Tutup Iklan
Model berpose saat peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, Selasa (15/1/2019). (Bisnis-Abdullah Azzam)

Solopos.com, SEMARANG — PT Toyota Astra Motor mengklaim kendaraan bermotor mobil serbaguna kecil New Avanza prospektif di pasar Jawa Tengah. Oleh karena itu, pasokan mobil jenis terbaru itu akan dinaikkan, namun besarannya tidak akan melebihi 10.000 unit/bulan setelah menaikan jumlah produksinya.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto menuturkan minat masyarakat untuk membeli New Avanza sangat tinggi dan perusahaan mengusahakan untuk terus menambah pasokan guna memenuhi kebutuhan tersebut. “Enggak akan sampai 10.000 [unit per bulan]. Rasanya merek lain juga tidak sampai angka itu,” kata Soerjo kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), belum lama ini.  

Dia menambahkan penjualan ke diler atau wholesales Avanza secara maksimal pernah mencapai 21.000 unit pada 2019. Adapun total penjualan ke diler New Avanza pada Januari-Februari 2019 mencapai 11.268 unit dengan perincian 5.568 unit pada Januari 2019 dan 5.700 unit pada bulan kedua tahun 2019 ini.

Total surat pemesanan kendaraan (SPK) yang telah diraih untuk low multipurpose vehicle (LMPV) New Avanza dari Januari sampai Februari tahun 2019 ini sebanyak 18.300 unit. Sementara itu, di Jateng, rata-rata penjualan perusahaan per bulan berada pada kisaran 700 unit-800 unit dengan outstanding mencapai 900 unit.

Dia menjelaskan pasar Jateng terhadap kendaraan LMPV Avanza prospektif. Menurutnya, sambutan konsumen di Jateng sangat bagus terhadap model baru kendaraan kecil serbaguna tersebut.

Saat ini, kontribusi penjualan wilayah Jateng terhadap penjualan nasional cukup besar, yakni berada pada kisaran 7,2%-7,5%. “[Pasar Avanza di Jawa Tengah] Prospektif. Sejak diperkenalkan, Avanza baru mendapatkan sambutan luar biasa—sama seperti di beberapa kota besar lainnya,” katanya.

Selain model baru, program penjualan yang diberikan kepada konsumen juga membuat penjualan LMPV Avanza menjadi bagus. Program-program tersebut seperti trade in atau tukar tambah, kredit murah, dan program-program lainnya.

Soerjo menyatakan secara keseluruhan Jateng merupakan pasar yang bagus untuk penjualan mobil, salah satunya adalah karena tingginya pembangunan infrastruktur seperti tol Trans Jawa. Menurutnya, infrasruktur jalan yang semakin bagus akan membuat penjualan mobil semakin banyak mengingat kemacetan akan berkurang.

Bukan hanya itu, infrastruktur seperti jalan tol Trans Jawa yang terbangun juga menjadikan waktu tempuh semakin pendek sehingga orang membeli kendaraan pribadi.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten