TOL SOLO-KERTOSONO : 450 Warga di 9 Desa Terdampak Penambahan Lahan Tol

TOL SOLO-KERTOSONO : 450 Warga di 9 Desa Terdampak Penambahan Lahan Tol

SOLOPOS.COM - Mobil melintasi jalan tol Solo-Sragen dari arah timur di kawasan Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (8/7/2016). Jalan tol mulai dibuka satu jalur dari arah Sragen menuju Solo pada H+2 untuk menunjang kelancaran arus balik Lebaran 2016. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)

Tol Solo-Kertosono, 450 warga yang terdampak penambahan lahan untuk tol Soker sudah diberi sosialisasi.

Solopos.com, KARANGANYAR — Sekitar 450 warga di sembilan desa di Kecamatan Colomadu, Kebakkramat, dan Gondangrejo, bakal terkena proyek penambahan lahan untuk pembangunan tol Solo-Kertosono (Soker).

Mereka dikumpulkan di Balai Desa Wonorejo, Gondangrejo, Selasa (25/10/2016) lalu, guna mengikuti sosialisasi tahapan pembebasan lahan. Dalam pertemuan itu, seluruh pemilik tanah menyatakan bersedia melepas lahan dengan syarat pemberian ganti rugi.

“Jumlah totalnya sekitar 450 pemilik tanah, banyak sekali kemarin [Selasa]. Alhamdulillah semuanya setuju, membolehkan tanah mereka untuk pembangunan tol,” ujar Kepala Desa (Kades) Wonorejo, Suhud Anshori, kepada Solopos.com, Rabu (26/10/2016).

Suhud menjelaskan ada 62 warga Wonorejo yang terdampak penambahan lahan tol Soker. Penambahan lahan di Wonorejo terkait rencana pembuatan interchange dari jalan Solo-Purwodadi ke tol Soker, begitu juga sebaliknya.

Suhud berharap hasil pertemuan segera ditindaklanjuti dengan tahap negosiasi harga dan pembebasan lahan. “Berhubung semua warga sudah setuju, ya harapan kami segera negosiasi harga dan pembayaran. Biar pengerjaan fisiknya bisa segera dimulai,” imbuh dia.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari Pemprov Jawa Tengah (Jateng), Pemkab Karanganyar, pejabat pembuat komitmen (PPK), Camat Colomadu Yophy Eko Wibowo, Camat Kebakkramat Murdatmo, Plt. Camat Gondangrejo Suprapti, dan kades dari sembilan desa yang terdampak.

Ada juga perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karanganyar dan pemilik tanah. Sembilan desa yang terdampak itu yaitu Ngasem dan Klodran (Colomadu), serta Wonorejo, Jatikuwung, Jeruksawit, dan Karangturi (Gondangrejo).

Di Kecamatan Kebakkramat, yang terkena penambahan lahan yaitu Desa Kebak, Kemiri, dan Waru. Camat Kebakkramat, Murdatmo, saat dihubungi Solopos.com, Rabu, mengakui para pemilik tanah di sembilan desa setuju untuk melepas lahan mereka.

Beberapa warga bahkan berharap segera ada negosiasi harga dan pembayaran ganti rugi. “Malah banyak yang usul, istilahnya sosialisasi-sosialisasi terus. Lah ini tenanan apa ora [Ini serius atau tidak]? Kan sudah lama. Kapan pelaksanaannya, pembayarannya,” tutur dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Bantuan Sosial Jateng Akhirnya Cair dalam Program Keluarga Harapan

Setelah tertunda tanpa kepastian jelas, Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan atau bansos PKH Jateng akhirnya dinyatakan bakal dicairkan.

Alumni Kirimi Rektor UI Karangan Bunga, Pesannya Bikin Ngakak

Deretan karangan bunga membanjiri kampus Universitas Indonesia dengan ucapan sindiran bagi Rektor UI yang ucapannya bikin ngakak.

Jokowi Bilang Bantuan Beras PPKM Tak Usik Stok Pangan

Presiden Jokowi memastikan bantuan beras yang dikucurkan pemerintah PPKM tidak akan mengganggu stok pangan nasional.

Begini Cuci Tangan Shopee Indonesia soal Demo Tolak PPKM

Shopee Indonesia menegaskan tidak terlibat dalam rencana demo tolak PPKM yang digagas pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Begini Reaksi Jokowi saat Obat Covid-19 di Apotek Habis

Sebuah video menunjukkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi melakukan sidak ke apotek dan mengetahui obat Covid-19 di apotek habis.

Mitra Ojol Rancang Demo Tolak PPKM, Operator Cuci Tangan

Mitra operator aplikasi ojek online dikabarkan merancang demo menolak PPKM namun operator aplikasi transportasi online cuci tangan.

Zodiak Ini Sulit Menerima Perpisahan

Tidak semua hubungan berakhir dengan bahagia, namun, astrologi barat menengarai ada insan dengan zodiak yang sulit menerima perpisahan.

Karyawan Hotel & Restoran di Garut Dapat Bansos

Karyawan hotel dan restoran anggota PHRI di Garut mengibarkan bendera putih setelah terdampak PPKM dan mulai menerima bantuan sosial nasional.

Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang

Warga terdampak bencana alam di Republik Rakyat Tiongkok semakin transparan, padahal topan disertai hujan dan banjir masih mengancam China.

Api Olimpiade Tokyo 2020 Sudah Menyala, Ini Jadwal Atlet Indonesia Sabtu 24 Juli

Petenis asal Jepang dan juara empat kali Grand Slam, Naomi Osaka, dipercaya menjadi penyulut api Olimpiade Tokyo 2020.

Luhut Pandjaitan Kenalkan Laptop Merah Putih Bikinan Lokal

Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan mengenalkan laptop Merah Putih bikinan dalam negeri yang memperkuat industri teknologi informasi.

Tetap Waspada! 43 Desa Di Karanganyar Endemis Demam Berdarah

Sebanyak 43 desa di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar terkategori sebagai wilayah endemis demam berdarah dengue atau DBD