Tracing Diperluas, 200 Pedagang Pasar Harjodaksino Solo Bakal Diuji Swab
Ilustrasi uji swab. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memperluas tracing potensi penularan virus SARS CoV-2 di kalangan pedagang Pasar Harjodaksino menyusul temuan kasus positif di pasar tersebut.

Sebelumnya, tiga tetangga pedagang empon-empon yang meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2020) lalu sudah menjalani uji swab. Kini 200 pedagang lain dijadwalkan melakoni uji yang sama.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan pedagang yang diprioritaskan menjalani uji swab adalah mereka yang berdagang di sekitar pedagang yang meninggal karena Covid-19.

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Ampel Boyolali Akan Ditutup

Tracing itu termasuk pedagang yang dilewati saat pedagang positif Covid-19 tersebut mengakses pintu keluar-masuk Pasar Harjodaksino Solo.

“Mereka dijadwalkan mengikuti uji swab secara polymerase chain reaction [PCR] massal pada Sabtu dan Minggu [18-19/7/2020] berbarengan dengan yang lain,” kata dia kepada wartawan, Selasa (15/7/2020).

Pemkot Solo mendapatkan bantuan tes PCR massal dari BNI Kanwil Yogyakarta untuk 1.200-an orang, termasuk instansi pemerintahan. RS Pertamina Cilacap diterjunkan dalam program tersebut.

Pola Tracing Diubah, Kontak Lini 1 Pasien Positif Covid-19 Sukoharjo Langsung Swab

Hasil uji swab 200 pedagang itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan apakah pasar sudah bisa dibuka kembali atau tetap ditutup. Saat ini, Pasar Harjodaksino yang berlokasi di Jl Yos Sudarso Solo itu masih ditutup untuk proses tracing pedagang.

Isolasi Mandiri

Selama pasar ditutup, pedagang kios, los, dan oprokan dilarang melakukan aktivitas jual beli. Para pedagang diminta melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara pasar ditutup, dilakukan sterilisasi untuk mencegah penyebaran virus corona. Di sisi lain, Heru menerima laporan masih ada pedagang yang nekat menggelar lapak di sekitar Tanjunganom (Jl Ir Soekarno, Solo Baru).

Sukarelawan Corona Dinkes Jateng Terkonfirmasi Positif Covid-19 Di Sukoharjo

“Rabu pagi kami menempatkan sejumlah petugas di sekitaran Tanjunganom bekerja sama dengan Kelurahan Danukusuman dan Serengan. Informasinya pedagang ini yang biasanya berjualan oprokan di Jl Dewi Sartika. Kalau nekat, ya dikukut Satpol PP. Sebenarnya pedagang yang di dalam [pasar] itu tertib kok,” jelas Heru.

Salah seorang pedagang, Dwi, 55, mengaku terpaksa menjual murah dagangannya lantaran penutupan Pasar Harjodaksino, Solo, yang mendadak untuk keperluan tracing. Penjual pisang dan kerupuk itu khawatir dagangannya busuk saat pasar kembali buka.

Ia mengaku sudah kulakan pisang senilai puluhan juta rupiah. Sebagian pisang sudah matang dan sebagian lagi belum matang. Jumlahnya mencapai satu truk.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom