Tokoh PDIP Jateng: Blusukan Online Ala Gibran Cawali Solo Bisa Jadi Contoh!
Warga RT 002/RW 009 Ketelan, Banjarsari, Solo, berbincang dengan cawali Solo, Gibran Rakabuming Raka, via blusukan online, Minggu (4/10/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Terobosan kampanye berupa blusukan online ala calon wali kota atau cawali Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat apresiasi dari tokoh PDIP Jateng.

Metode kampanye virtual dinilai paling efektif mencegah terjadinya kerumunan massa dan menjaga jarak antarorang selama masa kampanye Pilkada 2020.

Sebab blusukan online ala Gibran menggunakan alat khusus dan langsung menyambangi warga tanpa harus bertemu secara fisik.

Kasus Covid-19 Boyolali Tembus 954 Orang, Pasien Bergejala Meningkat

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini kampanye model virtual ini paling efektif mencegah kerumunan orang kan,” tutur Bendahara DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng Pramestuti, Sabtu (10/10/2020).

Ia menilai lewat blusukan online itu, cawali Solo Gibran dan timnya berhasil menunjukkan kapasitasnya memetakan situasi dan kondisi yang terjadi dan mencari solusinya.

Metode blusukan online Gibran bisa menjadi contoh calon-calon kepala daerah lainnya.

Tekan Pelanggaran Protokol Kesehatan, Polsek Laweyan Solo Operasi Yustisi Sampai 5 Kali Sehari

“Dengan blusukan online ala Mas Gibran masyarakat bisa tetap menyampaikan keluh kesah dan masukan mereka. Begitu juga calon bisa memaparkan visi-misi dan program kerja bila kelak terpilih,” sambungnya.

Sekretaris Tim Pemenangan Gibran-Teguh Prakosa, Budi Prasetyo, menyampaikan hal senada saat wawancara dengan wartawan. Menurutnya, strategi khusus kampanye seperti blusukan online cawali Solo, Gibran, mutlak dibutuhkan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Kampanye virtual dan daring menjadi pilihan lantaran tak menimbulkan kerumunan massa, tapi komunikasi tetap berjalan.

Pengunjung Pasar Bunder Sragen Sadar Kesehatan: Mending Pakai Masker Daripada Suruh Pulang

Prinsip Kewaspadaan

“Dengan metode kampanye seperti ini kami berharap tak muncul klaster baru Covid-19,” urainya.

Prinsip kewaspadaan itu, menurut Budi, selaras dengan imbauan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo tentang kondisi pandemi Covid-19. Rudy menyerukan dua paslon tetap menerapkan prinsip tiga M dalam kampanyenya.

“Tiga M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun,” katanya.

Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Warung Gegerkan Warga Ngijo Karanganyar

Cawali Solo, Gibran, menempuh strategi kampanye virtual dengan blusukan online menggunakan Virtual Campaign Box. Lewat boks dengan layar monitor ini, Gibran menemui dan berkomunikasi dengan warga.

Terpisah, Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan paslon dan tim tetap bisa melakukan pertemuan tatap muka saat berkampanye.

Kasus Positif Corona Kota Solo Tambah 28 Orang, 4 Di Antaranya Anak Dan Remaja

Namun, ada batasan jumlah peserta pertemuan yakni maksimal 50 orang. Selain itu paslon dan tim serta peserta pertemuan harus menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Selain itu setiap peserta pertemuan harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermogun. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan setiap peserta. “Metode kampanye door to door juga boleh,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom