Tolak HTI, Ratusan Anggota GP Ansor Long March di Karanganyar
Massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Soloraya membawa poster saat menggelar aksi di Bundaran Gladak, Solo, Jumat (9/3/2012). (Dok/JIBI/Solopos)

Ratusan anggota GP Ansor di Karanganyar menggelar aksi long march untuk menolak gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Solopos.com, KARANGANYAR -- Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karanganyar menggelar apel kesetiaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Sabtu (15/4/2017). Aksi itu wujud penolakan terhadap gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dikenal mengusung isu khilafah.

Apel dilanjutkan dengan longmarch dari Taman Pancasila, Jl. Kapten Mulyadi, Simpang empat Kantor Pegadaian, dan kembali ke Taman Pancasila. Mereka membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan "tolak HTI dalam bentuk apapun", "NKRI harga mati", dan lain-lain.

GP Ansor juga mengerahkan anggota Pagar Nusa, Banser, Muslimat NU, Ikatan Pelajar NU (IPNU), Fatayat NU, dan lain-lain. Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Karanganyar, Suwanto, menyampaikan GP Ansor siap menjadi garda depan membela NKRI.

"Tidak ada celah bagi golongan tertentu yang ingin mengubah Pancasila sebagai ideologi apalagi mencerabut UUD 1945 dari dasar negara. Gagasan khilafah itu jelas upaya penggerogotan keutuhan NKRI," kata dia saat ditemui wartawan di sela-sela acara.

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Karanganyar, Sularno. Menurut dia, rakyat Indonesia harus menjadikan perbedaan dan keberagaman sebagai kekayaan NKRI.

Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, melalui Kapolsek Karanganyar, AKP Ridwan, mengapresiasi aksi GP Ansor dilakukan dengan tertib dan santun. Ridwan menyampaikan polisi akan mendukung kegiatan masyarakat tetapi dengan catatan tetap menjaga kondusivitas dan sesuai aturan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho