TPS 08 menempati lokasi darurat di halaman depan rumah warga RT 017/RW 006, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen, Rabu (27/6/2018). (Solopos-Tri Rahayu)

<p><strong>Solopos.com, SRAGEN</strong> -- Tenda biru berukuran 6 meter x 4 meter menjadi atap sementara di halaman depan rumah Trimanto Utomo di Kampung Sragendok RT 017/RW 006, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen, Rabu (27/6/2018).</p><p>Dua meja panjang ditata membentuk letter L. Kemudian dua meja kecil berada di sisi utara dan masing-masing terdapat bilik suara berbahan alumunium. Satu meja lagi berdekatan dengan bilik suara terdapat satu kotak suara.</p><p>Halaman rumah Trimanto itu menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 08 untuk Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (<a title="Botoh Sragen Tak Minati Pilgub Jateng 2018" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180604/491/919874/botoh-sragen-tak-minati-pilgub-jateng-2018">Pilgub Jateng</a>) 2018. TPS tersebut merupakan TPS darurat karena baru disiapkan pada Rabu pukul 00.00 WIB.</p><p>Semula TPS 08 sebenarnya direncanakan bertempat di Sanggar Serambi Sukowati yang terletak 100 meter arah barat dari TPS darurat tersebut. TPS 08 direlokasi lantaran ada rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Sragen Kota karena Sanggar Serambi Sukowati merupakan milik Ketua DPD II Partai Golkar Sragen Agus Fatchur Rahman.</p><p>Agus yang merupakan mantan Bupati Sragen dan partainya mendukung salah satu pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018. &ldquo;Saya sendiri yang menemukan fakta TPS bertempat di Serambi Sukowati pada Selasa [26/6/2018] pukul 11.00 WIB siang. Saya tidak tahu lokasi itu sudah dikomunikasikan. <a title="Pilgub Jateng 2018: APK 2 Paslon di 4 Kecamatan Sragen Hilang" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180422/491/912061/pilgub-jateng-2018-apk-2-paslon-di-4-k">Panwaslu</a>&nbsp;lewat Panwascam kemudian mengeluarkan rekomendasi kepada PPK [Panitia Pemilihan Kecamatan] agar TPS tersebut direlokasi,&rdquo; ujar Ketua Panwaslu Sragen, Heru Cahyono, kepada <em>Solopos.com</em>.</p><p>Rekomendasi itu sudah diterima Ketua PPK Sragen Kota, Sulhan Fathoni. Sulhan meminta klarifikasi Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 08, Sugiman, dan sempat mengklarifikasi kepemilikan Sanggar Serambi Sukowati itu.</p><p>&ldquo;Ternyata sanggar itu bukan milik Pak Agus [Agus Fatchur Rahman] tetapi milik Ibu Wahyuning Harjanti, istri Pak Agus. Beliau sudah membuat pernyataan. Kendati hasil klarifikasi sudah saya sampaikan tetap pada pukul 22.00 WIB, Selasa, keputusannya TPS tetap dipindah,&rdquo; ujar Sulhan saat berbincang dengan <em>Solopos.com</em> di TPS 08, Rabu siang.</p><p>Ketua KPPS TPS 08, Sugiman, bersama anggota KPPS lainnya sempat bingung karena pada Selasa malam harus mencari tempat dan memindahkan perabot dan segala sesuatunya dari Sanggar Serambi Sukowati ke lokasi baru. Akhirnya, Sugiman menemukan lokasi yang masih satu lingkup RT dengan sanggar, yakni rumah Trimanto Utomo itu.</p><p>&ldquo;Semalam masih bingung karena undangan atau formulir C6 sudah beredar sejak Rabu-Minggu [20-24/6/2018]. Pada undangan sudah tertera lokasi TPS berada di Sanggar Serambi Sukowati. Malam-malam menjelang tengah malam tidak memungkinkan untuk mengumumkan lokasi baru kepada <a title="Pilgub Jateng 2018: Ini 2 Daerah dengan Jumlah Pemilih Terbanyak di Sragen" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180416/491/910597/pilgub-jateng-2018-ini-2-daerah-dengan-jumlah-pemilih-terbanyak-di-sragen">pemilih</a>. Untuk mendapat lokasi baru itu pun harus membangunkan pemilik rumah dulu malam-malam,&rdquo; ujarnya.</p><p>Akibatnya tak sedikit pemilih yang kecele datang ke Serambi Sukowati dan baru tahu setelah mencari-cari TPS baru. Jumlah pemilih di TPS 08 ada 391 orang.</p><p>&ldquo;Ada yang putar-putar tiga kali baru ketemu TPS 08. Bahkan ada yang keliru membawa undangan. Yang dibawa bukan undangan pencoblosan tetapi undangan yasinan,&rdquo; tuturnya.</p><p>Sugiman menyayangkan munculnya rekomendasi yang mendadak sehingga merepotkan banyak pihak karena tak memungkinkan sosialisasi. Lokasi Serambi Sukowati itu, kata Sugiman, sudah menjadi langganan TPS saat ada pemilihan umum, seperti Pilgub, pemilu legislatif, dan Pilpres.</p><p>Sugiman menyampaikan Serambi Sukowati itu hanya tidak digunakan untuk TPS pemilihan bupati. &ldquo;Dulu-dulu juga tidak masalah. Kami sudah menyampaikan lokasi itu jauh hari tetapi kenapa baru direspons mendadak,&rdquo; tambahnya.</p><p>Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto pun berjaga di lokasi itu sejak pagi. Ia juga menyayangkan rekomendasi Panwaslu yang mendadak. Namun langkah Panwaslu itu justru diapresiasi Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati.</p><p>Bupati menilai rekomendasi itu sebagai bentuk kecerdasan Panwaslu karena dikhawatirkan ada indikasi tidak netral. <br /><br /><br /></p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten