Tutup Iklan -->
Tolak Persis Solo Bermarkas di Bekasi, Pasoepati Demo
Suporter pendukung klub Persis Solo melakukan aksi turun ke jalan menolak penggunakan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi sebagai kandang di Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (27/1) sore. (Solopos-Ivan Andimuhtarom)

Solopos.com, SOLO - Suporter pendukung klub Persis Solo mengancam akan melakukan boikot jika Manajemen Laskar Sambernyawa ngotot menggunakan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi sebagai kandang saat melakoni Liga 2 Indonesia musim 2019. Suporter menginginkan agar Persis bermain tak jauh dari Kota Solo, kota asal klub tersebut.

Hal itu disampaikan Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, saat ditemui wartawan di sela aksi turun ke jalan di Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (27/1/2019) sore. Pantauan Solopos.com, ratusan suporter melakukan long march dari depan Taman Sriwedari menyusuri Jl. Slamet Riyadi Gladak.

Mereka membawa sejumlah atribut seperti bendera Persis Solo, bendera Pasoepati dan beberapa spanduk. Di antara spanduk itu tertulis #Kenapaharusbekasi, Bekasi Pernah Bikin Sakit Hati, Bekasi Bukan Solusi, dan masih banyak lagi.

Beberapa perwakilan suporter kemudian berorasi di sebelah barat Patung Slamet Riyadi mempertanyakan kebijakan manajemen yang akan menggunakan Bekasi sebagai kandang. Mereka menyerukan agar manajemen membatalkan rencana memindah markas Persis ke Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Seperti diketahui, manajemen Persis Solo berencana memanfaatkan Stadion Candrabhaga Bekasi untuk stadion kandang sementara selama Persis Solo mengikuti kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2019. Manajemen yang diwakili Sekjen Dedy M. Lawe dan Manajer Persis Langgeng Jatmiko telah menemui Pemkot Bekasi, Kamis (17/1/2019) lalu.

Pemkot Bekasi yang diwakili pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta pengelola stadion menyambut baik rencana Persis Solo menggunakan stadion bertaraf internasional berkapasitas 30.000 penonton tersebut. Bahkan, kedua belah pihak sudah mencapai kesepakatan biaya sewa Stadion Patriot adalah Rp30 juta per laga.

Langgeng, kala itu mengatakan tim Persis Solo akan pindahan ke stadion yang juga menjadi kandang Bhayangkara FC itu pertengahan Februari mendatang. “Kami suporter Solo tetap berharap keputusan pindah Bekasi direvisi. Jaraknya sangat jauh,” ujar Aulia Haryo Suryo.

Ia berharap manajemen berkoordinasi dengan Askot PSSI Solo dan Pemkot Solo, khususnya untuk merealisasikan Stadion Sriwedari sebagai alternatif stadion yang bisa digunakan Persis Solo. Pihaknya menilai manajemen dan Pemkot Solo, khususnya dengan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, kurang harmonis. “Terutama ke Pak Rudy sebagai pembina Persis masih kurang,” terangnya.

Ia menjelaskan, jika manajemen bersikeras menggunakan Stadion Patriot, para suporter, khususnya Pasoepati akan melakukan boikot. Bentuk boikot bisa memboikot pertandingan atau boikot merchandise. “Kami masih koordinasikan dengan korwil,” kata dia.

Mereka kemudian melanjutkan long march ke depan Balai Kota Solo kemudian kembali ke Sriwedari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho