Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah tokoh muslim Solo menggalang kekuatan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Solo Tahun 2020.

Mereka menjaring empat nama tokoh potensial untuk diusung sebagai calon wali kota-calon wali kota (cawali-cawawali) dari jalur perseorangan. Salah satu dari empat tokoh tersebut yaitu Puspo Wardoyo, pengusaha kuliner Kota Bengawan.

Informasi itu disampaikan Pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam Solo, Muhammad Ali Naharussurur (Abah Ali), saat diwawancarai wartawan di Basecamp SAR Juba Rescue Ta’mirul Islam Solo yang sekaligus rumahnya, Minggu (3/11/2019) malam.

“Kami sudah beberapa kali menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh [muslim], di sini. Dalam pertemuan tersebut kami mengajukan beberapa nama, salah satunya Pak Puspo. Dari 30 nama kami saring jadi empat nama,” ujar dia.

Untuk tiga nama lainnya Abah Ali belum mau menyebutkan. Sedangkan tokoh-tokoh muslim yang mengikuti pertemuan dari berbagai elemen dan organisasi, seperti DSKS, Muhammadiyah, NU, laskar, hingga tokoh pergerakan.

Tapi untuk tokoh NU dan Muhammadiyah Abah Ali tak tahu apakah datang mewakili organisasi atau secara pribadi.

“Yang datang komplet. Tapi saya tak tahu apakah mereka datang sebagai pribadi atau perwakilan organisasi,” imbuh Abah Ali.

Perihal jalur perseorangan yang akan ditempuh, menurut Abah Ali, karena hilangnya kepercayaan mereka terhadap partai-partai politik (parpol). Sebab politikus parpol terlanjur terikat doktrin tidak adanya kawan dan lawan abadi.

“Sepertinya sudah mendarah daging. Itu lah politik. Dalam politik ada terori yang menyebutkan tidak ada kawan dan musuh sejati. Ya itu lah. Yang ada hanya kemunafikan sejati. Katakan saja begitu tak usah canggung-canggung,” kata dia.

Disinggung perihal sosok Puspo Wardoyo, Abah Ali secara pribadi mengaku mendukung bila yang bersangkutan maju Pilkada Solo. Menurut dia Puspo salah satu figur yang memenuhi kriteria kepantasan untuk memimpin Solo.

“Saya termasuk orang yang mendukung kalau dia maju. Pak Puspo sejauh ini menurut saya memenuhi kriteria kepantasan untuk maju. Walau bukan berarti dia yang terbaik, karena memang belum pernah teruji kan,” urai dia.

Mengenai syarat dukungan untuk maju dari jalur perseorangan, menurut Abah Ali, sudah dibentuk tim di lima wilayah kecamatan. Bahkan tim itu menurut dia sudah di-breakdown hingga tingkat rukun tetangga (RT).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten