepatan Pemulihan Pascapandemi Jadi Tema ISETH ke-8 UMS

      Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan menyelenggarakan International Summit on Science, Technology, and Humanity (ISETH) pada Senin-Selasa (5-6/12/2022) mendatang.

      UMK 2023 Klaten Diusulkan Naik 6,78%, Jadi Rp2,1 Juta

      Nilai upah minimum kabupaten (UMK) 2023 Klaten diusulkan Rp2.152.322,94 atau naik sekitar 6,78 persen dibandingkan UMK 2022.

      Gending Bertema Persis Solo akan Dibawakan saat Pernikahan Kaesang-Erina

      Grup karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo mempersiapkan gending (lagu dari gamelan) bertema Persis Solo dalam acara pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono.

      Pidato Tuntas Subagyo saat DBLA di Purbayan Sukoharjo Membius Ribuan Orang

      Pidato Pendiri sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina YSNW, Tuntas Subagyo, membius 6.000-an anggota organisasi itu saat DBLA di Desa Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat (2/12/2022).

      ISI Solo Siapkan 2 Grup Karawitan di Pernikahan Kaesang-Erina

      Dua grup karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo akan tampil dalam acara pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono.

      Tanpa Dukungan Penuh Pemkab, Wonogiri Sulit Capai Target Bebas AIDS Tahun 2030

      Target bebas acquired immune deficiency syndrome (AIDS) pada 2030 di Wonogiri sulit tercapai jika tidak ada dukungan serius dari Pemkab setempat.

      Fakta-Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sukoharjo Pada Kamis Pagi

      Fakta-fakta penangkapan terduga teroris di empat lokasi wilayah Kabupaten Sragen, Kamis (1/12/2022).

      Sudah 40 Persen, DPU BMCK Jateng Hentikan Pekerjaan Jembatan Ganefo Sragen

      DPU BMCK Jateng menghentikan kontrak pembangunan Jembatan Ganefo Sragen. Penghentian proyek tersebut disebabkan adanya revisi desain bawah jembatan.

      Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

      Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.

      Membeludak! Ribuan Orang Ikut Doa Bersama Lintas Agama di Purbayan Sukoharjo

      Ribuan orang anggota organisasi dan tamu undangan Tuntas Subagyo dari berbagai daerah memadati Taman Ratu Maulidya di Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo, pada Jumat (2/12/2022).

      Truk Uruk Tol Solo-Jogja Terguling di Ceper Klaten, Tak Ada Korban Jiwa

      Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit mobil dan satu unit truk terjadi di ruas jalan Ceper-Besole, Desa Ceper, Kecamatan Ceper, Jumat (2/12/2022) sore.

      Pelat Baja Diganti Baru, Getaran di Jembatan Mojo Berkurang Drastis

      Penggantian pelat jembatan dengan sistem baja ortotropik di Jembatan Mojo bertujuan menambah ketahanan terhadap beban kendaraan bermotor.

      Tenyata Ada 2 Warga Pendatang yang Pernah Ditangkap Densus 88 di Ngruki RT 01

      Tercatat ada dua warga pendatang di Dukuh Ngruki RT 01/RW 16, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo yang pernah ditangkap Densus 88 Antiteror.

      Penanggulangan HIV di Wonogiri Masih Terkendala Stigmatisasi

      Penanggulangan human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Wonogiri masih terhalang stigmatisasi.