Kendaraan melintas di Gerbang Tol Colomadu, Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Minggu (17/6/2018). (Solopos-Iskandar)

Solopos.com, BOYOLALI -- Selama momentum Lebaran, jumlah kendaraan yang masuk melalu jalur tol Solo-Ngawi diprediksi meningkat hingga 300% dibandingkan hari-hari biasa. Puncak peningkatan kendaraan diprediksi terjadi pada 31 Mei hingga 1 Juni 2019.

Terkait hal itu PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) terus melakukan persiapan. Direktur Utama PT JSN, Ari Wibowo, mengatakan untuk mendukung kesiapan dalam rangka menyambut para pemudik, pihaknya telah membentuk Satgas Lebaran yang akan akan difokuskan pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

"Fokus kami selama Lebaran nanti adalah layanan di gerbang tol, mengantisipasi antrean dan layanan di rest area. Fokus satgas mengkoordinasikan antrean yang timbul di gerbang dan pemenuhan fasilitas di rest area," kata dia saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (24/5/2019).

Pihaknya memprediksi selama momentum Lebaran nanti akan ada peningkatan signifikan pada jumlah kendaraan yang keluar masuk.

"Prediksi sekitar 300%. Kalau hari-hari biasa, rata-rata 11.000 kendaraan per hari. Pada Lebaran nanti diprediksi rata-rata bisa mencapai Rp31.000 kendaraan per hari. Kemudian pada puncak arus mudik diprediksi bisa mencapai 41.000 kendaraan per hari. Puncak arus mudik tersebut diperkirakan terjadi pada 31 Mei hingga 1 Juni," kata dia.

Untuk mengantisipasi antrean panjang di gerbang tol pihaknya akan menambah gardu satelit. Namun tambahan gardu tersebut hanya disiapkan di dua tol yaitu gerbang tol Ngemplak dan Colomadu. Sebab diprediksi dua gerbang tol tersebut akan menjadi pilihan para pengguna tol untuk keluar masuk Solo.

"Solo akan menjadi tujuan mudik. Bukan hanya dari wilayah barat seperti Jakarta, taoi juga dari arah Surabaya. Dari arah timur kemungkinan akan keluar melalui Gerbang Tol Ngemplak kemudian dari arah barat akan keluar di Gerbang Tol Colomadu," lanjut dia.

Sedangkan untuk jumlah gardu tambahan, dia menyebutkan akan ada sembilan gardu tambahan di Gerbang Tol Colomadu dan lima gardu di Gerbang Tol Ngemplak. Sebelumnya dia menyebutkan jumlah gardu tambahan itu ada enam gardu di Colomadu dan tiga gardu di Ngemplak.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi untuk mengaktifkan gardu tambahan itu. "Sebab untuk mengoperasikannya harus sesuai. Diupayakan pekan ini bisa beroperasi," lanjut dia.

Sementara itu untuk layanan top up atau pengisian ulang kartu tol, pihaknya telah menyiapkan fasilitas di rest area.

"Sudah ada ATM. Setiap rest area dalam masa Lebaran kami tingkatkan sarana top up. Ada toko ritel dan ATM yang bisa untuk top up. Kami juga akan memasang pemberitahuan agar pengguna tol bisa melakukan top up di rest area bukan di gerbang tol," kata dia.

Dia menyebutkan di sepanjang ruas tol Solo-Ngawi ada enam rest area.

Sementara itu Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Bank Indonesia (BI) Solo, Bakti Artanta, mengatakan selama momentum Lebaran nanti akan disiapkan top up center di setiap rest area tol.

"Semua bank terlibat. Bukan hanya bank Himbara, tapi ada BCA, Bank Jateng juga terlibat," kata dia belum lama ini. Selain itu juga akan ada layanan mobil gerak di rest area dari beberapa bank untuk melayani top up.

Terkait pelayanan tersebut pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan PT JSN dan perbankan.

"Jadi untuk layanan nontunai kami siap," lanjut dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten