TOKOH SOLORAYA : Irmawati Guru SMA 2 Solo, Pengalaman Lomba Tak Terlupa
Irmawati, guru SMA 2 Solo (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)

Tokoh Soloraya kali ini datang dari dunia pendidikan.

Solopos.com, SOLO -- Mengikuti Lomba Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2016 merupakan pengalaman pertama bagi wanita bernama Irmawati ini.

Tak pernah disangka sebelumnya, guru pegawai negeri sipil (PNS) di SMA Negeri (SMAN) 2 Solo tersebut justru berhasil menoreh prestasi sebagai Juara 2 OGN 2016 Tingkat Nasional untuk Mata Pelajaran (Mapel) Ekonomi.

Berawal dari keikutsertaannya dalam Lomba OGN 2016 Tingkat Kota Solo yang diselenggarakan di SMP Negeri (SMPN) 8 Solo, 20 Juli lalu, Irmawati berhasil keluar sebagai Juara I dan meraih medali emas. Guru yang mengabdi di SMAN 2 Solo sejak 2008 itu kemudian mewakili Kota Solo untuk maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Irmawati mengikuti seleksi dalam Lomba OGN 2016 Tingkat Jawa Tengah yang digelar serentak di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, 24 Agustus lalu. Irmawati yang mengikuti seleksi tersebut di SMKN 8 Solo ini kembali meraih Juara I. Irmawati menjadi salah seorang guru yang kemudian mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Lomba OGN 2016 Tingkat Nasional.

Jika di tingkat kota dan tingkat provinsi, para peserta OGN hanya menghadapi tes tertulis, di tingkat nasional mereka, termasuk Irmawati, harus mengikuti tes tertulis dan tes presentasi.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba. Saat maju ke tingkat nasional, saya sempat minder, tidak percaya diri. Terlebih melihat peserta lainnya yang senior-senior dan kelihatannya berpengalaman dan bagus-bagus,” ungkap Irmawati ketika ditemui Solopos.com di SMAN 2 Solo, Selasa (8/11/2016).

Istri Mukti Irawan itu menuturkan, dalam sesi tes presentasi, dirinya memaparkan tentang metode pembelajaran dengan konsep discovery learning. Dirinya mendapatkan materi dari juri untuk mempresentasikan tentang Koperasi Indonesia.

“Metode pembelajaran ini dilakukan dengan mengkondisikan para siswa untuk menemukan konsep tentang koperasi itu sendiri. Desain yang saya pakai adalah TSTS atau To Stay To Stray. siswa harus aktif. Pelaksanaan dengan membagi para siswa dalam satu kelas menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok mempelajari submateri yang berbeda-beda,” ungkap lulusan Program Sarjana Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) 2007 itu.

Setelah setiap kelompok mempelajari satu submateri, lanjutnya, ada dua hingga tiga anggota kelompok yang diminta mengunjungi kelompok lainnya, sementara anggota yang tersisa tetap ada di dalam kelompoknya. Setiap anggota kelompok yang mengunjungi kelompok lainnya, mencari tahu tentang submateri yang sudah dipelajari oleh kelompok yang dikunjunginya tersebut.

“Dengan cara ini, siswa aktif, pelajaran tidak membosankan, dan materi lebih mudah dipahami,” kata Irmawati.

Kejutan

Gelar Juara 2 dalam Lomba OGN 2016 Tingkat Nasional diakui Irmawati menjadi kejutan baginya. Selain berhasil merebut Juara 2, dalam ajang tersebut Irmawati juga menyabet gelar Best Experiment.

“Saya bersyukur sekali, bisa membawa nama harum Provinsi Jawa Tengah, Kota Solo, sekaligus SMAN 2 Solo di tingkat nasional,” ungkapnya.

Ibu dua anak tersebut berharap prestasi yang telah diraihnya akan menjadi motivasi baik bagi dirinya untuk mencoba mengikuti lomba-lomba lainnya, bagi siswa maupun guru-guru lainnya agar bisa meraih prestasi di bidang lainnya.

“Ini justru menjadi amanah bagi saya agar ke depan bisa meningkatkan diri, memperbaiki yang kurang bagus saat ini dan meningkatkan yang sudah bagus,” pungkasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom