TOKOH SOLORAYA : Doni Animasolo Tepis Pesimisme Dirikan Studio Animasi
Doni pendiri komunitas Animasolo dan pendiri 8 Mata Studio Animasi Solo (Ahmad Wahid/JIBI/Solopos)

Tokoh Soloraya datang dari dunia animasi.

Solopos.com, SOLO -- Animator Solo kian berkiprah dalam industri animasi nasional dengan terlibat dalam produksi serial animasi di televisi. Salah satunya, Agus Doni Purwosulistio, pendiri 8 Mata Studio Animasi yang beroperasi di Solo.

Sejak 2011 menggeluti dunia animasi, Doni yang juga penggagas Sanggar Animasi GMC di Mojosongo Solo mengawali karier animasinya lewat komunitas Animasolo. Komunitas yang didirikannya ini merupakan wadah bagi para pencinta animasi maupun pelaku animasi.

Menurutnya, lima tahun yang lalu geliat penggiat animasi di Solo sangat minim. Banyak juga pendapat negatif bernada pesimistis, ketika Doni mulai merintis dengan membuat komunitas Animasolo. Bahkan, ada penilaian waktu itu, tidak mungkin Solo bisa menghasilkan animator-animator handal.

"Pada 2011 ada yang bilang kepada saya, kamu yakin mau bikin komunitas animasi di Solo? Yakin akan ada peminatnya? Yakin nanti akan ada studio animasi? Saya bilang yakin. Sekarang, ternyata sudah ada studio animasi di Solo. Meski baru satu tahun, kami juga sudah dipercaya menggarap project dari Jakarta dan berskala nasional," ungkapnya kepada Solopos.com, beberapa waktu yang lalu.

Saat ini, 8 Mata Studio sedang mengerjakan serial animasi Kiko yang tayang di RCTI. Studio tersebut, juga telah selesai mengerjakan serial animasi Plentis Kentus yang tayang di TransTV, beberapa bulan lalu.

"Setelah membuat studio sendiri, kami diminta untuk membantu film Plentis Kentus. Kami garap di studio ini, mereka hanya mengirim file dari Jakarta. Saat itu, kami membantu 22 segmen atau sekitar tujuh episode," imbuh Doni.

Sebelumnya, ia juga sempat bergabung dengan MD Animation Jakarta untuk menggarap serial animasi Adit Sopo Jarwo (ASJ). Saat menggarap ASJ itulah, Doni dipercaya menjadi pembina bagi animator-animator di Solo dan sekitarnya sebelum terlibat dalam produksi ASJ di Jakarta.

"Jadi kami ambil dari Solo, kami latih. Kami mengadakan open recruitmen, kami beri pelatihan dan diadakan seleksi. Animator yang bagus, kami bawa ke Jakarta untuk menggarap Adit Sopo Jarwo. Dari Sanggar Animasi GMC ini, lumayan banyak, hampir mencapai 30 orang," ujar dia.

Doni menilai Kota Solo saat ini sudah menjadi salah satu kota rujukan animasi di kancah nasional. Menurutnya, Solo bersama Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, dan Jogja merupakan kota yang mempunyai sumber daya manusia (SDM) mumpuni di dunia animasi. "Gampang-gampang susah kalau ngomongin animasi kepada masyarakat," tandas Doni.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom