TOKOH SOLORAYA : Ki Djoko Sutedjo Ingin Jual Lukisan Rp3 Miliar
Ki Djoko Sutedjo, pelukis asal Boyolali (JIBI/Solopos/Istimewa)

Tokoh Soloraya kali ini mengenai pelukis asal Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI -- Melukis dan mengajari anak-anak melukis adalah aktivitas keseharian Ki Djoko Sutedjo. Di rumahnya Dukuh Pelang, Desa Bade, Klego, Boyolali itulah, pelukis serba Semar ini menghabiskan masa senjanya itu.

Lukisan Sang Guru Sejati karya Ki Djoko pelukis asal Boyolali (JIBI/Solopos/istimewa)
Lukisan Sang Guru Sejati karya Ki Djoko pelukis asal Boyolali (JIBI/Solopos/istimewa)

Akhir-akhir ini, Ki Djoko rupanya punya impian lagi, yakni ingin membangun padepokan. “Saya ingin bangun masjid, ingin bangun padepokan, dan membantu anak-anak yatim,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (4/12/2016).

Lantas dari mana dananya? Ki Djoko diam-diam tengah melelang sebuah lukisan terbaiknya. Harganya pun tak tanggung-tanggung, yakni Rp3 miliar. “Ini lukisan berjudul Sang Guru Sejati. Harganya Rp3 miliar,” kata dia.

Ki Djoko mengatakan, lukisan tersebut dibuat mulai 31 Desember 2004 saat terjadi peristiwa dahsyat Tsunami Aceh. Ukurannya 100 cm x 123 cm. Lukisan berbahan cat minyak dan kain kanvas itu baru saja kelar pada 2013 lalu.

Andai kata lukisan yang berjudul Sang Guru Sejati itu laku terjual, Ki Djoko akan menyumbangkan kepada anak-anak yatim piatu, pembangunan masjid yang ada di wilayah kabupaten Boyolali serta untuk membangun padepokan seni rupa wayang miliknya.

Lukisan Ki Djoko berjudul Sang Guru Sejati menceritakan Raden Broto Seno atau Raden Bima yang berguru kepada Pandita Durna. Bima ingin sekali mencari ilmu kesempurnaan hidup. Namun, pendeta Durna menjebaknya dengan mengatakan bahwa untuk mendapatkan ilmu kesempurnaan hidup itu harus mendapatkan kayu Gong Gung dan Sarang Angin.

Dan lokasi sarang angin itu berada di tengah samudera selatan. “Tujuan Durna Brotoseno sebenarnya agar Bima dimakan seekor naga besar,” paparnya.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Brotoseno berhasil mengalahkan seekor. Ia akhirnya bertemu dengan Dewa Ruci atau Sang Guru Sejati. “Dari sanalahnya, Bima mendapatkan ilmu kesempurnaan hidup,” kata Ki Djoko.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom