Tradisi Mondisio Juga Digelar di Candi Cetho, Berlangsung Lebih Khidmat

Tradisi Mondosio di Candi Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar berlangsung tanpa ada atraksi hiburan dan lebih banyak berdoa.

 Warga Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, melakukan upacara Mondosio pada Selasa (30/11/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Warga Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, melakukan upacara Mondosio pada Selasa (30/11/2021). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Selain di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, tradisi Mondosio juga digelar warga Dusun Cetho, Desa Gumeng, Jenawi, Karanganyar pada hari yang sama, Selasa (30/11/2021). Di Dusun Cetho, tradisi Mondosio digelar di kawasan Candi Cetho.

Berbeda dengan di Dusun Pancot yang ramai dengan atrasi delapan reog, upacara mondosio di Dusun Cetho digelar lebih khidmat dengan lebih banyak berdoa. Meski demikian, tradisi mondosio ini bukan upacara keagamaan.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Pada prinsipnya upacara Mondosio ini lebih ke adat bukan keagamaan. Untuk wisatawan apabila ingin mengikuti upacara dipersilakan, boleh-boleh saja, malah kami lebih senang. Kita tidak memandang suku, ras, agama, selama tidak ada tendensi apa-apa, intinya pengin gabung, kita buka pintu lebar-lebar,” kata juru pelihara Candi Cetho, Suroto, kepada Solopos.com, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Tradisi Mondosio Kembali Digelar di Tawangmangu Setelah Masuk WBTB

Sejumlah warga terlihat membawa sejumlah makanan yang dikumpulkan dalam satu tikar di tengah-tengah teras lima Candi Cetho. Kemudian mereka duduk melingkari makanan tersebut. Lalu pemimpin upacara akan memimpin doa, yang lain mendengarkan. Begitu doa selesai, makanan yang tersaji dimakan bersama-sama.

Ini merupakan simbol rasa syukur bagi warga kepada Tuhan sekalius mendoakan leluhur tertua yang dinamakan danyang.

“Sebenarnya kalu tidak dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, upacaranya itu besar. Jadi ada satu rangkaian, untuk upacaranya sendiri ada tiga rangkaian yang menjadi satu.” ujar Suroto.

Rangkaian pertama adalah wut galang, kemudian ada sedekah bumi, dan terakhir adalah bersih dusun. “Mayoritas penduduk Cetho kan petani hasil, panennya itu apa, itu yang dipersembahkan. Namun saat ini hanya disimbolikkan dengan masing-masing KK membawa panggang tumpeng. Terakhir bersih dusun dalam artian kalau bahasa dalam keyakinan Hindu itu membersihkan secara niskala yaitu membersihkan dari wujud-wujud yang tidak terlihat atau menyucikan aura tempat ibadahnya ini sendiri,” jelas Suroto.

Baca Juga: Asyik… Ada Pasar Kuliner di Candi Cetho Karanganyar

Tradisi Mondosio dilakukan setiap wukuh mondosio pada Selasa Kliwon. Dalam kalender Jawa, dalam setahun upacara Mondosio ini dilakukan 2 kali. Yang satu dibuat kecil seperti yang dilaksanakan hari ini. Upacaya yang kedua umumnya dibuat besar, sampai ada pementasan wayang kulit.

“Kalau dulu sebelum perizinan administrasi untuk kemanfaatan situs cagar budaya belum seketat sekarang, pertunjukkan wayang diadakan di Candi Cetho. Tetapi karena mengancam keselamatan situsnya, dalam lima tahun terakhir setiap upacara besar diadakan di parkiran bawah,” ucapnya.

Mondosiyo semua dijadwalkan digelar pukul 10.00 WIB. Namun, karena cuaca kurang bersahabat akhirnya dimajukan pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung hanya satu jam. “Acara inti dari Modosiyo hanya di Candi Cetho,” ujar Suroto.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

+ PLUS Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

Upaya perlindungan mangrove sebagai ekosistem blue carbon tidak hanya mampu mengurangi emisi dan peningkatan simpanan carbon benefit tetapi juga memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkini

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu mengaku sempat bekerja di warung makan saat kabur dari rumah.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 3 Juli 2022 Hujan Siang Malam

Inilah prakiraan cuaca untuk kawasan Sukoharjo pada hari Minggu (3/7/2022).

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Hujan Sejak Siang hingga Malam

Prakiraan cuaca di Sagen hari ini, Minggu (2/7/2022), hujan bakal turun dari siang hingga malam.

Waspada Hujan Siang Ini Lur! Berikut Prakiraan Cuaca Solo Minggu 3 Juli

Hujan ringan mewarnai prakiraan cuaca Kota Solo hari ini, Minggu (3/7/2022). Simak prakiraan cuaca pada jam-jam lainnya.

Hujan Lagi Lur, Ini Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Minggu 3 Juli 2022

Simak prakiraan cuaca wilayah Boyolali untuk hari ini Minggu (3/7/2022) yang tersaji lengkap.

Pemprov: Pembangunan SMAN di Pasar Kliwon Terkendala Lahan Sempit  

Pembangunan SMA negeri di Pasar Kliwon yang sudah diwacanakan sejak 2020 belum terlaksana karena terkendala lahan yang sempit. 

Ganjar Disomasi Terkait PPDB, Rudy: Malah Terkenal

Rudy, panggilan akrabnya justru menilai somasi terhadap Ganjar sebagai sesuatu yang bagus karena akan membuat Ganjar kian terkenal. 

Megawati Pusing Capres PDIP? Ini Kata Pengamat

Megawati Soekarnoputri diprediksi pusing memilih antara mementingkan internal partai atau mengikuti keinginan publik dengan mencapreskan Ganjar Pranowo. 

Prabowo, Anies dan Ganjar Maju Capres, Wapres dari Kelompok Islam

Ketiga capres yang diprediksi bakal bertarung adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

Pengunjung Grojogan Sewu Tawangmangu Naik 2 Kali Lipat

Saat ini jumlah pengunjung Grojogan Sewu naik dua kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Penerbangan Langsung dari Luar Negeri ke Solo Dikebut

Kemenparekraf bakal mempercepat layanan penerbangan langsung luar negeri ke Kota Solo.

Diminta Gibran, Sandiaga Siapkan Direct Flight dari Luar Negeri ke Solo

Menparekraf, Sandiaga Uno, menjanjikan akan mempercepat layanan penerbangan langsung dari luar negeri ke Kota Solo atas permintaan Gibran

Gibran: Percuma Promosi Pariwisata Tak Ada Direct Flight Luar Negeri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ingin ada penerbangan langsung atau direct flight dari luar negeri ke Solo seperti dulu.

Di Depan Rudy, KIB Solo Dukung Ganjar Pranowo sebagai Capres

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Kota Solo siap mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024.