Toko Aksesoris Ponsel Dibobol Pencuri, Uang Rp70 Juta Raib
Petugas penyidik Polresta Solo melakukan olah tempat kejadian perkara pencurian di toko aksesoris ponsel Ilufa di Plasa Singosaren, Solo, Senin (25/3/2013). (JIBI/SOLOPOS/Maulana Surya)
Petugas penyidik Polresta Solo melakukan olah tempat kejadian perkara pencurian di toko aksesoris ponsel Ilufa di Plasa Singosaren, Solo, Senin (25/3/2013). (JIBI/SOLOPOS/Maulana Surya)
Petugas penyidik Polresta Solo melakukan olah tempat kejadian perkara pencurian di toko aksesoris ponsel Ilufa di Plasa Singosaren, Solo, Senin (25/3/2013). (JIBI/SOLOPOS/Maulana Surya)

SOLO — Toko aksesoris telepon selular (ponsel) Ilufa 168 yang terletak di lantai III Plasa Singosaren, disatroni pencuri, Senin (25/3/2013) dini hari. Akibat kejadian itu uang hasil penjualan sehari sebelumnya senilai Rp60 juta-Rp70 juta raib digondol pencuri.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kejadian kali pertama diketahui oleh Tri Wulandari, seorang kasir dan Srihastuti, supervisor toko. Salah satu customer service toko, Kristanto, kepada wartawan menceritakan, uang di salah satu laci kasir diketahui raib pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnnya seluruh karyawan yang ada di dalam toko belum menyadari toko telah dibobol maling.

Sebelumnya, Srihastuti selaku supervisor memimpin briefing para pekerja. Seusai briefing, kata Kris, Tri dan Srihastuti menuju laci kasir. Mereka hendak menyetorkan uang hasil penjualan aksesoris ke bank. Pada saat membuka laci mereka terkejut uang di dalam laci sudah tak berada di tempat.

“Saya sebenarnya sudah curiga sejak awal membuka toko. Saya bersama supervisor adalah orang pertama yang tiba di toko sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu rolling door toko saya buka terasa sangat seret. Besi pengait gembok pintu di bagian bawah rusak. Tapi saya enggak terlalu memikirkan,” urai Kris.

Ia memperkirakan uang yang dicuri berkisar antara Rp60 juta-Rp70 juta. Laci berisi uang di meja kasir yang menjadi sasaran pencurian hanya satu. Uang di laci meja kasir lain masih utuh. Ia menginformasikan, aksi pelaku tidak teremakam kamera CCTV kendati Ilufa dilengkapi sistem pengamanan itu. Seluruh CCTV di toko tidak dapat beroperasi karena listrik di Plasa Singosaren mati ketika toko-toko ditutup.

Pencurian diperkirakan dilakukan, Senin, setelah pukul 01.00 WIB. Salah satu petugas satpam plasa, Wiyono, kepada wartawan mengatakan ia yang bertugas mengecek seluruh kios dan toko memastikan pintu menuju Ilufa masih dalam kondisi normal pada pukul 01.00 WIB.

Lantai tempat terbenamnya pengait gembok di rolling door depan toko terlihat berlubang. Daun rolling door di sebelah kanan terkoyak di beberapa bagian. Pintu menuju toko yang terletak di depan papan jadwal pemutaran film Studio 1, 2 dan 3 Singosaren rusak di bagian kunci. Alumunium pintu sisi dalam terkoyak. Diduga pelaku keluar toko melalui pintu tersebut.

Kanitreskrim Polsek Serengan, AKP Widodo, saat ditemui menduga pelaku sudah berada di dalam area toko atau studio film sebelum toko tutup. Dugaan diketahui dari temuan kerusakan di pintu menuju toko itu. Pasalnya, kerusakan pintu berada di bagian dalam. Pintu tersebut diduga dirusak dari dalam agar pelaku bisa keluar.

“Kemungkinan pelaku masuk dari luar sangat kecil. Kalau pelaku dari luar bagian pintu yang rusak pastinya juga di bagian luar. Kami menduga pelaku sebelumnya bersembunyi di dalam area toko. Setelah merasa aman pelaku beraksi. Kami belum dapat memastikan pelaku beraksi sendiri atau lebih dari satu orang,” urai Widodo mewakili Kapolsek, Kompol Edy Sulistyanto.

Simak berita selengkapnya: http://digital.solopos.com/file/25032013/


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho