Tragedi Desa yang Hilang Akibat Gas Beracun Kawah Sinila Dieng

Desa Kepucukan atau Kaputjukan, Kecamatan Batur, Banjarnegara dihapuskan dan dihilangkan setelah terjadi tragedi letusan Kawah Sinila, bersama Kawah Sigludug, Dieng, yang mengakibatkan 147 jiwa melayang akibat gas karbondioksida yang terlepas ke udara.

 Kawah Sinila, Dieng, April 2019. (Oysten Lund Andersen)

SOLOPOS.COM - Kawah Sinila, Dieng, April 2019. (Oysten Lund Andersen)

Solopos.com, BANJARNEGARA — Desa Kepucukan atau Kaputjukan, Kecamatan Batur, Banjarnegara dihapuskan dan dihilangkan setelah terjadi tragedi letusan Kawah Sinila, bersama Kawah Sigludug, Dieng, yang mengakibatkan 147 jiwa melayang akibat gas karbondioksida yang terlepas ke udara. Konsentrasi gas tersebut sangat tinggi sehingga warga meninggal dunia akibat kekurangan oksigen.

Bencana vulkanik di dataran tinggi Dieng itu menjadi salah satu pemicu disusunnya mitigasi bencana geologi di Indonesia setelahnya. Mengutip Dongeng Geologi dalam laman Geologi.co.id, yang diakses Minggu (22/5/2022), pada dini hari, tanggal 20 Februari 1979 penduduk Kecamatan Batur merasakan getaran gempa bumi yang cukup kuat dan mendengar suara dentuman. Kawah Sinila dan, tetangganya, Sigluduk erupsi. 

Aktivitas vulkanik ini ternyata mengakibatkan Kawah Timbang terpicu melepaskan gas ke udara, yang sebelumnya terperangkap di bawah permukaan tanah. Gas ini merupakan oksida karbon, dan kemungkinan juga hidrogen sulfida atau metana, dalam konsentrasi tinggi yang membahayakan nyawa makhluk hidup.

Espos Plus

Indonesia Butuh Cetak Biru Pedagogi Digital

+ PLUS Indonesia Butuh Cetak Biru Pedagogi Digital

Indonesia membutuhkan cetak biru pedagogi digital. Kebutuhan ini urgen berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi Covid-19. Pandemi kini telah masuk tahun ketiga.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Tradisi Unik Slametan Gongso Ageng di Kampung Gamelan Wirun Sukoharjo

Para perajin gamelan di kampung gamelan Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo menggelar tradisi unik Slametan Gongso Ageng sebelum memulai membuat gamelan.

+ PLUS Momentum Mempercepat Reformasi Polri

Kasus pembunuhan Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat yang diduga kuat melibatkan Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo harus dijadikan momentum mempercepat reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

+ PLUS Naga Baruklinting, Seni Rupa, dan Pelestarian Lingkungan

Seni dan budaya—lebih khusus lagi pameran seni rupa—bisa diberdayakan untuk menggugah kembali kesadaran menjaga lingkungan demi kesinambungan kehidupan.

+ PLUS 13 Proyek Strategis Nasional Baru dan Ancaman Kerusakan Lingkungan

Pemerintah merilis 13 proyek strategis nasional (PSN) baru. Praktik realisasi PSN sering mengabaikan aspek lingkungan hidup dan kepentingan warga terdampak atas ruang hidup yang nyaman.

+ PLUS Pada Zaman Pendudukan Jepang Mayat Bisa Ditukarkan Uang

Masa pendudukan Jepang adalah masa gelap dalam kehidupan bangsa Indonesia. Masa penuh gejolak selama kurang lebih 3,5 tahun itu sekaligus mematangkan kondisi yang mendorong revolusi kemerdekaan.

+ PLUS Aturan Baru Tarif Ojek Daring Kemenangan Tidak Ideal Pengemudi Gig

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menerbitkan regulasi terbaru untuk mengatur tarif ojek daring (online).

+ PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

+ PLUS Akan Muncul Maksimal Empat Calon Presiden

Setidaknya akan muncul maksimal empat calon presiden berdasar kecenderungan relasi dan komunikasi antarpartai politik termutakhir.

+ PLUS Dari Jualan Biskuit, Jogi Hendra Jadi Orang Terkaya ke-9 Berkat Mayora

Berawal dari bisnis jualan biskuit yang dibuat keluarga, Jogi Hendra Atmadja sukses meniti karier sebagai pengusaha. Majalah Forbes menempatkan pendiri PT Mayora Indah itu sebagai orang paling kaye ke-9 di Indonesia.

+ PLUS Terancamnya Elang Jawa, Jelmaan Garuda Sang Lambang Negara

Februari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepasliarkan dua ekor elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dengan harapan populasinya yang terancam di alam liar kembali lestari, sebagai satwa jelmaan Garuda Indonesia, sang lambang negara.

+ PLUS Konser Dream Theater, Kuliah Musik Sekaligus Praktik

Menonton konser Dream Theater laksana kuliah musik sekaligus praktik. Dream Theater adalah perpaduan keahlian bermusik tingkat tinggi.

+ PLUS Abaikan Gugatan WTO, Indonesia Siap Setop Ekspor Timah dan Bauksit

Indonesia digugat oleh World Trade Organization (WTO) imbas penghentian ekspor nikel. Belum selesai gugatan itu, Indonesia juga bersiap menghentikan ekspor timah dan bauksit.

+ PLUS Situs Pekuburan Megalitikum dan Kampung Kuno Pringgoloyo Klaten

Selain di puncak dan lereng Gunung Lawu, peninggalan peradaban megalitikum di Soloraya juga ditemukan situs yang diduga sebagai perkuburan dan penanda kampung kuno di Dukuh Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Klaten, berupa susunan batu besar, serta temuan batu pipisan dan gandik.

+ PLUS Ketimpangan Gender dan Pemberdayaan Semu dalam Film Horor

Di film-film horor Indonesia bila diamati sekilas ada semacam empowerment atau pemberdayaan perempuan, namun ketika direproduksi terus-menerus justru mengerdilkan posisi perempuan di kehidupan nyata.

+ PLUS Sejarah Ciu Bekonang, Aset Monopoli Pemerintah Hindia Belanda

Masyarakat Soloraya dan sekitarnya mengenal ciu sebagai minuman alkohol (minol) tradisional sejak era penjajahan Belanda dan menjadi aset monopoli perdagangan oleh pemerintah kolonial saat itu.

+ PLUS Deretan Search Engine Gagal Saingi Google, Bagaimana dengan Gatotkaca?

Bicara mesin pencari atau search angine, hingga kini Google masih menjadi andalan. Sejumlah mesin pencari lain tumbuh dan berkembang, namun mereka gagal menandingi keperkasaan Google. Lalu, bagaimana dengan Gatotkaca, search angine yang digagas Kemkominfo?

+ PLUS Para Perempuan di Jalur Setan

Sejak Lisa (1971) ditayangkan di layar sinema Indonesia sebagai film horor pertama era Indonesia modern, hantu perempuan dominan muncul dalam film horor Indonesia pada setiap periode.

+ PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

+ PLUS Yang Baru dan yang Hilang di Malioboro

Kawasan Jl, Maliboro, Kota Jogja, kini menyajikan hal-hal baru sekaligus mengingatkan pada hal-hal yang hilang. Penataan kawasan Malioboro terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY.

+ PLUS Makanan Tanpa Batas di Asia: Teknologi untuk Mitigasi Krisis Pangan

Singapura menjadi negara pelopor di Asia yang memberi ruang bagi penjualan dan konsumsi makanan hasil rekayasa berbasis teknologi di laboratorium, salah satunya daging.