Kategori: Sragen

Tolak Relokasi, 3 Paguyuban Pedagang di Jl. W.R. Supratman Sragen Gelar Deklarasi Damai


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN – Puluhan orang perwakilan tiga paguyuban pedagang di sepanjang Jl. W.R. Supratman Sragen menggelar aksi penolakan relokasi ke lantai II Pasar Kota Sragen pascarevitalisasi, Sabtu (14/11/2020).

Aksi itu berupa deklarasi Persatuan Paguyuban Pedagang Menolak Relokasi (P3MR) Sragen. Mereka juga menggelar long march dari ujung barat Jl. W.R. Supartman sampai ke ujung timur sepanjang hampir 1 km.

Mereka berasal dari Paguyuban Kios Kliteh Sumilir, Paguyuban Sasana Langen Putro, dan Paguyuban Utara Rel (Pure) Sragen. Mereka juga memasang poster berisi penolakan relokasi dengan berbagai kata-kata. Setidaknya ada sebanyak 140-an poster yang dipasang di depan kios pedagang.

Bupati Usul UMK Karanganyar 2021 Naik 3,27 Persen

Poster

Poster itu dipasang dengan jarak 3-4 meter. Tulisan poster itu antara lain, relokasi membunuh keluarga kami, relokasi lebih bahaya dari Covid-19, diperindah bukan dipindah, tolak relokasi dukung revitalisasi,dan penggusuran berdalih revitalisasi Pasar Kota.

Kemudian mereka menggelar spanduk sepanjang 15 meter yang bertuliskan Deklarasi Persatuan Paguyuban Pedagang Menolak Relokasi (P3MR) Sragen. Spanduk tersebut ditenteng belasan pedagang sembari menyerukan penolakan relokasi.

Mereka berjalan atau long march mulai dari selatan Alun-alun Sasana Langen Putra hunga ujung barat Jl. W.R Supratman kemudian kembali lagi dan terus menuju ke ujung timur Jl. W.R. Supratman di wilayah Kampung Kliteh, Sragen Tengah, dan kembali lagi ke Alun-alun.

7 Kontak Erat Klaster Puskesmas Colomadu 1 Negatif Covid-19

“Kami tidak demontrasi. Kami hanya mendeklarasikan P3MR Sragen sebagai wadah aspirasi para pedagang untuk menyampaikan aspirasi dan menyampaikan penolakan terhadap relokasi pedagang Kl. W.R. Supratman ke lantai II Pasar Kota Sragen pascarevitalisasi nanti. Kami mendukung pembangunan atau revitalisasi Pasar Kota Sragen sesuai peruntukannya bagi pedagang Pasar Kota Sragen sekarang. Kami menolak keras recana relokasi pedagang utara rel KA dari Palang KA barat sampai Tugu Ganesha Kliteh,” ujar Ketua P3MR Sragen Ganjar Adi Purbantoro, 42, saat ditemui wartawan di sela-sela deklarasi, Sabtu siang.

Maklumat

Dukungan revitalisasi dan penolakan relokasi itu menjadi bagian dari maklumat dan tuntutan yang diperjuangkan P3MR Sragen. Dua maklumat lainnya, Ganjar meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terutama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen untuk melibatkan kami dalam pembahasan terkait hal tersebut.

Ganjar mengatakan P3MR juga menuntut supaya kios direvitalisasi atau dipercantik bukannya direlokasi di lantai II Pasar Kota Sragen sehingga terbangun sebuah kawasan wisata, belanja, dan kuliner yang terpadu antara Pasar Kota, kios renteng, dan Alun-alun Sragen.

Dokter Sarankan Deteksi Dini Covid-19, Ternyata Ini Alasannya

Seorang pedagang mia ayam dan bakso, Yono, mengaku khawatir bila berjualan di lantai II Pasar Kota Sragen jadi tak laku. Dia mengatakan parkir motor rencananya di lantai II tetapi di lantai I ada space sepanjang sembilan meter dan sisa lahan itu bisa dipakai untuk parkir.

“Siapa yang jamin kalau di lantai I tidak ada parkir. Jujur kami sudah jatuh tertimpa tangga lagi. Kami terdampak adanya barikade di Jl. Veteran dan terkena dampak Covid-19. Sekarang mau direlokasi ke lantai II lagi,” katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita