Ilustrasi jalan tol tepi laut. (pxhere.com)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan jalan tol Semarang-berkonsep mirip dengan jalan tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan tanggul laut. Perencaan proyek jalan tol itu kini masih dalam tahap penentuan trase oleh Pemprov Jateng beserta pemerintah kota dan kabupaten terkait.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng Peni Rahayu menyatakan hingga ini pemerintah-pemerintah daerah yang terlibat dalam proyek jalan tol Semarang-Kendal sedang membahas penentuan trase.  Tantangan dalam penentuan trase itu salah satunya berasal dari sebagian wilayah darat yang sudah terendam air.

Oleh karena itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan memutuskan status lahan, dan penilaian ganti rugi ditentukan tim appraisal. “Setelah penentuan trase Semarang-Kendal disetujui seluruh pihak, nanti baru dilelang oleh Kementerian PUPR. Tantangannya memang mirip Semarang-Demak yang sebagian wilayah terendam air, walaupun akhirnya sudah clear,” tuturnya, Rabu (30/10/2019).

Pemerintah memiliki perencanaan lima proyek tol lagi di Jateng ataupun melewati sebagian wilayah provinsi ini. Kelima ruas tol itu adalah Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, Yogyakarta-Bawen, Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International Airport (Kulon Progo), Demak-Tuban, dan Semarang-Kendal.

Jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA sepanjang 91,91 km sudah melalui proses penentuan trase. Dengan demikian proyek tersebut akan memasuki tahapan lelang.

Menurut Peni, sejumlah proyek jalan tol itu masuk ke dalam 12 proyek strategis Jateng yang diajukan ke Presiden Joko Widodo. Namun, Presiden kemudian menentukan tiga proyek super prioritas, yakni Kawasan Candi Borobudur, Kawasan Industri (KI) Kendal, dan KI Brebes.

“Meskipun super prioritas dipilih tiga, tidak serta-merta menggugurkan 12 proyek strategis. Karena yang super prioritas juga butuh proyek-proyek penunjang dan ini tetap berjalan untuk mendukung konektivitas serta persebaran ekonomi,” jelasnya.

Sebagai contoh, jalan tol Semarang-Kendal akan mendukung kawasan Kendal sebagai pusat industri, yang sebentar lagi naik kelas menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu, Pemprov Jateng sudah mengoperasikan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng rute Semarang-Kendal pada 28 Oktober 2019.

Di KEK Kendal dan KI Brebes, Pemprov Jateng mengupayakan pengembangan pelabuhan baru. Proyek pelabuhan akan menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sehingga terbuka bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi.

“Pada umumnya kami sangat terbuka dengan KPBU, proyek-proyek pengembangan apa saja yang bisa dikerjasamakan, silahkan swasta, BUMN, BUMD ikut serta,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Bisnis


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten