Toni Kroos. (Reuters-John Sibley)

Solopos.com, MONCHENGLADBACH — Tak ada yang bisa membantah bahwa Jerman adalah salah satu penguasa di Benua Eropa. Di Ajang Piala Eropa atau yang kerap disebut sebagai Euro, Tim Panser telah enam kali mencapai babak final dengan tiga di antaranya berbuah gelar, yakni pada 1972, 1980, dan 1996.

Saking dominannya, Jerman hanya tiga kali gagal lolos ke babak semifinal Piala Eropa sejak 1972. Namun gelandang Jerman, Toni Kroos, mendadak menyebut timnya tak layak menyandang status sebagai tim favorit di Piala Eropa .

Hal itu disampaikan Kroos setelah timnya menyegel tiket ke putaran final Piala Eropa 2020 dengan membekuk Belarusia empat gol tanpa balas di Borussia Park, Monchengladbach, Jerman, Minggu (17/11/2019) dini hari WIB.

Meski masih menyisakan satu laga melawan Irlandia, tim asuhan Joachim Low sudah tak mungkin terlempar dari dua besar. "Kami akan tahu di mana kami berdiri sesaat sebelum turnamen. Saat ini, saya tidak menganggap kami sebagai favorit. Namun itu tidak selalu berarti apa-apa," ucap Kroos seperti dilansir laman resmi UEFA.

Pengalaman menjadi salah satu indikator yang membuat Kroos berpandangan Jerman bukan lagi tim unggulan. Praktis hanya dirinya dan Manuel Neuer sebagai peraih Piala Dunia 2016 yang masih menjadi pilihan utama tim hingga kini. Sebagian pemain yang kerap dipanggil Low di Kualifikasi Piala Eropa 2020 justru masih berusia relatif muda.

Tercatat ada 12 pemain berusia di bawah 25 tahun yang bergantian menghiasi line up Tim Panser di kualifikasi. Dari deretan pemain muda itu, hanya Joshua Kimmich, Leon Goretzka, Serge Gnabry, Timo Werner, dan Julian Brandt yang memiliki 10 caps lebih di timnas senior.

Seluruh striker yang menjadi andalan Jerman saat ini bahkan berusia muda. "Kami masih kurang pengalaman. Namun secara prospek tim kami bekerja lebih baik dan lebih baik lagi," ucap Kroos.

Beberapa uji coba jelang Piala Eropa 2020 diyakini bakal mengukur sejauh muda kesiapan skuat muda Tim Panser dalam menghadapi persaingan di turnamen. Gelandang Jerman, Leon Goretzka, mengakui Jerman saat ini adalah tim muda dengan jam terbang relatif minim.

"Namun kami akan mengambil semua peluang untuk terus berkembang," ujar Goretzka dikutip dari Countypress.co.uk.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten