Supriyanti memperlihatkan produk topeng klasik yang dibuat di rumahnya di Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Sabtu (4/5/2019). (Solopos-Bony Eko W.)

Solopos.com, SUKOHARJO-Tiga topeng klasik warna merah berukuran raksasa ditutup kain. Ketiga topeng itu dikelilingi belasan topeng kecil dan wayang kulit yang tertata rapi di etalase kaca. Topeng-topeng klasik itu menggambarkan https://news.solopos.com/read/20190508/496/990539/kemendikbud-pastikan-nilai-nol-untuk-siswa-smasmk-yang-curang-di-un" title="Kemendikbud Pastikan Nilai Nol untuk Siswa SMA/SMK yang Curang di UN">karakter sejumlah tokoh pewayangan seperti Rajamala, Hanoman, Garuda Jaksa, Dewi Sekartaji dan Panji Asmara Bangun.

Topeng klasik itu diproduksi Narimo, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Dia memproduksi topeng klasik sejak puluhan tahun lalu. Sehari-hari, Narimo memproduksi topeng klasik dibantu istrinya Supriyanti dan beberapa karyawannya.

Proses pembuatan topeng klasik raksasa memakan waktu hingga berbulan-bulan lantaran cukup rumit dan teliti. Proses pembuatan topeng mulai dari memilih kayu, membentuk kayu hingga menatah dan mewarnai topeng. “Harga topeng klasik raksasa paling mahal dibanding topeng lainnya. Harga topeng klasik berukuran besar dibanderol di atas Rp7 juta. Sementara harga topeng kecil di bawah Rp2 juta per buah,” kata istri Narimo, Supriyanti, saat berbincang dengan Solopos, Sabtu (4/5/2019).

Berkat keuletan dan kerja keras, topeng klasik yang diproduksi Narimo dilirik para pencinta seni di luar negeri seperti Cina, Jepang dan sebagian https://news.solopos.com/read/20190507/497/990348/myanmar-bebaskan-2-wartawan-reuters-peliput-krisis-rohingya" title="Myanmar Bebaskan 2 Wartawan Reuters Peliput Krisis Rohingya">negara di Eropa. Narimo kerap mengikuti pameran seni di mancanegara. Kali terakhir, Narimo memamerkan hasil karyanya saat mewakili Indonesia dalam visual arts world travel market di Inggris pada tiga tahun silam.

Para buyer langsung membeli topeng-topeng klasik saat mengunjungi pameran. “Pangsa pasarnya tak hanya lokal melainkan mancanegara. Jumlah pencinta seni di luar negeri juga cukup banyak,” ujar dia.

Narimo juga dipercaya Pemkot Solo untuk membuat patung klasik raksasa yang dipasang di sejumlah taman di Kota Bengawan. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat sebagai Walikota Solo. Topeng raksasa itu bertebaran di sudut jalan seperti Taman Sriwedari, Manahan dan Sekartaji.

Sementara itu, Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Rudi Gunawan, mengatakan kerajinan topeng klasik merupakan salah satu potensi unggulan di wilayahnya. Kualitas produk topeng klasik tak perlu dipertanyakan lantaran telah diekspor ke mancanegara dan sering diorder para pelaku usaha di Tanah Air termasuk Pemkot Solo.

Prospek industri kerajinan topeng klasik cukup https://news.solopos.com/read/20190507/496/990298/sudah-diteken-presiden-jokowi-thr-asn-cair-sebelum-akhir-mei" title="Sudah Diteken Presiden Jokowi, THR ASN Cair Sebelum Akhir Mei">menjanjikan apabila dikelola secara maksimal. “Sejatinya, Pemdes Wonorejo telah memiliki Badan Usaha Milik (BUM) Desa seperti minimarket dan pembuatan sumur bor. Namun, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah [UMKM] tetap diperhatikan agar bisa menjaga eksistensinya,” kata dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten