Tol Salatiga-Kartasura Beroperasi Penuh 24 Jam Mulai Pekan Ini
Pejabat Humas PT Waskita Karya Soker 1B, Eko Jayanto, berdiri di ruas jalan tol Sragen-Ngawi, Km 538, Paldaplang, Ngrampal, Sragen, Selasa (13/11/2018). (Istimewa-Eko Jayanto)

Solopos.com, SOLO -- Jalan ruas Salatiga-Kartasura bakal beroperasi penuh selama 24 jam selama masa angkutan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019. Tol ruas Salatiga-Kartasura yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo ini tinggal menunggu sertifikat laik operasi (SLO) dari pemerintah pusat.

Direktur Utama PT Jasamarga Solo-Ngawi, David Wijayatno, mengatakan jalan tol ruas Salatiga-Solo (Salatiga-Kartasura) siap dioperasikan. Ruas tol ini sudah dilakukan uji laik operasi dan tinggal menunggu sertifikatnya.

"Insya Allah tanggal 20 atau 21 Desember itu sudah bisa diresmikan. Ini menunggu kepastian dari pusat kapan waktunya diresmikan, tapi sebelum Natal sudah difungsikan," katanya kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut David memaparkan ada lima operator tol yang mengoperasikan ruas Semarang-Surabaya ini. Meskipun demikian, transaksinya terintregasi bagi masyarakat yang hendak menempuh perjalanan Semarang menuju Surabaya.

Dengan demikian, masyarakat dari Semarang bisa tap kartu tol di pintu masuk, kemudian tap kedua di pintu keluar di Surabaya. "Di tengah-tengah tidak ada gerbang tol lagi [rute Semarang-Surabaya]. Jadi sekali transaksi saja. Di sisi lain, kalau sudah dibuka, operasional penuh nanti 24 jam,” imbuhnya.

Dia memprediksi jumlah kendaraan yang melewati tol Salatiga-Ngawi selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru meningkat 50%-60%. Jika hari biasa ruas tol ini dilalui 7.000-9.000 kendaraan per hari. Saat momen Natal dan Tahun Baru diprediksi bisa mencapai 13.000 kendaraan per hari.

Di samping itu, dia juga telah menyiapkan sarana dan prasarana saat momen libur Natal dan Tahun Baru nanti. Persiapan itu mulai dari personel hingga sarana pendukung seperti mobil ambulans, mobil derek, dan patroli jalan raya.

Ia juga menyediakan kios bahan bakar minyak (BBM) di setiap rest area jalan tol untuk mempermudah pengguna jalan. Hal ini mengingat belum rampungnya pengerjaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Di sisi lain, masyarakat diminta berhati-hati saat melewati tol. Pertama, mematuhi batas kecepatan, dan kedua, istirahat jika mengantuk. Operator memasang spanduk berisi imbauan bagi pengguna jalan.

“Mereka kalau enggak mengantuk, ya over speed. Misalnya, dari Kartasura-Karanganyar kecepatan maksimal 80 km/jam. Sedangkan Karanganyar-Ngawi 100 km/jam. Ini banyak dilanggar, kalau diperhatikan kecepatannya pasti di atas 100 km/jam,” paparnya.

Selain itu, pengguna jalan tol juga diminta jangan menyetir saat mengantuk. Kecelakaan banyak terjadi saat malam hari dan kejadiannya didominasi pengendara yang menabrak truk.

Kejadian ini banyak dari arah timur lantaran di ruas tol ini merupakan titik lelah. Maka dari itu, mereka diminta memanfaatkan rest area yang ada setiap 20 km.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom