Perlintasan di bawah flyover Palur, Karanganyar, ini akan ditutup. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bupati Karanganyar, Juliyatmono, akan berkirim surat kepada Presiden Republik Indonesia terkait rencana penutupan https://soloraya.solopos.com/read/20190329/494/981466/pt-kai-segera-tutup-perlintasan-bawah-flyover-palur-karanganyar" title="PT KAI Segera Tutup Perlintasan Bawah Flyover Palur Karanganyar">perlintasan kereta api (KA) di bawah flyover Palur oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu menyampaikan hal itu saat berbincang dengan wartawan di salah satu tempat makan di Bejen, Karanganyar, Kamis (4/4/2019). Menurut Yuli, sapaan akrabnya, Kementerian Perhubungan adalah pihak yang berwenang menutup perlintasan kereta api.

"Sudah dikonsep surat kepada Presiden dengan tembusan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Begitu juga surat kepada Gubernur karena itu jalan milik Provinsi Jawa Tengah. Intinya kami meminta [perlintasan kereta api di bawah flyover] tetap bisa difungsikan untuk jalur lalu lintas," kata Bupati.

Politikus Partai Golkar itu berharap pihak terkait membicarakan persoalan itu secara komprehensif. Setiap pihak tidak boleh menggunakan dalih kewenangan masing-masing.

Yuli mencontohkan pembahasan persoalan itu tidak bisa dari sisi teknis maupun penggunaan teknologi saja. Menurutnya setiap pihak harus membahas persoalan itu dengan melihat asas manfaat untuk masyarakat.

"Silakan pertimbangkan menggunakan teknologi tanpa menutup perlintasan. Tidak boleh berdalih masing-masing punya kewenangan tetapi pertimbangkan asas kemanfaatan lebih besar untuk masyarakat. Jangan kaku bicara kewenangan. Yang dilayani siapa, yang harus memperoleh manfaat siapa," tutur dia.

Yuli berharap semua pihak duduk bersama mencari solusi terbaik untuk persoalan itu. Masyarakat menjadi pertimbangan utama penyediaanhttps://soloraya.solopos.com/read/20190404/489/982853/awas-jalur-ganda-bikin-perlintasan-ka-kian-berbahaya" title="Awas, Jalur Ganda Bikin Perlintasan KA Kian Berbahaya!"> fasilitas umum. Selain itu, Palur adalah pintu dan wajah Kabupaten Karanganyar.

Yuli mengaku belum pernah mendengar rencana penutupan perlintasan kereta api di bawah flyover Palur saat proyek nasional pembangunan flyover dan jalur ganda kereta api kali pertama mengemuka. Rencana itu muncul setelah dua proyek nasional rampung.

"Rakyat berhak tahu. Mestinya dipertimbangkan jalur ganda tidak mengganggu kepentingan yang lain. Selama belum ada keputusan, kami pending rapat yang membicarakan itu. Aja nggampangke [jangan anggap enteng] masalah menyangkut hajat hidup orang banyak," ujar dia.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro. Sundoro menyampaikan Dishub PKP belum mengambil keputusan terkait rencana PT KAI memasang wessel.

Beberapa waktu lalu, PT KAI bersurat kepada Pemkab meminta bantuan pengamanan saat pemasangan wessel di perlintasan kereta api di bawah flyover Palur. Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daops VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengklarifikasi penutupan perlintasan kereta api merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Eko kembali menyinggung sejumlah prioritas penutupan perlintasan kereta api mengacu Undang-Undang (UU) RI No. 23/2017 tentang Perkeretaapian. "Terkait perlintasan Palur itu proyek nasional jalur ganda. Kereta api yang melintas bakal tambah kecepatan dan jumlah. Kami pasang wessel di perlintasan itu supaya operasional kereta api lancar sehingga double track efektif. Kalau warga menolak penutupan perlintasan bukan ke PT KAI tapi pemerintah," ujar dia saat berbincang dengan Solopos.com.

Saat ditanya solusi selain menutup https://soloraya.solopos.com/read/20180720/495/928996/awas-ada-50-perlintasan-ka-liar-di-solo-wonogiri" title="Awas, Ada 50 Perlintasan KA Liar di Solo-Wonogiri ">perlintasan kereta api di bawah flyover Palur, Eko kembali menjelaskan soal teknis pemasangan wessel untuk memperlancar perjalanan kereta api pada jalur ganda. Menurut dia, pemasangan wessel mempertimbangkan perhitungan teknis sehingga tidak mungkin pemasangan perangkat wessel digeser ke lokasi lain.

"Jadi gini masang wessel enggak bisa digeser. Berubah satu inci saja bahaya. Itu teknis konstruksi. Jadi pas kebetulan di situ [di perlintasan bawah flyover Palur] titiknya. Enggak bisa diajak kompromi terkait teknis konstruksi. Berbeda dengan konstruksi di Purwosari dan Balapan. [Sama-sama wessel tetapi] penempatan berbeda karena faktor keamanan, teknis, konstruksi," jelas dia.

Eko berharap masyarakat mengerti penutupan perlintasan kereta api di bawah flyover Palur berkaitan dengan keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api. PT KAI selaku operator kereta api memprioritaskan keamanan kereta api.

Di sisi lain, Eko belum dapat memastikan waktu pemasangan wessel itu. "Masih persiapan. Enggak bisa tiba-tiba. Kami perhitungkan rel, kereta api yang melintas. Tetapi secepatnya harus dipasang supaya operasional kereta api sampai Palur lancar. Rekayasa lalu lintas ya monggo seperti itu tapi memang harus dipasang. Kami minta tolong ke Dishub PKP Karanganyar hal wajar. Matur kepada institusi terkait," ungkap dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten