Salah seorang warga melintas di TPS Nganten yang terletak di TPS 09 Kampung Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Selasa (16/4/2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Menekan angka golput bukan hanya tugas penyelenggara pemilu. Butuh peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Kalimat itu tampaknya benar-benar dicerna warga RT 002/RW 004, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Demi meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019, warga pun bergotong-royong membuat tempat pemungutan suara (TPS) yang unik atau beda dari yang lain.

TPS 09 yang terletak di Kelurahan Sambirejo pun didesain dengan konsep pesta pernikahan. Mulai dari janur kuning, karpet merah, pernak-pernik pernikahan, hingga petugas TPS yang berdandan pakaian tradisional lengkap ada di TPS tersebut.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 09 Sambirejo, Sunarti, mengatakan mendesain TPS bak lokasi resepsi pernikahan itu dilakukan tak lain demi mendorong minat warga untuk memberikan hak suara pada Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019) nanti.

"Kalau didesain dengan unik akan membuat warga jadi tertarik. Jadi berbondong-bondong datang ke TPS untuk menggunakan hak suara," ujar Sunarti saat dijumpai Semarangpos.com di TPS 09 Sambirejo, Rabu (16/4/2019).

Sunarti menyebut ada sekitar 284 warga yang akan menggunakan hak pilih di TPS 09 Sambirejo. "Kemarin saat Pilgub 2018, partisipasi pemilih di kampung ini mencapai 90%. Target kami tahun ini bisa 100%, apalagi ada TPS nganten ini," ujar Sunarti.

Sunarti menambahkan tak hanya desain yang unik, untuk meningkatkan partisipasi pemilih pihaknya pun akan memberikan hidangan seperti pesta pernikahan bagi warga yang datang ke TPS.

"Nanti warga yang datang untuk memilih akan kami hidangkan snack dan juga soto. Kami sudah siapkan soto sekitar 300 porsi,” imbuhnya.

Sementara, anggota KPPS TPS 09 Sambirejo, Aris Wibowo, mengungkapkan alasan warga mendesain TPS bak arena pesta pernikahan. Hal itu tak lain karena dalam dua pekan terakhir, banyak warga di kampung tersebut yang menggelar pernikahan.

“Jadi aksesoris bekas pernikahan warga itu tidak dibuang. Tapi untuk membuat TPS Nganten ini,” ujar Aris.

Aris menambahkan untuk membuat TPS Nganten itu dibutuhkan waktu sekitar satu pekan. Pembuatan dilakukan warga secara swadaya dengan biaya hasil iuran.

“Sedangkan biaya bantuan untuk tiap TPS Rp1,6 juta kita alokasikan untuk membuat hidangan atau snack bagi warga yang mencoblos nanti,” jelas Aris.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten