Top! Ini 5 Media Online Paling Dipercaya Publik

Hasil penelitian kali ini membahas tentang lima media massa online yang paling dipercaya publik, khususnya kaum marginal.

 Ilustrasi berita hoax (Sumber: Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi berita hoax (Sumber: Freepik.com)

Solopos.com, JAKARTA – Perkembangan media massa online di Indonesia selama beberapa tahun terakhir sangat luar biasa. Hal ini dipengaruhi peningkatan kapasitas teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat, sehingga media massa online bermunculan dan saling bersaing menjadi yang tercepat menyajikan informasi kepada masyarakat.

Akan tetapi kecepatan yang menjadi ciri khas media massa online sering kali menimbulkan masalah pada penerapan etika jurnalistik yang menimbulkan kritikan hingga menurunkan tingkat kepercayaan publik. Hal ini jelas sangat memengaruhi kredibilitas media massa tersebut di mata publik, khususnya kelompok marginal.

Penelitian yang dilakukan Remotivi bekerja sama dengan International Media Support (IMS), menemukan bahwa media-media di Indonesia tidak memberi ruang adil bagi bagi liputan kelompok agama marginal. Hal ini ditandai oleh minimnya jumlah berita dan sudut pandang liputan yang memposisikan aktor agama marginal sebagai korban.

Baca juga: Tak Cuma Pacitan, Wonogiri Juga Berpotensi Tsunami Besar

Muhammad Heychael, peneliti Remotivi yang juga merupakan peneliti utama dari riset ini, mengatakan dibanding dengan agama resmi non-Islam Sunni, seperti Kristen atau Hindu, agama-agama marginal (Syiah, Ahmadiyah, dan Penghayat Kepercayaan) mendapatkan ruang pemberitaan yang jauh lebih sedikit.

Kendati agama resmi non-Islam Sunni mendapatkan ruang yang cukup besar, Heychael menilai pemberitaannya bukan tanpa masalah. Mayoritas berita bersifat seremonial (hari raya keagamaan). Sementara dalam konteks pemberitaan kelompok agama marginal, bingkai konflik sangat dominan.

“Meski mengangkat isu konflik adalah hal yang penting, sayangnya aktor-aktor dari kelompok agama marginal cenderung diposisikan sebagai korban,” terangnya Heychael dalam siaran pers yang dikutip Solopos.com, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Media Massa dan Media Sosial

Berdasarkan survei frekuensi akses media terlihat tidak ada perbedaan konsumsi yang signifikan antara kelompok agama marginal dan non-marginal. Dalam hal ini media berbasis internet menjadi platform yang paling banyak diakses responden dengan persentase 92,71% untuk kelompok non marginal dan 89,58% untuk kelompok marginal.

Dalam hal ini media massa online yang sudah lama eksis dan mapan dipercaya semua kelompok, khususnya mereka yang berasal dari kaum marginal. Responden umumnya mempercayai media daring yang berfokus pada penyediaan informasi lokal tentang daerah mereka.

Baca juga: Maknyus! Nikmatnya Sedot Kepala Ikan di Kuliner Brekecek Pathak Jahan Khas Cilacap

Namun, faktor utama yang menentukan ketidakpercayaan terhadap media daring adalah praktik jurnalisme yang mengandalkan sensasionalisme, misinformasi, dan clickbait. Latar negara media daring juga menjadi faktor penting bagi sebagian peserta.

Adapun lima media massa online di Indonesia paling dipercaya berdasarkan kelompok agama khususnya marginal adalah Kompas.com (45,83%), Detik (25%), Solopos (6,25%), Maula TV (2,08%), dan Seword (2,09%). Hal tersebut menunjukkan bahwa Internet menjadi media yang sangat penting dalam proses penyebaran berita dan informasi di era digital, sehingga memerlukan pengelolaan yang profesional.


Berita Terkait

Berita Terkini

Eaalaah...Admin Humas Polda Cecar Warganet di DM Instagram

Selain menegur, admin akun Humas Polda Kalteng juga meminta warganet tersebut untuk datang ke Kantor Humas Polda Kalteng.

Populasi Koala Berkurang, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Klamidia

Para ilmuwan di sebuah universitas Australia berharap dapat membantu agar populasi koala yang kian berkurang menjadi lebih sehat dengan vaksin klamidia untuk hewan berkantung.

Uji Nyali! Berkunjung ke Museum Santet Di Cirebon

Di dalam museum santet terdapat ratusan boneka yang digantung termasuk boneka menyerupai pocong yang dipasang di pinggir dan sudut-sudut.

KA Cepat Jakarta-Bandung Butuh 75 Tahun untuk Balik Modal!

https://www.solopos.com/target-uji-coba-kereta-cepat-jakarta-bandung-1146742?utm_source=terkini_desktop

Begal Payudara di Cipayung Tertangkap! Ini Motif Tindakannya

Dari hasil pengakuannya tersangka, tersangka mengatakan kalau dia ada rasa nafsu karena sering menonton film porno

Kangen, Ibunda Buronan Kasus MIT Minta Anak Pulang dan Menyerah

Di dalam video itu, sang ibu meminta anaknya untuk segera pulang dan menemuinya dan anggota keluarga lain.

Puluhan Pelajar Di Lombok Tengah Tepar, Ini Penyebabnya

Puluhan pelajar di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, harus mendapat perawatan di puskesmas setelah memakan gorengan.

Banjir Melanda Kota Samarinda, 9.444 Jiwa Di Lima Kelurahan Terdampak

Banjir melanda lima kelurahan di dua kecamatan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sebanyak 9.444 jiwa terdampak.

Sejarah Hari Ini : 21 Oktober 1944, Serangan Kamikaze Pertama

Beragam peristiwa terjadi pada 21 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari ini, salah satunya serangan kamikaze untuk kali pertama oleh pasukan Jepang.

Nekat! Pemuda Mabuk di Minahasa Panjat Tower Listrik

Aksi pemuda di Watudambo, Minahasa Utara, Sulawesi Utara sungguh nekat, dalam kondisi mabuk memanjat tower listrik

Sindikat Narkoba Dibongkar, 22 Kg Sabu Disita

Pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal dari penangkapan tersangka pertama pada 16 September 2021 di Kabupaten Deli Serdang, dengan barang bukti 0,13 gram sabu-sabu.

Keroyok Anggota TNI AU, Lima Orang di Medan Ditangkap

Pengeroyokan anggota TNI AU tersebut terjadi di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

PD Masuk Tiga Besar, Elektabilitas PDIP Terus Turun

Naiknya tingkat elektabilitas Partai Demokrat antara lain karena posisinya sebagai oposisi sehingga dapat memanfaatkan kekurangan kebijakan pemerintah,

Istri Diganggu, Martil Bicara

Antara tersangka dan korban ada terjadi perselisihan di mana korban sering mengganggu istri tersangka.

Polisi Memaksa Periksa HP di Jalan, Kompolnas: Tolak!

Kewenangan polisi dalam memeriksa identitas dan ranah privasi seseorang harus dilakukan sesuai prosedur.